Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
9 Wisata Malam Jogja yang Estetik untuk Liburan
Wikimedia Commons/CEphoto, Uwe Aranas
  • Artikel menyoroti sembilan destinasi wisata malam di Yogyakarta yang estetik dan ramah anak, menawarkan pengalaman seru tanpa terik matahari untuk liburan keluarga.

  • Dari Alun-Alun Kidul hingga Puncak Sosok, setiap lokasi menghadirkan suasana unik seperti lampion berwarna, city light memukau, hingga hiburan musik akustik yang menenangkan.

  • Tempat-tempat seperti HeHa Sky View, Bukit Bintang, dan Obelix Hills menjadi favorit karena pemandangan malamnya yang indah serta fasilitas nyaman bagi keluarga muda.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta selalu punya cara tersendiri untuk membuat siapa pun rindu dan ingin kembali berkunjung ke sana. Tak hanya memukau di bawah terik matahari, kota budaya ini justru menampilkan pesona magisnya saat matahari mulai terbenam. 

Bagi Mama yang sedang merencanakan liburan bersama keluarga, mengeksplorasi destinasi kota ini saat malam hari bisa menjadi alternatif aktivitas yang tidak kalah seru dan pastinya bebas dari cuaca panas.

Daripada penasaran, berikut Popmama.com sajikan 9 wisata malam Jogja yang tidak hanya estetik, tetapi juga sangat ramah untuk anak-anak. Simak sampai habis, ya!

1. Alun-Alun kidul (Alkid)

Wikimedia Commons/Sam Hidayat

Membuka perjalanan wisata malam kita, Alun-Alun Kidul atau yang akrab disapa Alkid adalah destinasi klasik yang tidak boleh terlewatkan. 

Saat malam tiba, tanah lapang ini berubah menjadi lautan cahaya berkat deretan mobil gowes atau odong-odong neon yang dihiasi lampu warna-warni. Anak-anak pasti akan sangat bergembira jika diajak berkeliling alun-alun menggunakan kendaraan unik ini.

Selain bermain odong-odong, Mama juga bisa mengajak si kecil mencoba tradisi masangin, yaitu berjalan melewati dua pohon beringin kembar dengan mata tertutup. 

Setelah lelah bermain, pinggiran alun-alun menawarkan berbagai jajanan ringan yang nikmat disantap sambil duduk santai di atas tikar. Suasana yang ramah dan penuh tawa di sini benar-benar menghadirkan kehangatan khas Jogja yang bikin rindu.

  • Lokasi: Jl. Alun-Alun Kidul, Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta.

  • Jam Buka: Buka 24 jam (paling ramai pukul 18.00 - 22.00 WIB).

  • Tiket Masuk: Gratis (hanya membayar sewa odong-odong sekitar Rp30.000–Rp50.000).

2. Jalan malioboro

Wikimedia Commons/Gunawan Kartapranata

Puas bermain di alun-alun, mari kita bergeser sedikit ke jantung kota, yaitu Jalan Malioboro. Ikon pariwisata Jogja ini kini sudah jauh lebih rapi dan sangat nyaman untuk pejalan kaki, termasuk bagi Mama yang membawa stroller bayi. 

Menikmati suasana malam di sini rasanya syahdu, ditemani alunan musik jalanan dari para musisi lokal yang berbakat dan sangat menghibur.

Mama bisa mengajak keluarga berjalan santai sambil melihat-lihat aneka kerajinan tangan, batik, dan pernak-pernik unik yang dijajakan di sepanjang jalan. 

Jika si kecil mulai lelah berjalan, menyewa andong atau becak hias untuk menyusuri jalanan legendaris ini bisa menjadi pengalaman yang sangat berkesan baginya.

  • Lokasi: Jl. Malioboro, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.

  • Jam Buka: Buka 24 jam.

  • Tiket Masuk: Gratis (harga jajanan bervariasi).

3. Taman pelangi monumen Jogja kembali (Monjali)

Instagram.com/devanthi

Beralih dari kawasan bersejarah, kita menuju ke destinasi yang penuh warna di Taman Pelangi Monjali. Tempat ini sangat cocok untuk memanjakan mata anak-anak karena halamannya dipenuhi dengan ratusan lampion berbagai bentuk dan ukuran. 

Begitu hari gelap, lampion-lampion yang dibentuk menyerupai tokoh kartun, flora, fauna, hingga bangunan ikonik dunia ini menyala terang dan menciptakan lanskap yang sangat memukau.

Taman Pelangi tidak hanya menawarkan latar belakang foto yang ciamik, tetapi juga menyediakan berbagai wahana permainan ringan yang aman untuk si kecil. 

