Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Taksi Biru Ini Gandeng Tahilalats untuk Ekspansi Pasar Generasi Muda (3).png
Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum

Intinya sih...

  • Kolaborasi Bluebird Group dan Tahilalats lewat animasi komik strip lokal Tahilalats dengan balutan humor yang relate lintas generasi.

  • Pendekatan human connection untuk ekspansi pasar generasi muda, menciptakan kepercayaan dan kenyamanan pelanggan.

  • Kolaborasi menghadirkan pengalaman perjalanan yang dipersonalisasi, membawa kebahagiaan, serta eksis lewat kreativitas seniman lokal.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kenyamanan perjalanan kini bukan hanya diukur dari kendaraan atau pelayanan yang diberikan jasa transportasi saja, tetapi juga dengan adanya sentuhan yang lebih menyenangkan. Bluebird Group resmi menjalin kerjasama dengan IP lokal Tahilalats untuk menjaga relevansi lintas generasi dengan fondasi yang lebih segar dan sesuai dengan minat generasi muda. 

Tahilalats dengan animasi yang nyentrik dan merefleksikan realita dengan sentuhan humor ringan dinilai dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda saat ini. Tampilnya animasi lokal ini di setiap perjalanan juga menjadi penanda bahwa kreativitas dan talenta memiliki ruang besar untuk tampil modern, relevan, dan dekat dengan publik.

Kerjasama dua brand lokal ini diharapkan menghadirkan pengalaman perjalanan yang menyenangkan dengan hadirnya elemen yang menambah kebahagiaan.

Selengkapnya Popmama.com telah merangkum informasi seputar taksi biru ini gandeng Tahilalats untuk ekspansi pasar generasi muda.

Pendekatan dengan Humor yang Relate dengan Lintas Generasi

Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum

Kolaborasi dua brand lokal ini dibangun dengan pendekatan lewat animasi komik strip lokal yang terkenal akan humornya yang relate dengan lintas generasi. Bukan hanya sekadar menempel identitas brand, tetapi kerjasama diharapkan menambah kepercayaan dan kenyamanan pelanggan dengan hadirnya unsur yang menyenangkan.

”Bagaimana kepercayaan dan kenyamanan dapat ekspresif dengan berdirinya menjadi playful, relatable, relevan dengan kehidupan sehari-hari, termasuk gen Z, karena gen Z the biggest population kita sekarang,” kata Andre Djokosoetono, Chief Executive Officer PT Blue Bird Tbk, Selasa (20/1/26).

Pendekatan lewat animasi komik strip yang relatable ini juga mendukung upaya mereka untuk melakukan pendekatan dengan lebih banyak koneksi dengan generasi Milenial dan Z sebagai upaya perluasan pasar yang terus relevan.

“Kita coba untuk lakuin pendekatan yang lebih banyak human connection dengan lintas generasi. Tahilalats mungkin buat milenial yang agak tua nggak relevan, tapi sekarang dengan bagaimana Tahilalats ini berevolusi mencoba cara-cara baru itu bahkan semakin relevan untuk generasi bawahnya,” tambah Monita Moerdani, Chief Marketing Officer PT Blue Bird Tbk, Selasa (20/1/26).

Pengalaman Perjalanan Dipadu dengan Representatif yang Membawa Kebahagiaan

Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum

Latar belakang kolaborasi ini juga datang dari semangat menghadirkan kenyamanan yang membawa kebahagiaan untuk para pelanggan mereka. Selain meningkatkan fasilitas dan service yang dijaga, Monita juga menjelaskan bahwa mereka ingin menghadirkan pengalaman yang dipersonalisasi.

Dengan ini, hadirnya partner yang dinilai lebih berpengalaman di tujuan dan semangat yang ingin dibangun oleh taksi biru ini diharapkan dapat kembali mendefinisikan apa kebahagiaan dengan cara yang lebih dekat. 

”Kita memang butuh banget partner yang sudah lebih experience, yang juga lebih expert dalam hal mentranslate ulang secara kreatif, gimana sih caranya kita bisa membawa kebahagiaan ke segmen ini dengan cara yang relatable,” jelas Monita.

Karya Kreatif Hadir di Ruang Publik, Bus BirdGembira Akan Keliling Jakarta

Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum

Kolaborasi ini juga menandakan dua brand lokal ini dapat semakin eksis di tanah air lewat talenta dan kreativitas seniman lokal. Rakhman Azhari selaku Co-Founder Tahilalats sangat antusias dengan kolaborasi ini, di mana ia dan tim dapat menuangkan ide mereka di kanvas yang besar dan terlihat di berbagai sudut kota.

“Melalui karya orisinil yang kami hadirkan bersama Bluebird, kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas dan talenta lokal memiliki ruang besar untuk tampil modern, relevan, dan dekat dengan publik. Sangat menyenangkan untuk melihat bagaimana karakter Tahilalats dapat lebih hidup di berbagai medium,” ungkap Rakhman, Selasa (20/1/26).

Kolaborasi ini dapat dinikmati lewat berbagai kanal, mulai dari produk hingga aktivitas secara langsung. Bluebird merilis rangkaian merchandise edisi terbatas Bluebird Group x Tahilalats dengan visual khas Tahilalats dan sentuhan identitas Bluebird, mulai dari tumbler, T-shirt, gantungan kunci, bandana, hingga tas lipat yang bisa didapat dari menukar merchandise.

Selain merchandise, ada juga menghadirkan Bus BirdGembira, yang merupakan transformasi dari armada Bigbird dengan berbagai zona interaktif di dalam bus seperti kuis berhadiah, area game, area foto, serta berbagai pilihan merchandise.

Bus BirdGembira dapat dikunjungi di:

  • Pintu B Stasiun MRT Dukuh Atas: 24–25 Januari 2026 & 31 Januari–1 Februari 2026

  • JIExpo Kemayoran: 5–15 Februari 2026.

Demikian informasi mengenai taksi biru ini gandeng Tahilalats untuk ekspansi pasar generasi muda.

Menarik, ya!

FAQ Seputar Bluebird

Bluebird itu apa?

PT Blue Bird Tbk (BIRD) merupakan bagian dari Blue Bird Group. Sebuah perusahaan induk yang melayani kebutuhan transportasi, mulai dari taksi, kontainer, alat berat, hingga logistik.

Taksi Bluebird mobil apa?

Blue Bird adalah layanan taksi di Indonesia yang menggunakan berbagai jenis mobil, seperti Toyota Limo, Honda Mobilio, Toyota Avanza, dan Toyota Transmover untuk taksi reguler, serta armada mobil listrik seperti BYD (misalnya BYD e6 dan BYD T3) untuk layanan lebih baru, dengan ciri khas warna biru muda.

Bluebird berdiri sejak kapan?

Bluebird berdiri sejak tahun 1972 sebagai taksi resmi dengan armada Holden Torana, namun akarnya dimulai pada 1965 oleh Ibu Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono, menjadi perusahaan taksi legal pertama dengan argometer di Jakarta pada tahun 1972.

Editorial Team