Wajib Tahu, Ini Rekomendasi Waktu Bermain Anak Menurut WHO dan AAP

Jangan sampai anak kurang waktu bermain dan juga kebablasan ya, Ma

19 Agustus 2019

Wajib Tahu, Ini Rekomendasi Waktu Bermain Anak Menurut WHO AAP
Pexels.com/pixabay

Bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi anak. Di masa kanak-kanak, bermain bukan hanya untuk rekreasi, tetapi juga menjadi kesempatan anak untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya dan berinteraksi dengan orang lain.

Anak yang dilarang bermain ternyata berpengaruh pada proses perkembangan psikososialnya. Bahkan menurut World Health Organization (WHO), anak di bawah usia lima tahun harus banyak bermain, cukup tidur dan belum waktunya memiliki screen time yang akan menghambat aktivitas fisiknya. 

Anjuran ini erat kaitannya dengan fakta yang ditemukan oleh WHO. Anak yang jarang aktif terlibat dalam permainan fisik, berisiko tinggi mengidap obesitas atau kelebihan berat badan. Hal ini berisiko menimbulkan masalah kesehatan kronis di masa depan sehingga tindakan pencegahan perlu dilakukan sejak dini.

Lalu, bagaimana menerapkan waktu bermain yang tepat agar tidak kurang apalagi kebablasan? Nah, berikut ini Popmama.com merangkum rekomendasi dari WHO dan AAP yang perlu diketahui orangtua: 

Bayi Berusia Kurang dari 1 Tahun

Bayi Berusia Kurang dari 1 Tahun
Freepik/freepic.diller
  • Tidak ada screen time, tetapi mulai dibiasakan untuk melakukan aktivitas membaca dan bercerita
  • Ajak bayi untuk melakukan berbagai aktivitas fisik setidaknya 30 menit sehari. Misalnya dengan bermain dan merangkak di lantai untuk mengembangkan otot-otot geraknya
  • Jangan membiasakan bayi duduk di stroller atau kursi bayi lebih dari 1 jam dalam satu periode
  • Waktu tidur yang disarankan untuk bayi yang berusia kurang dari tiga bulan adalah 14 hingga 17 jam sehari, termasuk waktu tidur siang.
  • Untuk bayi berusia empat hingga 11 bulan, waktu tidurnya menjadi 12 hingga 16 jam per hari, termasuk tidur siang. 

Balita Berusia 1-2 Tahun

Balita Berusia 1-2 Tahun
Freepik/Peoplecreations
  • Tidak ada screen time, baik TV maupun gadget hingga balita berusia 2 tahun 
  • Saat memasuki usia 2 tahun, si Kecil mulai boleh berkenalan dengan aktivitas layar maksimal 1 jam sehari. Kurang dari itu lebih baik
  • Perbanyak aktivitas membaca dan bercerita untuk mengasah kecerdasan otaknya
  • Ajak si Kecil untuk melakukan aktivitas fisik baik dengan intensitas sedang dan kuat setidaknya 3 jam sehari
  • Jangan membiasakan bayi duduk di stroller atau kursi bayi lebih dari 1 jam dalam satu periode
  • Waktu tidur yang disarankan untuk balita di usia ini adalah 11 hingga 14 jam sehari, termasuk waktu tidur siang.

Editors' Picks

Anak Prasekolah Usia 3-4 Tahun

Anak Prasekolah Usia 3-4 Tahun
Freepik
  • Anak prasekolah diperbolehkan screen time maksimal satu jam sehari. Kurang dari itu lebih baik.
  • Orangtua disarankan mendorong anak melakukan aktivitas membaca dan bercerita sebagai aktivitas rutin pada rentang usia ini
  • Orangtua disarankan membiasakan anak melakukan aktivitas fisik setidaknya tiga jam sehari, mencakup satu jam aktivitas fisik intensitas berat
  • Jangan membiasakan anak duduk di stroller atau kursi lebih dari satu jam dalam satu periode
  • Waktu tidur yang direkomendasikan adalah 10 hingga 13 jam sehari, termasuk tidur siang dengan jam tidur dan bangun yang teratur

AAP Mengizinkan Screen Time Lebih Awal, Tetapi ...

AAP Mengizinkan Screen Time Lebih Awal, Tetapi ...
Pixabay/StockSnap
Si Anak lagi ngapain ya, dengan gadget kesayangannya?

Selain WHO, American Academy of Pediatrics (AAP)  juga merekomendasikan waktu bermain untuk anak, dengan pengaturan yang lebih fleksibel. 

Berbeda dengan WHO yang benar-benar melarang screen time sebelum anak berusia 2 tahun, AAP masih mengijinkan bayi di bawah usia 18 bulan untuk melakukan aktivitas di depan layar. Tetapi dalam intensitas ringan, seperti video call dengan kerabat dekat.

Untuk bayi yang berusia 18 hingga 24 bulan, AAP memperbolehkan gadget pada anak, tetapi dalam pengawasan orangtua untuk membantu si Kecil memahami apa yang dilihatnya di layar. Sedangkan, anak-anak prasekolah usia dua sampai lima tahun, boleh memiliki screen time sendiri dengan tontonan yang berkualitas dan tentu saja harus seijin dan dengan pendampingan orangtua. Meskipun diperbolehkan, sebaiknya anak tidak terpapar gadget lebih dari 30 menit tiap harinya.

Nah,itulah rekomendasi waktu bermain anak menurut WHO dan AAP. Bagaimana menurut pendapat Mama? Seperti apa Mama menerapkan waktu dan kegiatan bermain pada anak? 

Baca Juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;