Cegah Kanker, Ini 7 Cara Barbeque di Malam Tahun Baru yang Lebih Sehat

Jangan sampai salah, Ma

31 Desember 2020

Cegah Kanker, Ini 7 Cara Barbeque Malam Tahun Baru Lebih Sehat
Unsplash/amirali mirhashemian

Seperti sudah menjadi tradisi, saat malam pergantian tahun banyam orang memilih untuk melakukan pesta barbeque. Menu bakar-bakaran biasanya tak luput berbahan seafood, sosis, daging, ayam, sampai jagung bakar.

Semua bisa dibuat sesuai selera. Apakah kamu juga salah satu yang hobi pesta barbeque di malam tahun baru?

Berikut Popmama.com telah merangkum cara memasak barbeque yang benar dan lebeh sehat sehingga kamu bisa mencegah kanker. Perlu diingat Ma, bagian yang terbakar dan menghitam hingga seperti arang dan terasa pahit kalau dimakan itu berbahaya untuk tubuh. 

Selain itu, ahli gizi DR. dr. Tan Shot Yen, M.Hum., menjelaskan bahan makanan yang diproses dengan suhu tinggi itu dapat memicu terbentuknya senyawa kimia berbahaya pada tubuh kita.

Senyawa heterocyclic amine (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH) terbentuk saat produk protein yang menghasilkan asam amino terpapar suhu tinggi.

"Bukan cuma yang dibakar api langsung, tapi juga yang digoreng. HCA dan PAH membuat sel berubah sampai mutasi DNA. Ini berisiko sebagai cikal bakal kanker," jelasnya beberapa waktu lalu.

Jadi nggak bisa sembarangan nih, Ma. Kamu harus bisa mengolahnya dengan tepat dan pastikan kamu barbeque dengan cara yang lebih aman.

Biar nggak salah, simak yuk!

1. Perhatikan perubahan suhu saat memasak

1. Perhatikan perubahan suhu saat memasak
Pixabay/Dana Tentis

dr. Tan Shot Yen, menyarankan untuk makan jenis makanan dengan suhu yang stabil. 

"Masakan yang dipanggang dengan oven bersuhu stabil, aman. Jaga suhunya tidak tinggi sekali," paparnya.

Mengolah makanan dengan cara dibakar dengan api atau memasak dengan panci sama-sama membuat daging merah, unggas, atau ikan memiliki risiko berbahaya untuk dikonsumsi jika diolah dengan suhu tinggi.

Biar lebih aman, olah masakan dengan suhu yang rendah, sehingga ditingkatkan perlahan jadi panasnya merata.

Alternatif lainnya, turunkan suhu pemanggang. Biarkan panas merata pada bahan makanan yang sedang dimasak.

2. Bakar pakai daun lebih baik

2. Bakar pakai daun lebih baik
steemit.com

Membakar seperti pepes itu lebih baik. Bahan makanan tidak langsung bertemu dengan api dan panasnya bara. 

dr. Tan Shot Yen, menyarankan daging yang akan disajikan dalam barbeku direndam dengan bumbu seperti pepes.

Mau bakar daging, lebih baik dibalut dengan daun dan hindari kontak langsung dengan api. 

Editors' Picks

3. Tambahkan bumbu sesuai selera

3. Tambahkan bumbu sesuai selera
Pixabay/ulleo

Barbeque dengan memarinasinya terlebih dulu bisa membuat masakan terasa lebih enak. Tidak masalah untuk mencampurkan rempah-rempah di dalam  rendaman bahan barbeque.

Campuran bumbu halus kunyit, jahe, bawang, kemiri, salam, laos dan sereh bisa menperkuat rasa.

Bumbu rempah tersebut dapat menekan pembentukan HCA. Selain itu, rempah-rempah tadi mengandung asam antioksidan polifenol, asam karnosik dan karnosol yang baik bagi tubuh.

Sudah tahu ya, olesan margarin saja tidak cukup baik untuk pesta barbeque kamu bersama keluarga.

4. Hindari daging olahan

4. Hindari daging olahan
Freepik

Hindari berbagai jenis daging olahan yang dijual bebas seperti bacon, ham, pastrami, salami, sosis, sampai pepperoni.

Pengawet yang terkandung dalam daging olahan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Zat tersebut dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal karena merusak struktur DNA setelah dikonsumsinya.

5. Perhatikan jumlah daging merah yang kamu konsumsi

5. Perhatikan jumlah daging merah kamu konsumsi
Pixabay/RitaE

Batasi konsumsi daging merah maksimal tiga kali penyajian setiap pekan atau tak lebih dari 170 gram per minggu.

Kamu bisa mengganti dengan bahan lain seperti barbeque ayam bebas lemak atau ikan yang lebih minim risiko kankernya.

6. Buang bagian lemak hewani

6. Buang bagian lemak hewani
Unsplash/José Ignacio Pompé

Pada tahap persiapan, jangan lupa singkirkan lemak hewani saat membersihkan.

Kanker bisa disebabkan oleh polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH) yang terbentuk dari asap pembakaran dari lemak daging merah, ungas, atau ikan.

Hilangkan lemak untuk menurunkan paparan PAH dalam makanan yang dipanggang.

7. Hidangkan buah dan sayur

7. Hidangkan buah sayur
Pixabay/LC-click

Kamu perlu menambahakn buah dan sayur juga nih, Ma. Tidak cukup jika hanya menghidangkan makanan dengan kandungan kaya protein saja. 

Keluarga kamu juga memerlukan buah dan sayur untuk melengkapi nutrisi dalam hidangan.

Buah dan sayur sangat baik untuk menaikkan imunitas dan menangkal penyakit. Ini baik untuk mencegah kanker juga, Ma.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.