Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
8 Tanda Tubuh Kekurangan Gula, Nomor 5 Sering Dirasakan!
Freepik/Pvproductions

Intinya sih...

  • Gula darah rendah dapat menyebabkan lemas tiba-tiba dan tenggorokan kering, serta membuat Mama merasa lapar berlebihan.

  • Kekurangan gula darah bisa memicu gemetar, sulit berkonsentrasi, dan keringat dingin tanpa sebab jelas.

  • Jantung berdebar lebih cepat, sakit kepala ringan hingga berat, dan mudah marah adalah tanda lain dari kekurangan gula darah.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Gula darah atau glukosa adalah sumber energi utama yang membantu tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.

Saat kadarnya menurun terlalu rendah, tubuh langsung memberi sinyal lewat berbagai gejala yang sering dianggap keluhan sepele.

Menurut American Diabetes Association (ADA), penurunan gula darah bisa mempengaruhi fungsi otak, kognisi, dan kestabilan fisik Mama secara langsung.

Bahkan Cleveland Clinic menegaskan bahwa hipoglikemia ringan sekalipun dapat mengganggu konsentrasi, memperlambat refleks, hingga membuat tubuh gemetar.

Berikut Popmama.com akan menjelaskan tentang 8 tanda tubuh kekurangan gula. Yuk simak penjelasannya dibawah ini.

1. Badan tiba-tiba lemas

Istockphoto/Jajah-Sireenut

Badan yang mendadak terasa lemas adalah salah satu sinyal paling umum saat gula darah turun. Menurut ADA, glukosa adalah energi utama sel sehingga kekurangannya membuat tubuh langsung kehilangan tenaga.

Mama mungkin merasa seperti “kehabisan baterai” tanpa alasan jelas. Kadang rasa lemas muncul meski Mama sudah cukup makan. Tenggorokan juga bisa terasa kering dan kaki seperti kurang kuat menahan tubuh.

Beberapa orang menggambarkannya seperti mau “drop”. Perhatikan kondisi ini kalau muncul tiba-tiba, apalagi terjadi berulang, karena ini tanda tubuh butuh gula segera.

2. Gemetar atau tubuh bergetar halus

Istockphoto/Gahsoon

Ketika gula darah turun, sistem saraf simpatik aktif berlebihan untuk menstabilkan tubuh. Mayo Clinic menjelaskan bahwa kondisi ini memicu hormon adrenalin yang membuat tangan atau jari Mama tampak gemetar.

Sensasi ini bisa muncul setelah Mama telat makan atau habis aktivitas berat. Gemetar sering disertai jantung berdebar atau keringat dingin.

Bahkan, beberapa Mama sampai sulit memegang barang karena tangan terasa tidak stabil. Meski tampak sepele, ini sinyal tubuh sedang berjuang menjaga energi.

Jangan tunggu sampai gemetar makin kuat, segera isi perut Mama dengan camilan sehat.

3. Konsentrasi menurun dan sulit berpikir

Istockphoto/Miladin pusicic

Otak sangat bergantung pada glukosa untuk bekerja optimal. Menurut Harvard Medical School, saat gula darah menurun, fungsi kognitif melemah sehingga konsentrasi jadi kacau.

Mama mungkin merasa sulit fokus saat bekerja, membaca, atau membuat keputusan sederhana. Pikiran terasa melayang, mudah lupa, dan beberapa Mama merasa seperti “pusing tapi bukan pusing”.

Terkadang, Mama jadi bingung melakukan hal yang biasanya mudah. Bahkan percakapan bisa terasa berat karena otak bekerja lebih lambat. Kalau Mama sering ngalamin ini menjelang makan siang, besar kemungkinan gula darah sedang drop.

4. Mudah lapar berlebihan

Istockphoto/Playlessimages

Lapar yang muncul cepat dan terasa sangat kuat bisa menjadi tanda tubuh kekurangan gula. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa ketika glukosa menurun, otak mengirim sinyal makan secepatnya untuk memulihkan energi.

Mama mungkin merasa lapar “menggila” meski baru makan beberapa jam sebelumnya. Keinginan makan manis juga meningkat tajam.

Kadang perut sampai terasa kosong sekali, disertai kepala ringan. Godaan untuk mencari makanan cepat saji pun makin besar. Lapar yang datang seperti “gelombang besar” ini adalah alarm alami dari tubuh Mama.

5. Keringat dingin tanpa sebab jelas

Istockphoto/Aleksandar Nakic

Ini salah satu tanda yang paling sering dirasakan Mama. Menurut Mayo Clinic, keringat dingin muncul karena tubuh mengalami respons darurat saat gula darah turun terlalu cepat.

Keringat biasanya muncul di area punggung, dahi, atau telapak tangan. Sensasinya berbeda dengan keringat biasa karena terasa lembab dan dingin.

Kadang muncul saat Mama belum beraktivitas apa pun. Perasaan gelisah juga suka menyertai. Kalau Mama tiba-tiba berkeringat dingin saat sedang duduk santai, besar kemungkinan tubuh sedang kekurangan gula.

6. Jantung berdebar lebih cepat

Istockphoto/Pixelseffect

Penurunan gula darah membuat tubuh melepaskan adrenalin, memicu jantung berdetak lebih cepat. American Heart Association (AHA) menyebutkan bahwa hipoglikemia dapat mempengaruhi sistem saraf otonom yang mengatur detak jantung.

Mama mungkin merasa dada berdegup kencang atau tidak stabil. Debaran ini sering datang bersamaan dengan rasa lemas, gelisah, atau tangan dingin. Kadang muncul saat Mama terlambat makan sarapan.

Hal ini bisa membuat Mama panik karena rasanya mirip kecemasan. Jika jantung berdebar setelah telat makan, besar kemungkinan gula darah jadi biang keroknya.

7. Sakit kepala ringan hingga berat

Istockphoto/Jelena Stanojkovic

Turunnya glukosa dapat membuat aliran darah ke otak tidak stabil. Harvard Medical School menjelaskan bahwa kondisi ini dapat memicu sakit kepala yang datang bertahap atau tiba-tiba.

Mama mungkin merasa kepala berat, melayang, atau berdenyut. Kadang sakitnya muncul bersamaan dengan mata kabur. Minum air saja biasanya tidak membantu, karena masalahnya ada pada rendahnya gula.

Jika dibiarkan, sakit kepala bisa makin tajam. Kalau Mama sering pusing sebelum waktu makan, itu tanda tubuh minta diperhatikan.

8. Mudah marah atau emosi berubah cepat

Istockphoto/Pranithan Chorruangsak

Fluktuasi gula darah memengaruhi produksi hormon stres dan mood. Cleveland Clinic menyebutkan bahwa hipoglikemia dapat membuat seseorang lebih sensitif, mudah tersinggung, atau tiba-tiba sedih.

Emosi Mama bisa berubah hanya dalam hitungan menit. Kadang hal kecil terasa sangat mengganggu. Mama juga mungkin merasa tidak sabar, lebih reaktif, atau cepat frustasi.

Mood swing ini biasanya mereda setelah Mama makan. Kalau Mama merasa “kok aku sensian banget hari ini?”, bisa jadi penyebabnya bukan emosi, tapi gula darah.

Hipoglikemia bukan kondisi yang boleh dianggap sepele, Mama. Kekurangan gula darah bisa mengganggu tenaga, fungsi otak, hingga kestabilan emosi.

Menurut Cleveland Clinic, gejalanya sering muncul sebelum makan atau saat Mama beraktivitas berat, sehingga penting untuk mengenalnya sejak dini.

Untuk mencegahnya, Mama bisa makan teratur, pilih karbohidrat kompleks, dan jangan biarkan lambung terlalu kosong. Jika gejala muncul berulang, segera konsultasi agar dokter bisa memastikan penyebab pastinya.

Semakin cepat Mama mengenali 8 tanda tubuh kekurangan gula, semakin mudah menjaga tubuh tetap stabil dan bertenaga setiap hari. Semoga bermanfaat!

Editorial Team