5 Cara Mudah Menanam Jeruk Nipis di Rumah

Jeruk nipis adalah buah yang sangat bermanfaat lho, Ma

7 Juli 2020

5 Cara Mudah Menanam Jeruk Nipis Rumah
dieting.org

Layaknya buah jeruk lain, jeruk nipis mengandung vitamin C dan nutrisi lain yang baik untuk tubuh.

Kandungan nutrisi ini menjadikannya mampu mengobati beberapa penyakit, seperti radang tenggorokan, flu, dan masalah pencernaan. Bahkan, buah ini mampu mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker lho, Ma.

Tidak hanya itu, jeruk nipis juga menyimpan segudang manfaat lain. Ia dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan bau amis ikan, meningkatkan cita rasa makanan, membersihkan sudut rumah, hingga digunakan sebagai masker wajah.

Dengan banyaknya manfaat tersebut, rasanya jadi ingin menanam jeruk nipis sendiri di rumah ya, Ma! Pasti sangat praktis dan lebih menghemat biaya. Nah, jika Mama tertarik, coba tanam jeruk nipis dengan mengikuti cara berikut yang telah Popmama.com siapkan!

1. Menentukan metode tanam yang diinginkan

1. Menentukan metode tanam diinginkan
diacos.com.au

Sebelum menanam jeruk nipis sendiri di rumah, Mama perlu tahu, ada dua metode tanam yang bisa dilakukan, yaitu metode generatif dan metode vegetatif.

Metode generatif dilakukan dengan menggunakan biji jeruk nipis yang sudah tua. Caranya dengan menyemai biji terlebih dahulu, kemudian memindahkan tunas yang tumbuh ke media tanam.

Dibandingkan metode vegetatif, metode generatif membutuhkan kesabaran lebih. Mama harus menunggu 4-5 tahun sebelum bisa memanen buahnya. Namun, metode ini menghasilkan batang tanaman yang lebih besar dan kokoh.

Berbeda dari metode generatif, metode vegetatif dilakukan dengan mencangkok salah satu cabang batang tanaman jeruk nipis yang sudah berumur.

Editors' Picks

2. Cara menyemai biji jeruk nipis

2. Cara menyemai biji jeruk nipis
Freepik/Bowonpat

Tidak hanya metode tanamnya yang terbagi menjadi dua metode, cara menyemai biji jeruk nipis pun terbagi menjadi dua. Mama bisa menggunakan tanah atau menggunakan kantong plastik.

Jika menggunakan tanah, siapkan media tanam dengan mencampurkan tanah dan pupuk kompos.

Lalu, campurkan sedikit air agar menjadi lebih lembap. Setelahnya, Mama bisa langsung menanam biji yang sudah dicuci bersih.

Bagian lancip biji harus berada di bagian bawah ya, Ma. Pasalnya, akar akan tumbuh dari bagian tersebut.

Jika menggunakan kantong plastik, Mama harus mengupas biji jeruk nipis terlebih dahulu.

Kupas hingga lapisan berwarna putih dan coklat dari biji tersebut lepas. Setelah itu, Mama bisa menanamnya di handuk kertas yang sudah dibasahi dan menyimpannya di dalam kantong plastik.

3. Cara mencangkok jeruk nipis

3. Cara mencangkok jeruk nipis
greenandvibrant.com

Untuk menanam jeruk nipis menggunakan metode vegetatif, Mama harus mencari cabang yang sudah berumur dari tanaman jeruk nipis untuk dikuliti dan dikerok kambium batangnya hingga sedalam 5-10.

Setelah itu, diamkan selama satu hari dan bungkus daerah yang sudah dikuliti dengan tanah dan sabut. Jangan lupa untuk mengikatnya dengan rapat ya, Ma!

4. Merawat tanaman jeruk nipis

4. Merawat tanaman jeruk nipis
stackpathcdn.com

Tanaman jeruk nipis membutuhkan tanah yang subur, penyiraman rutin, dan cahaya matahari yang cukup agar bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah melimpah.

Jika tanah yang Mama gunakan kurang subur, Mama harus memberikan pupuk secara rutin selama dua sampai tiga bulan.

Tapi, kalau tanah yang mama gunakan cukup subur, pemupukan hanya diperlukan setelah tanaman berusia empat tahun.

5. Perhatikan hama dan pangkas batang tanaman

5. Perhatikan hama pangkas batang tanaman
picdn.net

Tidak hanya menyiramnya dengan rutin, Mama juga perlu memerhatikan hama yang menyerang tanaman jeruk nipis. Bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman jeruk nipis Mama.

Selain itu, Mama juga perlu memangkas batang tanaman jeruk nipis agar ia tumbuh simetris dan mampu menyerap cahaya matahari dengan lebih baik.

Itulah cara mudah menanam jeruk nipis di rumah. Jeruk nipis termasuk tanaman yang membutuhkan waktu lama untuk berbuah pertama kali. Umumnya, Mama harus menunggu sekitar tiga tahun. Namun, tanaman ini dapat bertahan dan terus menghasilkan buah hingga 15 tahun lho, Ma!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.