Panduan Aman Salat Idul Adha, Zona Merah Diimbau Lakukan di Rumah

Salat Idul Adha akan kembali digelar di masjid atau lapangan, ikuti panduan ini supaya tetap aman

30 Juli 2020

Panduan Aman Salat Idul Adha, Zona Merah Diimbau Lakukan Rumah
Dok. IDN Times/Candra Irawan

Pada masa adaptasi new normal ini, pemerintah mengizinkan salat Idul Adha 10 Zulhijah 1441 Hijriah (31 Juli 2020) digelar di tempat-tempat umum, seperti lapangan atau masjid.

Namun, hanya area yang memenuhi kriteria aman saja, terutama zona hijau. Tak hanya itu, masyarakat juga tetap harus mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan.

Untuk wilayah zona merah, Ketua Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas, mengimbau umat Islam supaya tetap mengerjakannya di rumah.

Selaras dengan hal itu, Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh juga menyarankan agar umat Islam yang lanjut usia, sakit, dan memiliki penyakit bawaan, salat Ied di rumah. Hal ini, untuk mengurangi risiko terkena Covid-19.

Bagi masyarakat yang akan salat ied di area publik, ada beberapa panduan aman yang bisa diikuti. Popmama.com akan menjabarkannya di bawah ini.

Editors' Picks

1. Kriteria yang harus dipenuhi penyelenggara salat Idul Adha supaya aman

1. Kriteria harus dipenuhi penyelenggara salat Idul Adha supaya aman
Unsplash/Artur Aldyrkhanov

Kementerian Agama telah mengeluarkan panduan Penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 H/ 2020 M menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 dalam bentuk Surat Edaran (SE) Nomor 18 Tahun 2020.

Edaran tersebut, salah satunya berisikan petunjuk protokol kesehatan penyelenggara salat Idul Adha. Beberapa kriteria di bawah ini harus di penuhi oleh penyelenggara guna meminimalisasi risiko penyebaran Covid-19.

  1. Menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan.
  2. Melakukan pembersihan dan disinfeksi di area tempat pelaksanaan.
  3. Membatasi jumlah pintu/ jalur keluar masuk tempat pelaksanaan guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan.
  4. Menyediakan fasilitas cuci tangan/ sabun/ hand sanitizer di pintu/ jalur masuk dan keluar.
  5. Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu/ jalur masuk. Jika ditemukan jemaah dengan suhu >37,5'C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan memasuki area tempat pelaksanaan.
  6. Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal jarak 1 meter.
  7. Mempersingkat pelaksanaan salat dan khotbah Idul Adha tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukunnya.
  8. Tidak mewadahi sumbangan/ sedekah jemaah dengan cara menjalankan kotak karena berpindah-pindah tangan rawan terhadap penularan penyakit.

2. Panduan aman salat Idul Adha bagi masyarakat

2. Panduan aman salat Idul Adha bagi masyarakat
Unsplash/David Monje

Selain penyelenggara, masyarakat yang berencana untuk melaksanakan salat Idul Adha di area publik diharapkan dapat mengikuti protokol kesehatan terkait penyebaran dan penularan Covid-19. Berikut panduan yang harus diikuti.

  1. Jemaah dalam kondisi sehat.
  2. Membawa sajadah atau alas salat masing-masing.
  3. Menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area tempat pelaksanaan.
  4. Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.
  5. Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan.
  6. Menjaga jarak antar jemaah minimal 1 (satu) meter.
  7. Mengimbau untuk tidak mengikuti salat Idul Adha bagi anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap Covid-19.

3. Tata cara salat Idul Adha yang harus diikuti masyarakat

3. Tata cara salat Idul Adha harus diikuti masyarakat
Freepik/rawpixel.com

Sama halnya dengan salat wajib, salat Idul Adha meskipun sunah juga ada tata cara yang harus diikuti supaya sah. Berikut uraiannya.

Rakaat pertama

  1. Membaca niat salat Iduladha seperti di bawah ini.

 أُصَلِّيْ  سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًاإِمَامًا) لِلهِ تَعَــــــــالَى

Artinya, aku berniat salat sunah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/ imam) karena Allah taala.

  1. Takbiratul ihram.
  2. Membaca doa iftitah.
  3. Takbir 7 kali dan membaca tasbih di antara setiap takbir.

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Artinya, Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.

  1. Membaca surah Al-Fatihah.
  2. Membaca salah satu surah yang dianjurkan, yaitu surah al-A'lâ.
  3. Rukuk.
  4. Iktidal.
  5. Sujud pertama.
  6. Duduk di antara dua sujud.
  7. Sujud kedua.
  8. Duduk sejenak, lalu bangkit melanjutkan rakaat kedua

Rakaat kedua

  1. Takbir 5 kali dan di antara setiap takbir membaca tasbih seperti rakaat pertama.
  2. Membaca surah Al-Fatihah.
  3. Membaca salah satu surah yang dianjurkan, yaitu surah al-Ghâsyiyah.
  4. Rukuk.
  5. Iktidal.
  6. Sujud pertama.
  7. Duduk di antara dua sujud.
  8. Sujud kedua.
  9. Duduk tasyahud akhir.
  10. Salam.

Setelah mengakhiri dua rakaat salat Idul Adha, jamaah sebaiknya tidak langsung pulang. Diutamakan untuk mendengarkan khotbah lebih dahulu hingga selesai.

Selamat Idul Adha untuk Mama dan keluarga, ya. Insya Allah selalu dilindungi Allah SWT.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.