12 Tips Berbelanja ke Supermarket agar Terlindung dari Corona

Mau tak mau Mama harus pergi berbelanja kan, jadi lakukan ini agar bebas covid-19

7 April 2020

12 Tips Berbelanja ke Supermarket agar Terlindung dari Corona
Pixabay/Alexas_Fotos

Di tengah pandemi akibat virus corona seperti sekarang ini bisa jadi membuat Mama galau. Diam di rumah, tentu saja merupakan solusi terbaik untuk memecah rantai penularan covid-19.

Namun tak bisa dipungkiri kalau Mama juga harus pergi ke supermarket untuk membeli keperluan untuk sehari-hari, bukan?

Banyaknya orang yang keluar masuk di tempat belanja tanpa kita ketahui pasti kondisinya tentu bisa membuat Mama khawatir. 

Bisa jadi supermarket mendisinfektan tokonya saat sudah tutup. "Tapi kan tidak mungkin mereka mendisinfektan setiap kaleng dan bungkus plastik yang ada," ungkap Dr. Jeffry VanWingen MD, seorang dokter keluarga yang berpraktik di Grand Rapids, Michigan, AS.

Oleh karena itu, mari cermati 12 tips berbelanja ke supermarket berikut ini, agar Mama aman dari Covid-19.

1. Buat daftar belanjaan

1. Buat daftar belanjaan
Pixabaty/Tumisu

Sebelum pergi ke supermarket, buatlah daftar belanjaan. Lebih baik, berbelanja sesedikitnya untuk persediaan selama dua minggu. Dengan demikian, Mama tak perlu bolak-balik pergi ke tempat umum semacam ini. Risiko penularan pun menjadi lebih kecil.

Selain itu, dengan membuat daftar belanjaan, tentunya Mama tak khawatir akan adanya barang yang lupa terbeli. Membuat daftar juga memberi Mama waktu untuk memikirkan manakah barang yang benar-benar Mama perlukan, dan mana yang sebenarnya tak terlalu Mama butuhkan.

2. Jangan berbelanja jika sedang sakit pernapasan

2. Jangan berbelanja jika sedang sakit pernapasan
Freepik

Ingatlah, Ma, jangan berbelanja jika Mama sedang sakit terkait pernapasan. Hal ini ditekankan betul oleh Jeffry. Karena tentu saja Mama paham, bahwa saat sakit, tubuh kita bisa jadi sedang lemah terhadap serangan virus lain dari luar. Dan covid-19 bisa semakin mengganas saat terdapat penyakit bawaan lain pada tubuh seseorang. 

Jadi jika Mama sedang batuk, pilek, asma Mama kambuh, sebaiknya urungkan niat berbelanja. Sembuhkan dulu diri Mama dan setelah yakin sehat, barulah Mama bisa pergi ke supermarket. 

3. Jangan mengajak orang yang sudah tua

3. Jangan mengajak orang sudah tua
Freepik

"Jangan mengajak orang tua di atas usia 60 tahun, ke supermarket," tegas Jeffry.

Hal ini tentu saja terkait dengan kerentanan tubuh mereka terhadap pandemi yang sedang merajalela kini. Risiko terbesar jatuh pada orang-orang yang telah berusia 60 tahun ke atas. 

Biarkanlah mereka diam di rumah dan Mama yang melakukan kegiatan belanja. Risiko penularanpun akan semakin mengecil.

4. Berbelanjalah saat sepi

4. Berbelanjalah saat sepi
Pixabay/Alexas_Fotos

Perkirakan waktu yang paling tepat untuk berbelanja. Terutama ketika pasar swalayan masih dalam keadaan sepi. Bisa jadi Mama perlu datang pagi agar sesaat setelah dibuka, Mama bisa langsung masuk dan berbelanja. Apalagi jika disinfektan toko dilakukan setelah tutup di Malam sebelumnya, tentunya Mama akan merasa lebih aman.

Jika ternyata supermarket atau minimarket tujuan Mama ramai, lebih baik Mama urungkan niat dan kembali lagi di lain waktu, ya.

5. Bawa hand sanitizer

5. Bawa hand sanitizer
Youtube.com/Syracuse.com

Bawa hand sanitizer, atau cairan antiseptik yang telah dicampur air, setiap Mama bepergian. Ini tentu lebih efektif mengenyahkan segala macam virus yang menempel di tangan, setelah berbelanja.

Lebih baik mama menggunakan hand sanitizer dibandingkan dengan menggunakan sarung tangan.

Karena jika Mama yang bersarung tangan memegang benda terkontaminasi virus, saat memegang benda lain tanpa menggunakan hand sanitizer terlebih dahulu karena merasa aman, Mama sama saja telah menyebarkan virus itu.

