Comscore Tracker
TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

6 Hukum Memelihara Kucing dalam Islam, Berikanlah Tempat yang Layak

Di ajaran agama Islam telah diatur terkait bagaimana manusia saat memelihara kucing

27 Desember 2022

6 Hukum Memelihara Kucing dalam Islam, Berikanlah Tempat Layak
Pexels/Pixabay

Kucing dapat diakui sebagai hewan yang sangat manis dan menggemaskan. Kelucuannya tersebut membuat banyak orang tertarik untuk merawatnya.

Di dalam ajaran agama Islam, Allah SWT mengajarkan bahwa sesama makhluk hidup harus saling mencintai dan memahami hukum keseimbangan sebagaimana tak akan bertentangan dengan hukum islam.

Hukum yang ada di dunia ini seluruhnya telah Allah SWT ciptakan agar seimbang. Hal ini dijelaskan dalam Alquran pada Q.S Ar-Rahman ayat 7-9.

Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu,"

Kucing sebagai salah satu makhluk ciptaan Allah SWT, hewan ini diketahui sangat disayangi oleh Nabi Muhammad SAW. Dahulu  Nabi Muhammad SAW memiliki kucing bernama Muezza yang dipelihara dengan penuh kasih sayang. 

Dengan begitu tak heran ketika umat manusia juga tertarik untuk memelihara hewan satu ini. Namun, ada hukum-hukum dalam Islam yang mengatur mengenai pemeliharaan hewan.

Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa hukum memelihara kucing dalam Islam.

Disimak baik-baik ya, Ma!

1. Kucing tidak untuk disembah

1. Kucing tidak disembah
Pexels/Henda Watani

Diketahui kucing memang hewan yang memiliki banyak manfaat jika dipelihara dengan baik, bahkan Nabi Muhammad SAW juga menyayangi hewan yang satu ini. 

Sudah jelas bahwa di Islam tidak ada larangan untuk memelihara kucing, asalkan dalam pemeliharaannya ia tidak disembah karena jatuhnya menjadi syirik.

Hal ini ditegaskan pada QS. Muhammad Ayat 19 yang berbunyi:

                      فَاعْلَمْ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۚ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوٰىكُمْ ࣖ

Artinya: "Maka ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan (yang patut disembah) selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu," (QS. Muhammad Ayat 19)

Ingatlah bahwa selain Allah SWT, termasuk hewan pun bukanlah sesuatu yang dapat kita sembah. Sama seperti manusia, makhluk tersebut dapat hidup di muka bumi ini atas restu dari Allah SWT.

2. Kebersihannya harus diperhatikan dan hindari dari najis

2. Kebersihan harus diperhatikan hindari dari najis
Pexels/Anna Shvets

Di dalam ajaran agama Islam, kebersihan menjadi bagian terpenting dalam kehidupan. Ketika merawat kucing selayaknya hewan pada umumnya, kucing tentu memiliki kotoran atau yang disebut dengan najis.

Hal itulah yang harus kamu perhatikan ketika memelihara kucing. Kamu perlu menghindari najis dari kucing, walau hewan tersebut boleh dipelihara. Apabila kebersihan dari kucing tak dijaga, maka najis akan tersebar di mana-mana, tentu hal ini tidak selaras dalam aturan Islam.

Terkait hal ini telah ditegaskan dalam surah QS. Al Hajj Ayat 29 yang berbunyi:

                                                           ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

Artinya: "Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah)," (QS. Al Hajj Ayat 29)

Kucing yang notabenenya hewan tidak memiliki naluri tersendiri untuk menjaga kotoran mereka. Maka diperlukan peran dari manusia sebagai pemelihara untuk menjaga kucing dari kotoran dan najis.

Tentu dalam prosesnya akan diperlukan kesabaran, ya.

Editors' Picks

3. Cintailah selayaknya hewan, jangan sampai berlebihan

3. Cintailah selayak hewan, jangan sampai berlebihan
Pexels/Cats Coming

Gemasnya kucing tak menutup kemungkinan untuk manusia bisa sangat mencintai hewan ini. Namun, segala hal yang berlebihan akan membawa dampak yang tidak baik.

Kucing memang diperbolehkan untuk dipelihara, apalagi bukan termasuk hewan buas dan bisa membahayakan makhluk lainnya. Bahkan kucing pun termasuk dalam hewan yang sangat nurut dengan majikannya.

Banyak sekali manusia yang memberikan cintanya penuh kepada kucing peliharaan. Tak jarang, saat kucing peliharaan meninggal dunia atau sakit, pemiliknya akan ikut sedih. Kesedihan yang dirasakan terkadang cukup berlebihan. Hal itulah yang dilarang dalam Islam.

Perlakukanlah kucing selayaknya hewan pada umumnya.

4. Diberikan tempat yang layak

4. Diberikan tempat layak
Pexels/Александар Цветановић

Dalam memelihara kucing, tentunya sudah menjadi kewajiban untuk memberikan tempat tinggal yang layak. Tak hanya makanan dan minuman, kucing juga membutuhkan tempat yang nyaman dan aman untuk beristirahat.

Untuk itu, berilah tempat yang layak pada kucing dan janganlah sekali-kali kamu coba memberikan tempat tinggal seperti sebuah kurungan. Dalam ajaran Islam, perlakuan tersebut termasuk dalam zalim pada makhluk Allah SWT.

Perlu kembali diingat, kucing merupakan makhluk yang memiliki nyawa dan perlu perlakuan yang layak.

5. Tidak merugikan diri sendiri atau orang lain

5. Tidak merugikan diri sendiri atau orang lain
Pexels/Ruca Souza

Saat kamu memutuskan memelihara kucing, janganlah sampai merugikan dan menganggu orang lain.

Tidak menutup kemungkinan ada orang yang tidak menyukai, merasa takut atau sering terganggu oleh hewan ini. Maka dari itu, sebelum kita memutuskan untuk memelihara kucing, coba perhatikanlah orang dan lingkungan sekitarmu.

Apakah cukup aman untuk memelihara hewan di sini atau tidak?

Meskipun dalam agama tak ada larangan, tetapi jika kucing ini sudah menganggu hingga merugikan orang lain, maka kita menjadi zalim.

Hal ini ditegaskan dalam QS. Huud Ayat 113, yakni:

                      وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

Artinya: "Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan," (QS. Huud Ayat 113)

6. Jagalah keseimbangan hidupnya sebagai makhluk ciptaan Allah SWT

6. Jagalah keseimbangan hidup sebagai makhluk ciptaan Allah SWT
Pexels/Cats Coming

Allah SWT telah menciptakan segalanya yang ada di muka bumi ini dengan seimbang. Untuk itu sebagai manusia yang merupakan salah satu ciptaan-Nya, kita harus menjaga dan merawat kucing dengan baik saat ingin memeliharanya.

Jangan biarkan kucing tersebut hidup dengan tersiksa. Sederhananya bayangkan saja, jika kamu tidak diperlakukan baik oleh sesama manusia, maka tersiksalah rasanya, begitu juga dengan kucing.

Itulah beberapa hukum memelihara kucing dalam Islam. Sebagai sesama makhluk ciptaan Allah SWT, kita perlu memperhatikan hal-hal tersebut jika ingin memelihara kucing. 

Semoga bisa memberikan pengetahuan baru ketika ingin memelihara kucing di rumah, ya. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk