Waspada Holiday Blues! Ini 5 Cara Ampuh untuk Mengatasinya

Karena tak selamanya liburan itu menyenangkan

3 Januari 2019

Waspada Holiday Blues Ini 5 Cara Ampuh Mengatasinya
Freepik/jcomp

Jika liburan Natal dan akhir tahun adalah waktu yang paling Mama nantikan, beberapa orang justru merasa inilah waktu yang paling mereka hindari.

Mereka yang merasa gelisah dan khawatir berlebih menghadapi liburan mungkin mengalami holiday blues. Mengutip laman Healthline, holiday blues adalah rasa sedih, cemas, dan terkadang depresi yang termanifestasi di musim liburan seperti saat ini.

Sebagai contoh, seseorang yang 5 tahun lalu kehilangan pasangannya di malam pergantian tahun mungkin tidak akan menikmati momen itu seperti orang lain pada umumnya.

“Itu terjadi ketika kita mengalami kesedihan tertentu, trauma, atau bahkan kematian. Musim liburan memicu kenangan yang tidak menyenangkan, dan ini menyabotase dirinya,” ujar Sam Moreno, seorang psikolog di Robert Young Center for Community Mental Health, pada Healthline.

Jika kenangan buruk bukan penyebabnya, maka ada kemungkinan lain yang menyebabkan holiday blues. Menurut Sam Moreno, terlalu lelah mempersiapkan liburan juga bisa memicu holiday blues lho, Ma.

Demi liburan yang sempurna, Mama harus memasak lebih sering, berbelanja, merapikan rumah, hingga mengadakan pesta yang seru. Semua itu melelahkan! Maka tak heran kalau musim liburan justru menyeramkan bagi beberapa orang.

Nah, jika Mama salah satu orang yang mengalami holiday blues, tak usah khawatir. Atasi dengan beberapa cara ampuh ini yuk, Ma.

1. Cukupi kebutuhan tidur

1. Cukupi kebutuhan tidur
Pixabay/c_scott

Mama perlu tahu kalau istirahat yang cukup dapat memperbaiki mood sepanjang hari. Untuk itu, mencukupi kebutuhan tidur sangat penting untuk mengatasi holiday blues.

Selain meningkatkan mood, cukup tidur juga membuat Mama merasa lebih siap untuk menghadapi hari yang berat sekali pun, lho.

Cobalah untuk tidur di waktu yang sama setiap hari, agar Mama bisa bangun dengan perasaan segar.

2. Jangan makan berlebih

2. Jangan makan berlebih
Freepik/Senivpetro

Bagi beberapa orang, liburan berarti momen yang tepat untuk menggantikan waktu olahraga dengan waktu makan, makan, dan makan. Padahal makan berlebih bisa memengaruhi mood mama menjadi lebih negatif lho, Ma.

Untuk itu, hindari makan berlebih atau terlalu kenyang. Jika Mama harus menghadiri acara makan-makan, sebaiknya terlebih dahulu isi perut Mama dengan sayuran yang membuat Mama cukup kenyang.

Dengan begitu, Mama tidak begitu tergoda dengan aneka sajian yang menggiurkan.

Baca juga: Begini Dampak Buruknya Jika Ibu Hamil Makan Terlalu Banyak!

Editors' Picks

3. Keluar dari zona nyaman

3. Keluar dari zona nyaman
Freepik

Salah satu hal yang memicu holiday blues adalah: definisi liburan itu sendiri bagi Mama. Mungkin selama ini liburan di benak Mama adalah suatu momen yang melelahkan dan menguras tenaga dan juga uang. Definisi liburan inilah yang kemudian membuat Mama mengalami holiday blues.

Untuk itu, Mama harus bisa keluar dari zona nyaman dan memberanikan diri untuk mencoba tradisi-tradisi baru.

Jika biasanya liburan harus dihabiskan di luar kota bersama keluarga besar, sesekali beranikan diri untuk liburan menikmati kota tempat tinggal Mama saja.

Dengan mencoba liburan yang ‘out of the box’ bisa membuat Mama menikmati definisi baru dari liburan, dan menghilangkan ‘aroma’ holiday blues dari benak Mama.

4. Habiskan waktu dengan orang terkasih

4. Habiskan waktu orang terkasih
Freepik/senivpetro

Liburan tidak harus ke luar kota atau bahkan ke luar negeri. Sesekali liburan murah meriah bersama kerabat terdekat, tidak ada salahnya, kan?

Liburan yang mewah ke negara yang belum pernah dikunjungi memang seru, namun jika itu justru menimbulkan holiday blues, untuk apa?

Maka sesekali Mama perlu menghabiskan liburan dengan keluarga inti dan sahabat-sahabat Mama. Sekadar melakukan pesta barbeque di halaman belakang rumah, pasti seru dan lebih intim.

5. Belajar untuk bilang “tidak”

5. Belajar bilang “tidak”
Freepik/freephoto

Ketika semua cara di atas tidak berhasil, maka Mama perlu belajar untuk bilang “tidak” pada semua orang yang mengajak Mama ke acara yang tidak Mama sukai. Ya, tidak semua undangan harus Mama hadiri, kok. Tidak ada salahnya sesekali menolak ajakan orang lain, jika itu bisa membuat mood Mama lebih baik.

Overscheduling atau terlalu banyak menghadiri acara juga tidak baik, karena Mama jadi melupakan acara yang paling penting: me time.

Siap menikmati liburan tanpa keluhan?

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!