Editors' Picks

6. Lap pegangan troli

6. Lap pegangan troli
Youtube.com/Syracuse.com

Nah, setelah Mama sampai di supermarket, lap dahulu pegangan troli yang akan Mama gunakan untuk berbelanja, dengan cairan disinfektan atau antiseptik.

Pegangan troli tentu saja merupakan media yang memiliki risiko besar bagi persebaran virus.

Walaupun bisa jadi petugas sudah membersihkannya, tak ada salahnya Mama membersihkannya kembali. Termasuk sekeliling tepian troli, untuk berjaga-jaga jika Mama lupa dan memegangnya saat berbelanja.

7. Jangan ambil barang dan mengembalikannya lagi

7. Jangan ambil barang mengembalikan lagi
Freepik/pressfoto

Ini termasuk pentingnya perencanaan, terkait daftar belanjaan yang akan Mama ambil di supermarket. Jika ternyata Mama ragu saat membeli suatu barang, jangan ambil barang itu lalu mengembalikannya lagi ke rak.

Mama tak pernah tahu apakah barang tersebut tarpapar virus atau tidak. 

Dan, "Jika kamu adalah carrier, bisa jadi malah kamulah yang meletakkan virus di barang tersebut," dan bisa saja berpindah ke orang lain, Jeffry mengingatkan.

8. Sesedikit mungkin memegang barang

8. Sesedikit mungkin memegang barang
Youtube.com/Syracuse.com

Jefrry menyarankan agar Mama menggunakan penghalang seperti plastik pembungkus buah saat memegang pegangan lemari pendingin untuk mengambil yogurt atau susu kotak dingin.

Mama juga bisa menggunakan tisu agar lebih ramah lingkungan, atau segera menyemprotkan cairan sanitizer/antiseptik ke telapak tangan setelah memegang handle tersebut. Hal ini akan membuat Mama terhindar dari persebaran virus.

Intinya, "Usahakan sesedikit mungkin memegang barang," tegas Jeffry.

9. Minimalkan waktu di supermarket

9. Minimalkan waktu supermarket
Pixabay/Free-Photos

Saat Mama telah tahu benda apa saja yang akan Mama beli, cepat-cepatlah mengumpulkannya saat Mama tiba di supermarket. Ini juga salah satu guna daftar belanja yang Mama buat.

Ingat-ingatlah lorong apa saja yang akan Mama lewati berikutnya dan di mana barang yang Mama butuhkan, agar Mama tak usah bolak-balik mengambil barang.

"Minimalkanlah waktu di supermarket," Jeffry mengingatkan, agar risiko terpapar virus semakin kecil.

10. Jaga jarak

10. Jaga jarak
Youtube.com/Syracuse.com

Perhatikan jarak Mama dengan pembelanja lainnya di sekitar Mama. Saat suatu lorong di antara rak belanja ternyata padat, tunggulah sebentar agar tak banyak orang di sana.

Saat Mama selesai berbelanja dan hendak mengantre di kasir, jagalah jarak minimal dua troli dari pengunjung di belakang dan depan Mama.

Berilah pengertian pada orang di belakang Mama jika ternyata ia tak menjaga jarak.

11. Lakukan transaksi nontunai

11. Lakukan transaksi nontunai
Youtube.com/Syracuse.com

Ingat, Ma, usahakan agar Mama sesedikit mungkin menyentuh uang tunai. Usahakanlah agar Mama tak perlu melakukan transaksi dengan menggunakan uang. Karena uang juga merupakan salah satu media tempat berpindahnya virus. Gunakan kartu kredit, fasilitas debit, atau sistem pembayaran via pindaian dengan menggunakan ponsel.

12. Bersihkan tangan dan ponsel seusai berbelanja

12. Bersihkan tangan ponsel seusai berbelanja
Pixabay/Stock Snap

Sesaat setelah kembali ke mobil atau motor dan meletakkan barang, jangan lupa bersihkan dahulu tangan dan ponsel Mama sebelum lanjut pulang ke rumah. Gunakan cairan sanitizer atau cairan campuran antiseptik.

Jika Mama sedang berhemat sanitizer atau antiseptik karena jarang tersedia di pasaran, bawalah sabun dan air mentah dalam botol bekas. 

Jika tak sempat mampir ke tempat cuci tangan di supermarket, cucilah tangan Mama di atas saluran air atau tempat yang sekiranya memungkinkan, sebelum pulang ke rumah.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, semoga Mama bisa merasa lebih aman dalam berbelanja.Ketahui tips-tips lain yang bisa Mama lakukan terkait virus Covid-19.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.