Apakah Penis Kecil Bisa Bikin Kesuburan Pria Menurun?

Apakah jadi susah punya anak kalau penisnya kecil?

24 Januari 2020

Apakah Penis Kecil Bisa Bikin Kesuburan Pria Menurun
Freepik

Menurut catatan kesehatan, ukuran rata-rata penis pria dewasa yang disepakati adalah 13,5 centimeter dalam keadaan ereksi. Bagi pria Indonesia, ukuran penis rata-rata adalah 12 cm saat ereksi. 

Lalu, sebenarnya penis bisa dikatakan mikropenis jika ukurannya sebesar apa? 

Orang enggan membahas ini, tapi kamu perlu mengetahui tentang kebenaran atau hanya mitos jika mikropenis bisa menganggu kesuburan pria.

Berikut Popmama.com bahas mikropenis lebih lanjut.

1. Apa itu mikropenis?

1. Apa itu mikropenis
Freepik/pressfoto

Istilah “mikropenis”, atau dalam bahasa medis disebut juga sebagai microphallus.

Mikropenis adalah kondisi ini biasanya  bisa didiagnosis saat lahir. Kondisi ini dapat disebabkan karena kadar hormon yang tidak teratur selama trimester ketiga kehamilan. Sebutan mikropenis tepat ditujukan jika panjang rentangan penis kurang dari 2,5 saat  tidak ereksi standar deviasi (SD) di bawah rata-rata. 

Umumnya, mikropenis secara kasat mata kelihatan normal, namun sebenarnya batang penis terlihat pendek.

2. Cara menghitung ukuran penis

2. Cara menghitung ukuran penis
Freepik/Sergeycauselove

Cara paling tepat untuk mengukur penis pria tidak dilakukan saat ereksi, tapi justru pada saat sedang tidak ereksi. 

Saat layu memang kelihatannya memendek dan jika disentuh mungkin sangat peka. Namun jika ingin menghitung sendiri, mungkin bisa dicoba.

Teknik ini disebut dengan SPL (Stretched Penis Length), metode pengukuran penis yang paling dapat diandalkan.

Pertama-tama, regangkan penis  yangyang sejauhsedang tidak ereksi secara perlahan-lahan. 

Lalu bagian mana yang diukur?

Ukur panjangnya mulai dari pangkal tulang kemaluan sampai ujung kepala penis menggunakan penggaris elastis atau tali meteran. Jangan hanya mengukur dari persimpangan penis dan buah zakar untuk mendapatkan angka akuratnya.

Skor SPL adalah jarak yang terbentang diukur angkanya, yaitu yang kamu dapat dari pangkal tulang kemaluan hingga ke ujung kepala penis. Semakin besar angka SPL seorang pria,  maka semakin panjang pula ukuran penisnya saat ereksi, ddemikian dilansir dari WebMD.

Jika kamu mendapatkan angka 12 centimeter dengan kisaran plus/minus 1,5 cm maka itu masih termasuk normal. Jangan ketakutan dulu dengan angka yang si Papa miliki. 

Jika ternyata angka kamu lebih kecil dari ini, kamu mungkin memiliki mikropenis. 

Manurut laman News Medical, 1 dari 200 pria memiliki penis yang super kecil. Semoga bukan si Papa salah satunya ya Ma.

Menurut statistik SPL, hanya ada 0,6% pria di dunia ini yang memiliki penis besar dengan panjang ereksi sampai 17,5 centimeter atau lebih. Ukiran itu juga bukan angka yang umum bagi pria Indonesia.

Editors' Picks

3. Penyebab penis kecil (mikropenis)?

3. Penyebab penis kecil (mikropenis)
Freepik

Ketahui penyebabnya agar si Papa bisa melakukan pencegahan, waspadalah!

  • Obesitas

Kebanyakan kasus penis kecil berasal dari penyebab sekunder seperti penumpukan lapisan kulit dan lemak di area pinggang serta genital akibat kelebihan berat badan atau obesitas.

Penis akan tertutupi oleh perut buncit sehingga tampak kecil jika dilihat dari atas, padahal mungkin sebenarnya penis si Papa berukuran normal sesuai skor SPL. Kondisi ini disebut buried penis, atau penis terkubur.

