Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
10 Tanda Tubuh Kekurangan Cairan, Ini Bahayanya!
Freepik/stokking

Intinya sih...

  • Mulut dan bibir terasa kering adalah tanda awal kekurangan cairan, bisa mengganggu kemampuan makan dan berbicara.

  • Sakit kepala atau pusing sering muncul saat tubuh kekurangan cairan, otak sensitif terhadap perubahan cairan tubuh.

  • Urine berwarna gelap menandakan dehidrasi semakin parah, dapat disertai bau urin yang lebih kuat.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kekurangan cairan sering terjadi tanpa kita sadari, padahal tubuh membutuhkan air untuk menjaga hampir semua fungsi penting.

Saat cairan menurun, berbagai sistem tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda peringatan. Banyak orang mengira dehidrasi hanya ditandai dengan rasa haus, padahal gejalanya jauh lebih luas.

Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mempengaruhi energi, kesehatan kulit, hingga fungsi organ vital. Para ahli kesehatan juga menekankan bahwa hidrasi cukup adalah kunci menjaga keseimbangan tubuh.

Menurut World Health Organization (WHO), dehidrasi ringan saja sudah dapat mengganggu performa fisik dan mental.

Berikut Popmama.com akan menjelaskan tentang 10 tanda tubuh kekurangan cairan. Yuk simak penjelasannya dibawah ini.

1. Mulut dan bibir terasa kering

Freepik/freepik

Mulut kering adalah tanda awal yang paling sering muncul saat tubuh mulai kekurangan cairan. Kondisi ini terjadi karena produksi air liur menurun sehingga rongga mulut terasa lengket.

Bibir juga mudah pecah-pecah sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Jika dibiarkan, mulut kering dapat mengganggu kemampuan makan dan berbicara.

Tubuh sebenarnya memberi sinyal bahwa kamu perlu segera minum. Menurut Dr. John Higgins dari University of Texas Health Science Center, penurunan air liur adalah indikator dehidrasi ringan.

Semakin kering mulut, semakin banyak cairan yang hilang dari tubuh. Karena itu, tanda ini tidak boleh diabaikan.

2. Sakit kepala atau pusing

Freepik/benzoix

Sakit kepala sering muncul ketika volume cairan dalam tubuh berkurang. Kondisi ini menyebabkan aliran darah ke otak terganggu sehingga menimbulkan rasa nyeri atau berat.

Pusing juga bisa terjadi ketika tekanan darah menurun akibat dehidrasi. Menurut Dr. Natasha Bhuyan, dokter keluarga di One Medical, otak sangat sensitif terhadap perubahan cairan tubuh.

Jika dehidrasi terus terjadi, sakit kepala bisa semakin intens. Banyak orang salah mengira ini sebagai kelelahan biasa. Padahal, minum air dapat meredakan gejala dalam waktu singkat.

Karena itu, pusing yang muncul tiba-tiba layak dicurigai sebagai tanda kurang cairan.

3. Urine berwarna gelap

Freepik/freepik

Urine yang semakin pekat menandakan tubuh tidak memiliki cukup air untuk membuang limbah. Warna yang gelap, seperti teh, menunjukkan dehidrasi semakin parah.

Tubuh mencoba mempertahankan cairan dengan mengurangi volume urine. Menurut National Kidney Foundation, urine idealnya berwarna kuning pucat.

Jika warnanya berubah lebih gelap, itu berarti tingkat hidrasi menurun. Banyak orang baru sadar setelah melihat warna urine berubah signifikan.

Kondisi ini dapat disertai bau urin yang lebih kuat. Semakin gelap warnanya, semakin cepat kamu perlu minum.

4. Mudah lelah meski tidak banyak aktivitas

Freepik/jcomp

Tubuh membutuhkan cairan untuk menghasilkan energi. Saat cairan menurun, proses metabolisme ikut melambat. Akibatnya, kamu merasa cepat lelah meskipun pekerjaan tidak berat.

Menurut Dr. Joshua Thurman, ahli nefrologi, kekurangan cairan mengurangi aliran oksigen ke sel. Energi tubuh pun turun lebih cepat. Kondisi ini dapat mengganggu produktivitas harian.

Rasa lelah akibat dehidrasi sering disalahartikan sebagai kurang tidur. Padahal, solusinya sering kali hanya minum lebih banyak air.

5. Kulit tampak kusam dan kurang elastis

Freepik/jcomp

Cairan adalah kunci utama elastisitas kulit. Saat tubuh kekurangan cairan, kulit terlihat kusam, kering, dan mudah tertarik. Tes cubit kulit bisa membantu melihat kondisi hidrasi seperti jika kulit kembali lambat, kamu kemungkinan dehidrasi.

Menurut American Academy of Dermatology, kulit membutuhkan hidrasi dari dalam, bukan hanya dari produk luar. Kekurangan cairan bahkan dapat mempercepat tanda penuaan.

