Dokter Patologi Beri Saran Soal Persyaratan Perjalanan saat New Normal

Saran ini terkait hasil negatif PCR dan rapid test tidak menjamin bebas dari virus Covid-19

14 Juli 2020

Dokter Patologi Beri Saran Soal Persyaratan Perjalanan saat New Normal
Pexels/Skitterphoto

Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKLIn) mengajukan saran dan masukan mengenai persyaratan perjalanan orang dalam masa transisi new normal.

Hal ini, terkait dengan Perubahan Atas Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020 tentang kriteria dan persyaratan perjalanan orang dalam masa adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Pada poin nomor 2 bagian (b), menyatakan setiap individu yang melakukan perjalanan dengan transportasi umum, darat, perkeretaapian, laut, dan udara harus menunjukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif.

Atau surat keterangan uji rapid test antibodi virus SARS-CoV-2 dengan hasil non reaktif yang berlaku 14 hari pada saat keberangkatan.

PDS PatKLIn berpendapat bahwa hasil negatif maupun hasil non reaktif dari kedua uji tes tersebut tidak menjamin seseorang tidak terpapar virus SARS-CoV-2 sehingga tidak dapat dinyatakan bebas virus SARS-CoV-2.

Oleh karena itu, mereka memberikan saran dan masukan terkait kriteria persyaratan perjalanan orang dalam masa transisi new normal. Popmama.com telah menyusunnya sebagai berikut.

1. Tidak memberlakukan pemeriksaan tes PCR dan rapid test

1. Tidak memberlakukan pemeriksaan tes PCR rapid test
IDN Times/Fitria Madia

Saran mengenai persyaratan perjalanan orang dalam masa transisi new normal dari PDS PatKLIn yang pertama adalah tidak memberlakukan pemeriksaan rapid test antibodi virus SARSCoV-2 dan PCR virus SARS-CoV-2 sebagai persyaratan perjalanan orang.

Hal ini, karena tes PCR masih memiliki kemungkinan hasil negatif palsu dan waktu pengambilan swab hingga hasil PCR selesai bisa sampai 2 hari - 3 minggu sehingga akan menyulitkan pelaku perjalanan.

Begitu pula dengan rapid test, masih ada kemungkinan hasil negatif palsu dan bahkan positif palsu yang dampaknya berbahaya juga merugikan.

2. Pemeriksaan TCM atau sampel swab sebelum seseorang melakukan perjalanan

2. Pemeriksaan TCM atau sampel swab sebelum seseorang melakukan perjalanan
skillcell-alcen.com

Persyaratan perjalanan orang dalam masa transisi new normal berikutnya adalah melakukan pemeriksaan Test Cepat Molekuler (TCM) PCR virus SARSCoV-2 atau pemeriksaan antigen virus SARS-CoV-2 dengan sampel swab atau saliva.

Pemeriksaan tersebut dilakukan di stasiun atau bandara sesaat sebelum seseorang akan melakukan perjalanan.

Editors' Picks

3. Pengukuran suhu tubuh untuk menentukan boleh melanjutkan perjalanan atau tidak

3. Pengukuran suhu tubuh menentukan boleh melanjutkan perjalanan atau tidak
Popmama.com/Denisa Permataningtyas

Pengukuran ini masih harus dilakukan agar lebih akurat dalam mengetahui angka suhu tubuh seseorang demi mencegah penyebaran Covid-19.

Jika suhu tubuh aman maka seseorang boleh melanjutkan perjalanan. Namun, apabila suhu tubuh mencapai 38 derajat celcius ke atas maka orang itu dilarang untuk melanjutkan perjalanan.

4. Pengukuran saturasi oksigen

4. Pengukuran saturasi oksigen
indiamart.com

Persyaratan perjalanan orang dalam masa transisi new normal selanjutnya adalah mengukur saturasi oksigen seseorang dengan menggunakan Fingertip Pulse Oximeter.

5. Penerapan protokol kesehatan secara ketat dan benar

5. Penerapan protokol kesehatan secara ketat benar
Pexels/Polina Tankilevitch

Penerapan protokol kesehatan secara ketat dan benar merupakan persyaratan perjalanan orang dalam masa transisi new normal yang termasuk mutlak.

Siapa pun harus memakai masker dan face shield, jaga jarak, serta mencuci tangan selama dalam perjalanan.

6. Menjaga sirkulasi udara yang bersih dalam kendaraan

6. Menjaga sirkulasi udara bersih dalam kendaraan
Freepik

Persyaratan perjalanan orang dalam masa transisi new normal yang terakhir adalah menjaga sirkulasi udara yang bersih dalam kendaraan, kereta api, dan pesawat udara.

Hal ini, untuk mengurangi risiko timbulnya virus dan bakteri sehingga bersarang di dalam kendaraan yang berbahaya bagi kesehatan.

Mungkin Mama dan keluarga dapat mencoba menerapkan kriteria dan protokol kesehatan tersebut selama melakukan perjalanan meski baru sebatas saran. Ini untuk menjaga dan mengurangi risiko terpapar penyakit maupun Covid-19.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.