Bahaya yang Timbul Akibat Konsumsi Makanan dan Minuman Dingin

Hati-hati, mengonsumsi makanan dan minuman dingin dapat menimbulkan bahaya

24 Mei 2020

Bahaya Timbul Akibat Konsumsi Makanan Minuman Dingin
Freepik/tirachardz

Mengonsumsi makanan dan minuman dingin kadang memang enak, apalagi saat cuaca sedang panas-panasnya. Namun, Mama tetap harus hati-hati dengan bahaya yang timbul akibat konsumsi makanan dan minuman dingin.

Hal itu, dapat terjadi karena ternyata tubuh kita tidak berkembang untuk menangani makanan dan minuman dingin. Lalu, bahaya apa saja yang dapat mengintai tubuh?

Berikut Popmama.com uraikan bahaya yang timbul akibat konsumsi makanan dan minuman dingin seperti dilansir dari organicwelcome yang dapat Mama simak.

1. Menyebabkan gangguan pencernaan karena memengaruhi prosesnya

1. Menyebabkan gangguan pencernaan karena memengaruhi prosesnya
Freepik

Proses pencernaan dapat bekerja secara lancar saat makanan memiliki suhu tubuh, sekitar 100 derajat. Ketika Mama makan atau minum sesuatu yang dingin, tubuh harus menarik energi dari sistem lain untuk memanaskan makanan dengan cepat agar mudah dicerna.

Mungkin ini sebabnya makanan dingin membuat kita merasa lelah, mental menjadi suram, dan fisik terasa kaku.

Makanan dingin juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti kembung, gas, atau diare.

Pembuluh darah di perut berkontraksi ketika bersentuhan dengan makanan atau minuman dingin sehingga memperlambat aliran darah dan melemahkan respons otot yang menggerakkan makanan di sekitar perut.

Makanan yang tidak bergerak di dalam perut sulit terkena enzim pencernaan pada lambung sehingga membuatnya tidak tecerna. Itu karena proses pencernaan bergantung pada enzim pencernaan yang ada di lambung.

Editors' Picks

2. Kerusakan organ karena tidak bekerja maksimal akibat terpapar dingin

2. Kerusakan organ karena tidak bekerja maksimal akibat terpapar dingin
Freepik

Bahaya yang timbul akibat konsumsi makanan dan minuman dingin terlalu sering adalah terjadi kerusakan organ, seperti limpa, hati, atau pankreas. Itu karena aliran darah dibatasi ketika tubuh bekerja untuk menghangatkan makanan dingin sehingga dapat dicerna.

Organ-organ tersebut mungkin tidak mendapatkan energi sebanyak yang dibutuhkan untuk memainkan perannya secara efisien dalam proses pencernaan.

Untuk mengatasinya, Mama mungkin bisa mulai mengurangi konsumsi makanan dan minuman dingin.

Cobalah minum air dengan suhu ruang atau mendiamkan dulu makanan dari lemari es di luar ruangan sebelum dikonsumsi.

3. Sistem kekebalan tubuh melemah

3. Sistem kekebalan tubuh melemah
Freepik/jcomp

Sistem kekebalan tubuh juga dipengaruhi oleh seringnya terpapar makanan dingin. Ini berbahaya karena respon imun yang lemah kurang mampu melawan kuman di sekitar kita.

Sistem kekebalan tubuh juga terlalu banyak berkontribusi dalam upaya mengatasi masalah pencernaan seperti kembung, gas, infeksi bakteri, atau pertumbuhan berlebih bakteri jahat di usus.

Mengurangi jumlah makanan dan dingin yang dikonsumsi menjadi salah satu cara untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap pada jalurnya dan kurang bereaksi berlebihan terhadap rangsangan.

4. Berat badan naik akibat makanan yang tidak tecerna maksimal

4. Berat badan naik akibat makanan tidak tecerna maksimal
lifehubcenter.com

Makanan dingin kurang tecerna dengan baik sehingga tubuh kita akan kehilangan nutrisi penting jika mengonsumsinya dalam jumlah banyak. Hal ini, dapat menyebabkan kelelahan yang memberi sinyal kepada tubuh bahwa kita membutuhkan lebih banyak makanan.

Mama mungkin tanpa berpikir terus memakan camilan untuk mengisi kekosongan yang dengan cepat menyebabkan penambahan berat badan. Hati yang melemah juga akan menyimpan lebih banyak energi sebagai lemak.

5. Pembekuan otak ketika makanan dingin menyentuh sekelompok saraf

5. Pembekuan otak ketika makanan dingin menyentuh sekelompok saraf
Freepik/drobotdean

Bahaya yang timbul akibat konsumsi makanan dan minuman dingin selanjutnya adalah pembekuan otak.

Pembekuan otak terjadi ketika makanan dingin menyentuh sekelompok saraf di bagian belakang langit-langit mulut sehingga memicu sakit kepala. Rasa sakit itu akan hilang ketika ikatan saraf tersebut memanas kembali

Pembekuan otak memang tidak berlangsung lama, tetapi rasa sakitnya menyebabkan hormon stres dilepaskan ke aliran darah. Seiring waktu, stres yang menumpuk dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Oleh sebab itu, Mama dan keluarga cobalah kurangi konsumsi makanan dan minuman dingin agar sistem pada tubuh dapat bekerja secara maksimal.

Ditambah, untuk menghindari bahaya yang timbul akibat konsumsi makanan dan minuman dingin.

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.