Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
6 Wisata Malam Dieng yang Eksotis untuk Dikunjungi
Wikimedia Commons/Eko Raharjo
  • Dieng menawarkan pesona malam yang memukau dengan udara sejuk, langit berbintang, dan suasana romantis di berbagai titik wisata alamnya.
  • Enam destinasi populer seperti Bukit Sikunir, Kawah Sikidang, hingga Puncak Prau menghadirkan pengalaman unik dari pendakian dini hari hingga panorama bercahaya malam.
  • Pengunjung juga bisa bersantai di area Dieng Plateau Theater sambil menikmati kuliner khas dan kehangatan kedai kopi setelah menjelajahi keindahan malam Dieng.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dataran Tinggi Dieng memang tidak pernah gagal menyihir siapa pun yang datang berkunjung. Kawasan yang dijuluki sebagai "Negeri di Atas Awan" ini menawarkan pesona alam yang asri dan udara dingin yang menyegarkan. 

Namun, tahukah Mama bahwa kecantikan Dieng tidak lantas memudar saat matahari terbenam? Justru, saat malam tiba, tempat ini berubah menjadi panggung bagi gugusan bintang dan suasana yang sulit ditemukan di tempat lain.

Daripada penasaran, berikut Popmama.com sajkan 6 wisata malam Dieng untuk dikunjungi. Yuk, simak sampai habis!

1. Bukit sikunir

Wikimedia Commons/Rachmayantos

Meskipun Bukit Sikunir lebih dikenal dengan julukan Golden Sunrise, aktivitas di sini sebenarnya sudah dimulai sejak tengah malam atau dini hari. 

Banyak keluarga yang memilih untuk memulai pendakian singkat sekitar pukul 03.00 pagi. Selama perjalanan mendaki, Mama akan ditemani oleh kerlap-kerlip lampu dari pemukiman warga di Desa Sembungan yang terlihat seperti taburan berlian dari kejauhan. 

Sembari menunggu fajar menyingsing, Mama bisa beristirahat di beberapa pos yang disediakan sembari menatap langit malam yang sangat bersih dari polusi cahaya.   

Lokasi: Desa Sembungan, Kejajar, Wonosobo, Dieng, Jawa Tengah.

Jam buka: 02.00 – 18.00 WIB

Harga tiket masuk: Rp15.000 per orang

2. Kawah sikidang

Wikimedia Commons/Jimmy McIntyre - Editor HDR One Magazine

Puas menikmati ketinggian, mari kita beranjak ke wahana yang lebih modern di kawah sikidang. Belakangan ini, kawah sikidang telah bersolek dengan hadirnya boardwalk kayu yang panjang dan estetik. 

Saat sore menjelang malam, lampu-lampu di sepanjang jembatan kayu ini mulai dinyalakan, menciptakan jalur bercahaya yang menembus uap belerang. Pemandangan ini sangat instagrammable dan memberikan kesan futuristik di tengah alam yang liar.

Lokasi: Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.

 Jam buka: 07.00 – 17.00 WIB (Sering kali diperpanjang saat musim festival/liburan).

 Harga tiket masuk: Rp15.000 (Tiket terusan dengan Candi Arjuna).

3. Batu pandang ratapan angin

Wikimedia Commons/Tirta Indah Perdana

Setelah dari kawah, bagaimana kalau kita melihat telaga warna dari perspektif yang berbeda? 

Batu Pandang Ratapan Angin adalah titik terbaik untuk menikmati pemandangan malam di kawasan Dieng dari ketinggian. Saat hari mulai gelap, Mama bisa melihat pantulan sisa cahaya di permukaan telaga warna dan telaga pengilon. 

 Lokasi: Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

 Jam buka: 06.00 – 18.00 WIB.

 Harga tiket masuk: Rp10.000-Rp15.000 per orang.

4. Telaga warna

Wikimedia Commons/Jimmy McIntyre - Editor HDR One Magazine

Menikmati tepi telaga warna saat senja menuju malam juga memberikan pengalaman yang tak kalah menarik. 

Air telaga yang mengandung sulfur terkadang berubah warna sesuai dengan pantulan cahaya langit, dan saat malam tiba, permukaan airnya sering kali tertutup kabut tebal yang dramatis. 

Mama bisa mengajak keluarga berjalan santai di pinggir telaga sembari menikmati aroma pinus yang segar dan udara yang semakin mendingin.

Lokasi: Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

Jam Buka: 08.00 – 18.00 WIB.

Harga tiket masuk: Rp22.500 (Domestik).

5. Puncak prau

Wikimedia Commons/Muhammad Rinandar

Jika keluarga Mama menyukai petualangan, berkemah di Puncak Prau adalah pilihan wisata malam yang tepat. Puncak Prau dikenal memiliki area camping  yang luas dengan pemandangan langit malam terbaik di Pulau Jawa. 

Saat malam tiba, langit seolah menjadi kanvas bagi jutaan bintang, dan jika beruntung, Mama bisa menyaksikan fenomena "embun upas" atau embun yang membeku menjadi es di sekitar tenda.

Lokasi: Jalur pendakian via Patakbanteng atau Kalilembu, Wonosobo.

 Jam Buka: 24 Jam.

 Harga Tiket Masuk: Rp15.000 .

6. Area dieng plateau theater dan kedai kopi

Instagram.com/rohmatsyahru

Menutup petualangan malam, Mama bisa bersantai sejenak di sekitar area Dieng Plateau Theater. Di sini terdapat banyak kedai kopi dan warung makan yang menawarkan kuliner khas seperti mi ongklok dan tempe kemul yang hangat. 

Duduk di kedai kayu dengan tungku api di tengah ruangan adalah cara terbaik untuk mengusir rasa dingin setelah seharian mengeksplorasi wisata luar ruangan.

 Lokasi: Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

 Jam Buka: 08.00 – 21.00 WIB (Kedai sekitar biasanya buka hingga larut).

 Harga tiket masuk: gratis (Hanya membayar parkir dan pesanan makanan).

Itulah pembahasan mengenai 6 wisata malam Dieng. Semoga bermanfaat, Ma.

FAQ Seputar Wisata Malam Dieng

Puncak terdingin Dieng bulan apa?

Suhu terdingin di Dataran Tinggi Dieng biasanya terjadi pada musim kemarau, terutama sekitar bulan Juni hingga Agustus. Pada periode ini, suhu bisa turun drastis hingga mendekati 0°C pada dini hari, bahkan terkadang muncul embun es yang dikenal sebagai “bun upas”.

Ke Dieng paling bagus bulan apa?

Waktu terbaik untuk mengunjungi Dataran Tinggi Dieng adalah antara Mei dan September saat cuaca cenderung cerah dan minim hujan. Selain itu, kamu juga bisa datang saat Dieng Culture Festival yang biasanya digelar sekitar pertengahan tahun untuk pengalaman wisata yang lebih menarik

Apa bedanya Bromo dan Dieng?

Perbedaan utama antara Gunung Bromo dan Dataran Tinggi Dieng terletak pada karakter wisatanya. Bromo merupakan kawasan gunung berapi aktif dengan pemandangan lautan pasir dan sunrise yang ikonik. Sementara Dieng adalah dataran tinggi dengan kombinasi telaga, candi-candi kuno, serta fenomena alam seperti kawah dan embun es, sehingga menawarkan pengalaman wisata yang lebih beragam.

Editorial Team