Mama bisa menyewa bom-bom car, trampolin, hingga perahu mini untuk menambah keseruan malam di sana. 

  • Lokasi: Jl. Ring Road Utara, Jongkang, Sariharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman.

  • Jam Buka: Setiap hari (17.0023.00 WIB).

  • Tiket Masuk: Rp15.000 (Senin - Jumat) dan Rp20.000 (Sabtu - Minggu/Libur Nasional).

4. HeHa sky view

Wikimedia Commons/Indonesiagood

Menjauh sedikit dari hiruk-pikuk pusat kota, kita mendaki ke kawasan perbukitan Gunungkidul untuk mengunjungi HeHa sky view. Tempat ini merupakan salah satu pelopor restoran sekaligus taman rekreasi modern yang menawarkan pemandangan city light terbaik di Jogja. 

Konsepnya yang bertingkat dan terbuka membuat angin malam berembus sejuk, membawa kenyamanan ekstra setelah seharian beraktivitas.

HeHa sky view dipenuhi dengan berbagai spot foto instagrammable seperti teras kaca, balon udara, hingga pesawat kecil. 

Anak-anak biasanya sangat antusias berlarian di area terbuka yang beralaskan rumput sintetis. Sambil menemani si kecil bermain, Mama bisa memesan aneka hidangan hangat yang lezat untuk dinikmati bersama keluarga di area bean bag yang telah disediakan.

  • Lokasi: Jl. Dlingo-Patuk No.2, Patuk, Gunungkidul.

  • Jam Buka: Senin - Jumat, 10.00 - 21.00 WIB dan Sabtu - Minggu, 08.00 - 21.00 WIB.

  • Tiket Masuk: Rp20.000 per orang.

5. Bukit bintang

Instagram.com/objek_wisata_jogja

Masih berada di jalur yang searah dengan kawasan Gunungkidul, Bukit Bintang menawarkan pengalaman wisata malam yang sederhana tetapi bermakna. 

Tempat ini sebenarnya adalah area peristirahatan di pinggir jalan raya yang menanjak, di mana Mama bisa melihat hamparan kerlap-kerlip lampu Kota Jogja dari kejauhan bak taburan bintang. 

Suasananya yang syahdu membuat tempat ini selalu ramai disinggahi keluarga yang sedang dalam perjalanan pulang.

Di sepanjang kawasan ini, berjejer warung-warung sederhana yang menawarkan jagung bakar, roti bakar, dan minuman tradisional seperti wedang ronde atau bandrek. 

Duduk santai di kursi kayu pinggir tebing sambil mengunyah jagung bakar hangat bersama si kecil adalah definisi bahagia yang sesungguhnya.

  • Lokasi: Jl. Raya Yogyakarta–Wonosari KM 15, Patuk, Gunungkidul.

  • Jam buka: Buka 24 jam (Warung biasanya beroperasi pukul 17.00–00.00 WIB).

  • Tiket masuk: Gratis (hanya membayar makanan dan parkir).

6. Hutan pinus pengger

Instagram.com/travelapak.id_official

Bagaimana rasanya menjelajahi hutan di malam hari? Hutan Pinus Pengger di wilayah Bantul menjawab rasa penasaran tersebut dengan sangat apik. 

Jangan bayangkan hutan yang gelap dan menyeramkan, ya. Pengelola setempat telah menyulap kawasan pinus ini menjadi sangat estetik dengan pencahayaan temaram yang dramatis dan jalur pejalan kaki yang aman untuk ditapaki keluarga.

Daya pikat utamanya terletak pada instalasi seni berbahan dasar ranting pohon yang dibentuk menyerupai tangan raksasa, sarang burung, hingga piramida. Mama bisa berfoto di dalam instalasi tersebut dengan latar belakang gemerlap kota Jogja dari ketinggian. 

Udaranya sangat dingin, jadi pastikan Mama memakaikan jaket tebal pada si kecil agar ia tetap nyaman mengeksplorasi alam.

  • Lokasi: Jl. Dlingo-Patuk, Sendangsari, Terong, Dlingo, Kabupaten Bantul.

  • Jam Buka: Setiap hari, 08.00–21.00 WIB.

  • Tiket Masuk: Rp5.000 per orang.

7. Tebing breksi

Instagram.com/indrasutantoo

Bergeser ke arah timur, Tebing Breksi yang merupakan bekas area pertambangan batu kapur ini menampilkan pesona yang berbeda saat langit mulai gelap. 

Ukiran-ukiran seni berupa wayang dan naga di dinding tebingnya disorot oleh lampu tata cahaya yang ciamik, membuatnya tampak megah dan artistik. 

