Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum
Kolaborasi ini juga menandakan dua brand lokal ini dapat semakin eksis di tanah air lewat talenta dan kreativitas seniman lokal. Rakhman Azhari selaku Co-Founder Tahilalats sangat antusias dengan kolaborasi ini, di mana ia dan tim dapat menuangkan ide mereka di kanvas yang besar dan terlihat di berbagai sudut kota.
“Melalui karya orisinil yang kami hadirkan bersama Bluebird, kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas dan talenta lokal memiliki ruang besar untuk tampil modern, relevan, dan dekat dengan publik. Sangat menyenangkan untuk melihat bagaimana karakter Tahilalats dapat lebih hidup di berbagai medium,” ungkap Rakhman, Selasa (20/1/26).
Kolaborasi ini dapat dinikmati lewat berbagai kanal, mulai dari produk hingga aktivitas secara langsung. Bluebird merilis rangkaian merchandise edisi terbatas Bluebird Group x Tahilalats dengan visual khas Tahilalats dan sentuhan identitas Bluebird, mulai dari tumbler, T-shirt, gantungan kunci, bandana, hingga tas lipat yang bisa didapat dari menukar merchandise.
Selain merchandise, ada juga menghadirkan Bus BirdGembira, yang merupakan transformasi dari armada Bigbird dengan berbagai zona interaktif di dalam bus seperti kuis berhadiah, area game, area foto, serta berbagai pilihan merchandise.
Bus BirdGembira dapat dikunjungi di:
Demikian informasi mengenai taksi biru ini gandeng Tahilalats untuk ekspansi pasar generasi muda.
Menarik, ya!
Bluebird itu apa? | PT Blue Bird Tbk (BIRD) merupakan bagian dari Blue Bird Group. Sebuah perusahaan induk yang melayani kebutuhan transportasi, mulai dari taksi, kontainer, alat berat, hingga logistik. |
Taksi Bluebird mobil apa? | Blue Bird adalah layanan taksi di Indonesia yang menggunakan berbagai jenis mobil, seperti Toyota Limo, Honda Mobilio, Toyota Avanza, dan Toyota Transmover untuk taksi reguler, serta armada mobil listrik seperti BYD (misalnya BYD e6 dan BYD T3) untuk layanan lebih baru, dengan ciri khas warna biru muda. |
Bluebird berdiri sejak kapan? | Bluebird berdiri sejak tahun 1972 sebagai taksi resmi dengan armada Holden Torana, namun akarnya dimulai pada 1965 oleh Ibu Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono, menjadi perusahaan taksi legal pertama dengan argometer di Jakarta pada tahun 1972. |