Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Tren Ramen Instan di Indonesia, Bisa Disajikan Praktis di Rumah.jpg
Dok. Ramen YES

Intinya sih...

  • Ramen instan menjadi tren di Indonesia

  • Gaya hidup hemat mendorong popularitas ramen instan

  • Ramen YES menghadirkan inovasi mi lurus pertama di Indonesia

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Siapa yang nggak suka ramen? Kuliner asal Jepang ini menjadi salah satu makanan yang paling dicari oleh orang Indonesia, bukan tanpa alasan. Negara Jepang juga kini menjadi destinasi liburan nomor satu yang paling disukai oleh masyarakat Indonesia. 

“Dari survei, negara Jepang itu terpilih menjadi destinasi nomor satu sebanyak 39%. Nah, kenapa sih emang orang Indonesia itu suka banget ke Jepang? Nah, ternyata memang orang-orang itu emang dia suka karena budayanya,” ungkap Yohana Adityarini, Brand Manager Ramen YES (WINGS Group) dalam acara bertajuk Press Conference Peluncuran Ramen YES di Jakarta Selatan pada Rabu, (14/1/2026). 

Yohana juga menambahkan bahwa selain budayanya, Jepang dikenal sebagai surganya makanan. Masakan Jepang sendiri sudah sangat populer di Indonesia, sehingga tak heran kalau ketika berkunjung ke Jepang, makanan yang paling banyak dicari wisatawan Indonesia adalah ramen.

Antusiasme besar terhadap ramen membuat tren ini terus berkembang di Indonesia. Kini, Mama bisa menikmati ramen ala Jepang langsung di rumah tanpa antre lama, apalagi dengan hadirnya ramen instan yang praktis disajikan.

Berikut Popmama.com rangkum inovasi dan tren terbaru ramen instan yang bisa Mama coba sendiri di dapur.

Tren Gaya Hidup Hemat (Cost-Saving)

Dok. Ramen YES

Di tengah kondisi ekonomi saat ini, banyak keluarga mulai membatasi makan di luar rumah namun tetap mencari hiburan yang terjangkau (affordable entertainment).

Mama pasti setuju, ramen mudah diterima di lidah orang Indonesia karena rasanya mirip makanan berkuah tradisional seperti soto atau bakso. Ditambah, sebagian besar masyarakat memang pencinta mie, sehingga kombinasi kaldu ayam atau sapi terasa sangat pas.

“Apalagi 96% orang Indonesia tuh suka banget noodle, suka banget mi gitu. Jadi emang cocok banget nih secara keseluruhan ramen dengan lidah orang Indonesia,” ujar Yohana. 

Kini, banyak keluarga memilih memasak di rumah namun tetap ingin merasakan pengalaman makan yang seru dan menyenangkan. Kondisi ini membuat ramen instan dari Ramen YES jadi solusi praktis, dengan harga yang sangat bersahabat, sekitar Rp3.000 hingga Rp3.500.

Inovasi Mi Lurus Pertama di Indonesia

Dok. Ramen YES

Mama, biasanya mi instan di tanah air identik dengan bentuk yang keriting, bukan? Nah, kini hadir Ramen YES sebagai mi instan ramen pertama di Indonesia yang mengusung konsep mi lurus (straight noodles). 

Inovasi ini terinspirasi dari kebiasaan di Jepang, di mana mie lurus sangat digemari untuk memberikan pengalaman makan yang lebih autentik layaknya sedang menyantap hidangan langsung di restoran. 

Tekstur mi yang kenyal, dirancang sedemikian rupa agar Mama dan keluarga bisa merasakan sensasi makan ramen yang premium namun tetap praktis disiapkan di dapur sendiri. 

“Nah, untuk memberikan experience yang lebih otentik lagi, yang lebih benar-benar kayak kita makan di restoran ramen gitu ya, kita membawa mie yang lurus, yang kenyal, yang benar-benar bikin experience kita tuh otentik,” jelas Yohana. 

Serunya Budaya "Slurping" di Meja Makan

Freepik

Dengan mie lurus dari Ramen YES, Mama bisa mengajak keluarga mencoba budaya ‘slurping’, yaitu menyeruput mie dengan suara.

Di Jepang, cara ini dianggap cara terbaik untuk mendinginkan mie sekaligus memastikan setiap helai mie terlapisi kuah kaldu yang lezat.

Selain itu, slurping juga menjadi bentuk penghargaan kepada yang memasak, membuat pengalaman makan ramen lebih menyenangkan dan interaktif di meja makan keluarga.

“Jadi di Jepang ada budaya ‘slurp’, menyeruputnya gitu. Nah, jadi kalau misalkan kita makan ramen, kalau kita seruput itu kita kayak berterima kasih juga ke yang sudah masak dan juga kita kayak ini ramennya enak. Jadi, kalo semakin ‘slurp’ gitu artinya semakin enak banget,” ungkap Michiko, salah satu personel girlband Lemon. 

Mencicipi Kelezatan Khas Kota Hakata dan Tokyo di Rumah

Dok. Ramen YES

Kini Mama tidak perlu jauh-jauh ke Jepang untuk merasakan perbedaan rasa antar kota. Inovasi ramen instan saat ini menghadirkan varian legendaris:

  • Hakata Chicken Ramen

Menghadirkan ciri khas kota Hakata dengan kuah pahitan yang berwarna putih, kental, creamy, dan kaya akan rasa umami. Sangat pas dinikmati untuk menghangatkan suasana saat cuaca dingin atau hujan. 

  • Tokyo Chicken Yakitori

Untuk pecinta ramen tanpa kuah (dry ramen), varian ini menggabungkan rasa manis, gurih, dan aroma smoky khas sate ayam Jepang (yakitori) yang sangat populer di Tokyo.

Agar pengalaman makan di rumah semakin mirip dengan di restoran, Ramen YES sudah menyertakan topping crispy tempura dalam kemasannya. Tekstur crunchy dari tempura ini memberikan sensasi makan yang lebih lengkap dan mewah bagi si Kecil dan Papa. 

Jaminan Halal dan Aman

Wikipedia

Meski di Jepang banyak ramen yang tidak bersertifikat halal, di Indonesia Mama tidak perlu khawatir. Berbagai inovasi menghadirkan ramen instan yang 100% halal dan sudah terdaftar di BPOM, sehingga aman untuk seluruh anggota keluarga.

Dengan jaminan ini, Mama bisa menyajikan ramen lezat dan praktis di rumah tanpa khawatir soal kehalalan atau keamanan konsumsi, tetap nyaman dinikmati semua anggota keluarga.

Nah, itu dia informasi seputar tren ramen instan. Kini, menciptakan suasana kedai ramen Jepang di rumah menjadi lebih mudah, praktis, dan hemat. Yuk, ajak si Kecil dan Papa menikmati ramen hangat akhir pekan ini, Ma!

FAQ Tentang Ramen

Ramen itu terbuat dari apa?

Tepung terigu, minyak nabati, dan rempah-rempah.

Apa ciri khas ramen Jepang?

Bentuk mi nya yang tipis dan juga berwana kuning.

Isi ramen apa saja?

Topping klasiknya meliputi telur rebus (ajitama), irisan daging Chashu (beef atau ayam), Nori (rumput laut kering), daun bawang, rebung (menma), dan jamur (shiitake, kuping).

Editorial Team