  • Inconspicuous penis

Penis kecil juga bisa disebabkan oleh kondisi yang disebut inconspicuous penis alias penis tersembunyi. Hal ini membuat sulit untuk membedakan di mana ujung buah zakar berakhir dan pangkal penis dimulai.

Kondisinya buah zakar terhubung ke bagian bawah penis sehingga penis tertarik ke dalam.

  • Kelainan genetik

Kedua kondisi di atas lebih umum ditemukan dibandingkan dengan penyebab penis kecil yang sebenarnya, yaitu kelainan genetik. 

Penis mulai berkembang di rahim saat janin berusia 8 minggu sampai ke-12. 

Selama kehamilan trimester dua dan ketiga, hormon seks pria akan membuat penis untuk bertumbuh ke panjang normalnya. 

Faktor-faktor yang mengganggu produksi hormon dan kinerja hormon (seperti hipogonadisme hipogonadotropik alias kekurangan testosteron) akan memengaruhi pertumbuhan penis.

4. Apakah penis kecil akan memengaruhi kesuburan pria?

4. Apakah penis kecil akan memengaruhi kesuburan pria
Freepik/Jcomp

Apakah ada pengaruhnya antara ukuran penis dengan kesuburannya? Apakah yang kecil bikin jadi kirang subur?

Beberapa pria yang memiliki mikropenis juga dilaporkan memiliki jumlah sperma rendah yang bisa memengaruhi kesuburan.

Namun, ukuran penis bukanlah faktor penentu utama peluang kesuburan pria. 

Ada banyak faktor medis lainnya lagi yang lebih berperan penting terhadap kesuburan sang Suami. 

Maka sebenarnya terlepas dari besar kecil ukuran penis si Papa, kamu dan pasangan tetap berpeluang untuk memiliki anak.

Ada satu tolak ukur yang mungkin dapat dijadikan pedoman untuk mengukur peluang kesuburan pria di masa depan.

Dilansir dari BabyMed, sebuah studi terbitan Journal of Environmental Health Perspectives melaporkan jarak anogenital (AGD) mungkin lebih penting dalam menentukan kesuburan pria daripada besar penis semata.

AGD adalah jarak ukur dari lubang anus hingga ke tempat buah zakar menempel di tubuh pria. Rata-rata jarak ini adalah 5 centimeter. Studi tersebut menunjukkan bahwa jarak yang kurang dari 5 centimeter dapat mengurangi kesuburan, sementara jarak yang melebihi standar dapat berarti peningkatan kesuburan.

Namun sama halnya dengan ukuran penis yang beragam, jarak AGD setiap pria juga berbeda-beda bergantung pada bentuk fisik masing-masing orang.

5. Apakah penis kecil bisa dibikin jadi lebih besar?

5. Apakah penis kecil bisa dibikin jadi lebih besar
Freepik/schantalao

Banyak pria takut tidak bisa memuaskan pasangannya untuk urusan ranjang. Lebih jauh lagi pemahaman penis kecil sama dengan kurang subur masih melekat di pemikiran sebagian orang.

Hal ini membuat para pria dengan mikropenis berkeinginan untuk memperpanjang penis mereka. Mereka ingin memperbesar ukuran penisnya.

Jika mikropenis didiagnosis sebagai akibat dari defisiensi hormon pertumbuhan atau testosteron, dokter akan merekomendasikan terapi hormon untuk memfasilitasi pertumbuhan penis yang lebih optimal. 

Terapi hormon disebut dapat membantu anak-anak dan remaja mencapai ukuran penis normal ketika beranjak dewasa nanti, dan dilaporkan memiliki aktivitas seksual yang juga normal.

Pada kasus-kasus di mana seseorang tidak responsif terhadap terapi hormon, pembedahan medis menjadi langkah terakhir bagi remaja pria dan dewasa. 

Operasi pembesaran penis menggunakan implan silikon subkutan (di bawah jaringan kulit) agar dapat meningkatkan panjang dan ketebalan penis kadang juga ditempuh agar mencapai ukuran penis yang diharapkan. 

Nah, itulah penjelasan tentang mikropenis. Jangan takut jika pasangan kamu memiliki mikropenis karena tetap berpeluang untuk memiliki keturunan.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.