Mengatasi Rumah Lembap saat Musim Hujan

Rumah lembap dapat memengaruhi kesehatan keluarga lho, Ma

13 Maret 2020

Mengatasi Rumah Lembap saat Musim Hujan
happho.com

Musim hujan selalu dihiasi dengan rintik-rintik air yang turun dari langit. Tidak hanya membawa udara dingin, cuaca ini juga meningkatkan kelembapan udara, baik di luar maupun di dalam ruangan.

Tahukah Mama? Kelembapan udara turut memengaruhi kesehatan keluarga lho.

Kelembapan udara yang terlalu tinggi meningkatkan perkembangbiakan virus, bakteri, tungau, maupun jamur di dalam ruangan. Alhasil, risiko anggota keluarga terinfeksi pun meningkat.

Coba perhatikan sudut-sudut rumah Mama. Keberadaan bercak-bercak hitam di dinding atau uap air di jendela adalah ciri-ciri rumah dengan tingkat kelembapan yang tinggi.

Ciri-ciri ini tidak boleh disepelekan. Tandanya, Mama perlu mencari cara untuk mengatasi kelembapan yang tinggi di dalam rumah Mama.

Nah, berikut Popmama.com telah merangkum cara-cara mengatasi rumah lembap, terutama saat musim hujan:

1. Buka jendela saat cuaca cerah

1. Buka jendela saat cuaca cerah
learnreligions.com

Meski disebut musim hujan, tentu akan ada hari ketika hujan tidak turun dan matahari bersinar cerah. Nah, inilah kesempatan Mama untuk mengurangi kelembapan di dalam ruangan.

Caranya cukup dengan membuka jendela lebar-lebar dan membiarkan sinar matahari masuk. Cahaya matahari pun akan membuat udara di dalam rumah lebih hangat dan kering.

Tidak hanya itu, membuka jendela juga akan membuka jalan untuk sirkulasi udara. Udara kotor di dalam rumah pun tergantikan dengan udara segar dari luar.

2. Letakkan kapur serap di sudut-sudut ruangan

2. Letakkan kapur serap sudut-sudut ruangan
imimg.com

Kapur serap adalah benda sederhana yang dapat mengurangi kelembapan udara di dalam ruangan. Ia mengandung kalsium klorida yang mampu menyerap cairan, termasuk uap air di udara.

Oleh karena itu, letakkan kapur serap di sudut-sudut ruangan, terutama di ruangan yang rawan lembap seperti dapur dan kamar mandi ya, Ma!

Jangan lupa untuk menggantinya dengan yang baru setelah beberapa waktu. Kapur serap yang telah banyak menyerap cairan akan berubah menjadi gel.

Editors' Picks

3. Manfaatkan jenis tanaman yang mampu menyerap kelembapan

3. Manfaatkan jenis tanaman mampu menyerap kelembapan
proflowers.com

Jika Mama ingin cara yang lebih alami, Mama bisa memanfaatkan tanaman untuk mengurangi kelembapan di dalam ruangan.

Beberapa jenis tanaman, seperti chamomile, ivy, dan rosemary, diketahui mampu menyerap uap air di udara dan menyimpannya di dalam akar.

Cara ini juga cocok bagi Mama yang menyukai keindahan. Pasalnya, tanaman-tanaman tersebut akan menjadi dekorasi yang cantik untuk rumah Mama.

4. Menggunakan dehumidifier di dalam ruangan

4. Menggunakan dehumidifier dalam ruangan
lg.com

Dehumidifier adalah alat khusus yang didesain untuk mengurangi kelembapan di dalam ruangan.

Ketika dinyalakan, alat ini akan menyedot udara ke dalam pipa pengembunan dan membentuk embun. Kemudian, embun yang tercipta dibuang melalui saluran pembuangan.

Oleh karena itu, Mama dapat mengandalkannya untuk mengurangi tingkat kelembapan di rumah Mama.

Alat ini cocok digunakan di ruang keluarga ataupun di kamar tidur.

5. Memasang exhaust fan di dalam rumah

5. Memasang exhaust fan dalam rumah
ahs.com

Memasang exhaust fan adalah solusi jangka panjang yang bisa Mama pilih untuk mengurangi kelembapan udara di dalam ruangan. Alat ini mampu menyedot udara dan mengatur suhu di dalam ruangan.

Meski merepotkan di awal, namun exhaust fan dapat digunakan hingga bertahun-tahun.

Apalagi, alat ini tidak hanya berguna saat musim hujan, tapi setiap saat. Pasalnya, exhaust fan juga mampu menghisap udara kotor dan bau-bau tidak sedap di dalam ruangan.

Itulah cara-cara yang bisa Mama lakukan untuk mengatasi kelembapan tinggi selama musim hujan.

Yuk, jaga kesehatan keluarga dengan cara-cara sederhana tersebut.

Tidak hanya kesehatan, mengatasi kelembapan udara tinggi juga akan meningkatkan kenyamanan di dalam rumah.

Pasalnya, rumah yang lembap rentan berbau apek dan tidak sedap!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.