Pemandangan malam di sini sungguh memanjakan mata, memperlihatkan perpaduan antara karya alam dan campur tangan seniman lokal.

Area halamannya yang sangat luas membebaskan anak-anak untuk berjalan-jalan tanpa takut berdesakan. Biasanya, pada malam-malam tertentu di akhir pekan, terdapat pertunjukan live music di area amfiteaternya yang bisa ditonton sambil duduk santai. 

Terdapat pula food court yang bersih jika keluarga Mama ingin makan malam dengan suasana tebing yang eksotis.

  • Lokasi: Jl. Desa Lengkong, RT.02/RW.17, Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman.

  • Jam Buka: Senin - Minggu, 06.00 - 21.00 WIB.

  • Tiket Masuk: Rp10.000 per orang.

8. Obelix hills

Instagram.com/obelixhills

Menyusul kepopuleran spot wisata di ketinggian, obelix hills hadir sebagai destinasi wisata malam yang kekinian dan tertata dengan sangat cantik. 

Terletak di perbukitan Prambanan, tempat ini menawarkan pemandangan matahari terbenam yang perlahan berganti menjadi lanskap city light yang menakjubkan. 

Penataan areanya yang modern, dihiasi dengan lampu-lampu gantung yang memberikan kesan romantis dan hangat bagi keluarga.Mama dan keluarga bisa bersantai di atas bean bag warna-warni yang tersebar di area teras berundaknya. 

Anak-anak pasti senang bermain di area ruang terbukanya yang didesain dengan konsep tropis ini. Sembari menikmati tiupan angin perbukitan, Mama bisa memesan aneka menu Nusantara dari restoran yang ada di dalamnya, menjadikan pengalaman makan malam terasa lebih istimewa.

  • Lokasi: Klumprit, Blok I & 2, Wukirharjo, Prambanan, Kabupaten Sleman.

  • Jam Buka: Senin - Jumat, 11.00 - 19.00 WIB dan Sabtu - Minggu, 08.00 - 19.00 WIB.

  • Tiket Masuk: Rp25.000 (Senin - Jumat) dan Rp30.000 (Sabtu - Minggu/Libur Nasional).

9. Puncak sosok

Instagram.com/jogjaku

Menutup rangkaian liburan malam di Jogja, Puncak Sosok adalah tempat yang paling pas untuk bersantai melepas lelah setelah seharian berkeliling kota. 

Destinasi yang dikelola langsung oleh masyarakat desa setempat ini mengusung konsep nongkrong santai di atas bukit. 

Pemandangan panorama kota di malam hari terlihat sangat jelas dari titik ini. Yang membuat Puncak Sosok begitu digemari oleh banyak keluarga adalah sajian hiburan live music akustiknya yang syahdu dan menenangkan hati. 

Sambil mendengarkan alunan musik, Mama bisa membelikan si kecil jajanan tradisional seperti siomay, bakwan kawi, hingga jagung bakar yang harganya sangat bersahabat. 

Suasananya yang akrab dan tidak bising benar-benar akan menjadi penutup manis untuk perjalanan liburan keluarga Mama.

  • Lokasi: Jambon, Bawuran, Pleret, Kabupaten Bantul.

  • Jam Buka: Setiap hari, 15.00–23.00 WIB.

  • Tiket Masuk: Rp5.000.

Itu dia rangkuman rekomendasi 9 wisata malam Jogja yang ramah anak dan pastinya akan membuat liburan keluarga semakin berkesan. Semoga bermanfaat, Ma.

FAQ Seputar Wisata Malam Jogja

2 hari 1 malam di Jogja ke mana saja?

Untuk itinerary 2 hari 1 malam di Yogyakarta, hari pertama bisa diisi dengan mengunjungi Candi Prambanan dan menikmati sunset di Candi Ratu Boko. Malamnya, jelajahi Malioboro untuk kuliner dan belanja. Hari kedua, kamu bisa ke Keraton Yogyakarta lalu lanjut ke Pantai Parangtritis atau wisata alam lainnya.

Honeymoon Jogja kemana saja?

Untuk honeymoon di Yogyakarta, kamu bisa memilih destinasi romantis seperti Hutan Pinus Mangunan, Bukit Bintang untuk menikmati pemandangan malam, serta makan malam romantis di kawasan Malioboro atau restoran dengan view alam.

3. Titik 0 Jogja dimana?

Titik 0 Kilometer Jogja berada di pusat kota Yogyakarta, tepatnya di persimpangan antara Jalan Malioboro, Keraton Yogyakarta, dan Benteng Vredeburg. Lokasi ini menjadi salah satu spot favorit wisatawan untuk berfoto dan menikmati suasana kota.

Editorial Team