Banyak orang mengira masalah kulit berasal dari skincare yang tidak cocok, padahal tubuh yang kurang cairan juga bisa menjadi penyebab.

Kulit yang tidak terhidrasi dengan baik lebih sensitif terhadap iritasi. Karena itu, minum cukup air sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit.

6. Kram otot

Freepik/Drobotdean

Otot membutuhkan cairan dan elektrolit agar bisa bekerja dengan baik. Ketika tubuh kekurangan cairan, keseimbangan elektrolit terganggu sehingga muncul kram.

Kram biasanya muncul saat olahraga atau cuaca panas karena tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Menurut Cleveland Clinic, dehidrasi membuat otot lebih mudah tegang dan rentan mengalami kontraksi mendadak.

Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu aktivitas. Banyak orang mengira kram hanya akibat kurang pemanasan. Padahal, dehidrasi adalah pemicu yang cukup sering terjadi.

Minum air dan elektrolit dapat membantu meredakan gejala dengan cepat. Mulai sekarang, yuk stabilkan tubuh kamu!

7. Detak jantung meningkat

Freepik/freepik

Cairan berperan penting menjaga volume darah. Ketika tubuh kekurangan cairan, darah menjadi lebih pekat sehingga jantung harus bekerja lebih keras. Hal inilah yang membuat detak jantung terasa lebih cepat atau berdebar.

Menurut Dr. Jennifer Haythe dari Columbia University, dehidrasi dapat memperburuk palpitasi terutama pada cuaca panas. Banyak orang mengira jantung berdebar akibat cemas, padahal bisa saja tubuh kekurangan cairan.

Kondisi ini bisa disertai rasa lemah atau pusing. Jika tidak ditangani, kerja jantung bisa semakin berat. Memenuhi kebutuhan cairan harian membantu menstabilkan ritme jantung.

8. Konstipasi atau sulit buang air besar

Freepik/jcomp

Air berperan melunakkan feses agar lebih mudah dikeluarkan. Saat tubuh kurang cairan, usus besar menyerap lebih banyak air sehingga feses menjadi keras. Kondisi ini dapat menyebabkan konstipasi dan rasa tidak nyaman saat BAB.

Menurut Mayo Clinic, hidrasi adalah salah satu faktor utama yang menjaga pencernaan tetap sehat. Banyak orang berpikir cukup makan serat, padahal serat memerlukan air agar bisa bekerja optimal.

Feses yang terlalu keras bisa menyebabkan nyeri atau bahkan wasir. Konstipasi yang berlangsung lama dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Minum cukup air membantu memperlancar proses pencernaan.

9. Konsentrasi menurun

Freepik/Tiarachardz

Otak sangat bergantung pada keseimbangan cairan untuk bekerja dengan baik. Ketika tubuh kekurangan cairan, fungsi kognitif menurun sehingga konsentrasi menjadi lebih sulit.

Kamu mungkin menjadi lebih pelupa atau mengalami kesulitan fokus pada tugas. Menurut Journal of Nutrition, dehidrasi ringan saja sudah cukup untuk menurunkan performa mental.

Banyak orang menyalahkan stres atau kelelahan padahal hidrasi juga berpengaruh besar. Kondisi ini bisa membuat pekerjaan terasa lebih berat dari biasanya.

Gejalanya sering tidak disadari karena muncul bertahap. Memperbaiki asupan cairan dapat membantu meningkatkan kejernihan berpikir.

10. Tekanan darah menurun

Freepik/freepik

Ketika tubuh kekurangan cairan, volume darah ikut berkurang sehingga tekanan darah bisa turun. Kondisi ini dapat menyebabkan pusing, lemas, atau sensasi ingin pingsan.

Menurut American Heart Association, dehidrasi dapat memperparah hipotensi terutama pada orang yang sensitif terhadap perubahan cairan tubuh.

Banyak orang tidak menyadari bahwa tekanan darah rendah bisa disebabkan oleh kurang minum. Gejala bisa semakin parah jika kamu berdiri terlalu cepat.

Jika tidak segera diatasi, risiko pingsan dapat meningkat. Minum air secara bertahap dapat membantu menstabilkan tekanan darah.

Kekurangan cairan bukan masalah ringan karena dapat memengaruhi hampir seluruh fungsi tubuh. Mulai dari energi, kesehatan kulit, hingga fungsi otak, semuanya membutuhkan air agar dapat bekerja secara optimal.

Tanda-tandanya sering muncul secara halus sehingga mudah diabaikan. Para ahli kesehatan dunia juga sepakat bahwa hidrasi yang memadai adalah salah satu pilar utama menjaga kesehatan jangka panjang. 

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menjaga asupan cairan harian adalah langkah sederhana namun sangat efektif untuk mencegah komplikasi dehidrasi.

Dengan mengenali tentang 10 tanda tubuh kekurangan cairan, kamu bisa mengambil tindakan lebih cepat. Pastikan Mama minum cukup air setiap hari agar tubuh tetap bugar dan berfungsi optimal.

Editorial Team