3 Masalah yang Sering Terjadi Jika Anak Terlalu Banyak Makan Manis

Jangan sampai terjadi!

11 Februari 2019

3 Masalah Sering Terjadi Jika Anak Terlalu Banyak Makan Manis
Freepik

Bukan hanya anak kecil, orang dewasa juga banyak yang menyukai makanan manis. Gemar makan manis biasanya dikarenakan orang tersebut sudah membiasakannya dari kecil.

Misal, biasa minum teh manis dengan gula 2 sendok makan, maka ia akan terbiasa dengan tingkatan rasa manis yang seperti itu. Tidak menutup kemungkinan akan ditambahkan jumlah gulanya, jika merasa rasa manis di level tersebut sudah biasa.

Kadang tubuh butuh yang lebih dari itu, akhirnya ditambah lagi dan malah jadi semakin manis.

Nah, kebiasaan konsumsi manis-manis ini yang harus Mama batasi saat menyajikan makanan dan minuman untuk si Kecil.

Kenapa makan manis harus dibatasi?

Bukankah gula itu sumber energi? Ya, betul sekali gula itu sumber energi.

Jatah glukosa yang aman masuk ke dalam tubuh itu sekitar 3 sendok teh, jika asupan gula harian berlebih maka insulin akan sibuk mengolah glukosa yang masuk supaya gula darah tetap di bawah 100 saja.

Insulin yang bekerja sehingga kadar glukosa dalam darah tidak berlebihan dan glukosa diubah menjadi energi.

Namun, jika glukosa yang masuk ke dalam tubuh terus bertambah dan bertambah secara berlebihan maka insulin juga perlu bekerja berkali-kali lebih keras. Pankreas dipaksa terus menerus untuk dapat menghasilkan insulin.

Sangat berbahaya jika minuman dan makanan manis terus-menerus masuk ke mulut!

Insulin dipacu untuk kerja keras, energi meningkat secara berlebih kemudian orang yang kebanyakan makan manis bisa mengalami sugar rush. Hiperaktif dan hipersensitif adalah akibat yang mungkin terjadi jika seseorang terlalu banyak konsumsi gula.

Lebih bahaya lagi jika si Kecil sudah terlalu banyak makan manis lalu badannya tidak mau bergerak atau tidak melakukan aktivitas fisik yang sesuai.

Berikut ini Popmama.com sebutkan 3 penyakit yang mungkin terjadi jika anak terlalu banyak makan manis.

1. Obesitas

1. Obesitas
Freepik

Obesitas adalah kondisi berat badan yang bertambah dan secara hitungan sudah melampaui angkat kelebihan berat badan semestinya yang disebabkan asupan kalori dan glukosa yang masuk ke dalam tubuh lebih banyak daripada yang dibakar. 

Obesitas dapat menjadi penyakit genetik yang bisa diturunkan dari anggota keluarga yang sebelumnya. Bisa dilihat kembali, mungkin telah ada yang mengidapnya lebih dulu. 

Pada anak obesitas, ada kecenderungan  yg disebabkan oleh keluarga yang membentuk pola makan dan gaya hidup berlebihan di keseharian sehingga memicu seseorang anak mengalami obesitas.

Baca juga:  Anak Terlanjur Obesitas? Berikut 6 Cara Mengatasinya!

Editors' Picks

2. Gigi berlubang

2. Gigi berlubang
Freepik

Habis makan lalu lupa sikat gigi sebelum tidur. Inilah yang sering terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa.

Bayangkan jika menjelang tidur yang dikonsumsi adalah segala sesuatu yang manis-manis. Bakteri akan berkembangbiak dalam mulut dengan sangat cepat. Bau mulut akan segera berubah dan gigi jadi berlubang. 

Bagaimana terjadinya proses gigi berlubang?

Setiap kali Anda mengonsumsi makanan bergula atau bertepung, plak menjadi lebih lengket dan jika dibiarkan, cepat atau lambat  akan mengeras menjadi tartar atau disebut juga karang gigi.

Bakteri pada plak atau tartar, memproduksi asam yang akan mendemineralisasi email luar dan keras gigi. Ini akan menghasilkan titik halus atau lubang pada gigi yang disebut gigi berlubang. 

Jika lubang kecil tersebut tidak diselamatkan makan lubang bisa semakin dalam dan mengenai saraf gigi dan rasanya sangatlah sakit.

Ini yang paling tidak enak dari kebiasaan terlalu banyak makan manis.

Baca juga: Ini Cara Mengatasi Gigi Berlubang pada Anak

3. Diabetes dan Hiperglikemia

3. Diabetes Hiperglikemia
Freepik/freepic_diller

Hiperglikemia adalah kelebihan gula darah tingkat tinggi. Salah satu bentuk komplikasi dari diabetes.

Faktor yang dapat memicu diabetes mengalami hiperglikemia yaitu makanan yang tidak dijaga, kurang gerak, obat-obatan nondiabetes yang bisa menaikkan gula darah, dan melewatkan konsumsi obat penurun gula darah seperti suntik insulin.

Hiperglikemia bisa jadi masalah kesehatan yang berakibat fatal jika tidak segera ditangani dengan baik. 

Umumnya, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi pada mata, ginjal, saraf, dan juga jantung. 

Tak hanya itu, hiperglikemia juga bisa menyebabkan orang tersebut mengalami kehilangan kesadaran bahkan koma.
 
Itulah penyakit yang bisa terjadi pada si Kecil jika mereka terlalu banyak makan manis. Batasi dengan cara memperbaiki pola makan anak mama. Orangtua memiliki peran penting untuk kesehatan anak-anak. Semangat Ma!

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!