7 Tanaman Obat yang Bisa Ditanam di Rumah!

Selain sebagai penghijauan, tanaman obat memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan

19 Januari 2021

7 Tanaman Obat Bisa Ditanam Rumah
Pexels/Akil Mazumder

Meskipun tidak diharapkan, manusia memang tidak bisa lepas seratus persen dari penyakit. Jika kita lalai menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh menurun, virus atau bakteri dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh. Bila sudah terjadi, tentunya hanya istirahat dan obat yang dapat membantu kita sehat kembali.

Sebagian besar dari kita umumnya mengandalkan obat dari dokter atau apotek untuk mengobati sakit.

Nyatanya, beberapa penyakit bisa diobati dengan obat yang kita olah sendiri lho, Ma. Bahan-bahan obat ini pun bisa kita dapatkan dari tanaman obat yang kita tanam. Apa saja tanamannya? Yuk, simak daftar yang Popmama.com ulas berikut ini:

1. Lidah Buaya yang memiliki segudang manfaat

1. Lidah Buaya memiliki segudang manfaat
Pexels/Cecilia Tommasini

Lidah buaya atau aloe vera memang memiliki banyak manfaat bagi manusia. Tanaman ini dikenal mampu menjaga kesehatan rambut dan membuat rambut tumbuh lebih tebal.

Sensasi dingin dari daging lidah buaya juga dapat menjadi pertolongan pertama untuk luka bakar. Tidak heran, banyak produsen obat atau produk kecantikan yang menjual olahan aloe vera untuk berbagai kebutuhan.

Selain memiliki segudang manfaat, tanaman ini terbilang mudah untuk dirawat lho, Ma. Mama hanya perlu meletakannya di tempat yang mendapatkan banyak cahaya matahari. Tidak perlu pusing untuk tempat menanam. Lidah buaya dapat tumbuh dengan baik di pekarangan rumah ataupun di dalam pot.

2. Kumis kucing untuk diabetes

2. Kumis kucing diabetes
wikimedia.org

Nama kumis kucing tentunya sudah tidak asing di telinga kita. Tanaman ini sudah dikenal sebagai tanaman obat sejak zaman dahulu.

Bahkan bukan penyakit ringan, olahan tanaman ini mampu mengobati rematik, asam urat, batuk, diabetes, dan hipertensi lho, Ma. Ia juga mampu melancarkan saluran kemih bagi penderita batu ginjal.

Umumnya, kumis kucing tumbuh pada ketinggian 500 - 1.200 mdpl. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari secara langsung. Jika tidak mendapatkannya, tingkat ekstrak daun akan menurun.

Jika Mama menanam tanaman ini, lakukan penyiraman secara rutin, beri pupuk, dan jaga agar tanaman ini terhindar dari hama. Hama yang sering menyerang kumis kucing adalah ulat dan kutu daun.

Editors' Picks

3. Jeruk nipis yang kaya akan vitamin C

3. Jeruk nipis kaya akan vitamin C
Pexels/Rawpixel.com

Tanaman yang satu ini bisa menjadi tanaman favorit Mama. Pasalnya, jeruk nipis tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tapi juga untuk kecantikan. Bahkan jeruk nipis bisa digunakan untuk memasak lho, Ma! Sungguh sangat multifungsi!

Jika jeruk nipis dikonsumsi secara teratur, ia dapat meningkatkan sistem imun, melancarkan pencernaan, hingga mengontrol tekanan gula darah. Selain itu, kandungan vitamin C dan antioksidan di dalamnya membantu proses detoksifikasi, mencerahkan kulit, dan mencegah penuaan dini.

Tapi, jeruk nipis termasuk tanaman yang perlu dirawat dengan telaten. Jika ditanam pada tanah yang kurang subur, tanaman jeruk nipis akan membutuhkan pupuk secara teratur. Tanaman ini juga rawan ditumbuhi gulma.

4. Kunyit yang mampu mencegah kanker

4. Kunyit mampu mencegah kanker
wikimedia.org

Selama ini, kunyit lebih dikenal sebagai salah satu rempah untuk memasak. Ia merupakan rempah utama ketika Mama memasak nasi kuning. Tapi ternyata, kunyit juga dapat dimanfaatkan sebagai obat lho, Ma.

Akar kunyit mengandung senyawa kurkumin yang mampu mengobati berbagai macam penyakit, mulai dari diare, anemia, sakit tenggorokan, demam, hingga asma. Ia juga dapat meredakan bengkak, menyembuhkan alergi kulit, meringankan sakit saat haid, bahkan mencegah kanker.

Meski membutuhkan penyiraman teratur, tanaman kunyit tidak bisa bertahan lama jika tergenang air. Oleh karenanya, pastikan Mama menanamnya dalam media yang memiliki sistem drainase yang baik.

5. Daun encok untuk pegal-pegal

5. Daun encok pegal-pegal
wikimedia.org

Jika suatu saat Mama atau Papa mengalami encok, maka ingatlah daun encok. Tanaman ini dapat mengobati nyeri sendi, nyeri pinggang, hingga rematik.

Mengolahnya pun terbilang mudah. Mama hanya perlu menumbuk daun encok hingga halus dan menambahkan air hangat.

Tapi olahan tanaman ini tidak untuk diminum ya, Ma. Cara menggunakan olahan daun encok adalah dengan menggosokkannya ke bagian tubuh yang nyeri satu sampai dua kali sehari.

6. Keji Beling untuk obat batu ginjal

6. Keji Beling obat batu ginjal
wikimedia.org

Secara fisik, tanaman keji beling mirip dengan semak-semak karena batangnya yang berdiri tegak layaknya rerumputan.

Namun, khasiat herbal tanaman ini tidak dapat diremehkan. Ia memiliki banyak kandungan mineral penting dan mampu mengobati batu ginjal, diare, liver, maag, hingga kencing manis.

Tanaman keji beling membutuhkan tempat yang teduh. Jika ditanam di bawah sinar matahari langsung, kandungan air yang ada di dalam batang tanaman akan mudah menguap. Jadi, jauhkan dari sinar matahari dan lakukan penyiraman secara rutin ya, Ma.

7. Bunga kenop untuk mengatasi asma

7. Bunga kenop mengatasi asma
wikimedia.org

Air rebusan bunga kenop atau bunga kancing dikenal dapat mengatasi asma dan sesak napas jika dikonsumsi secara teratur. Membuat obat ini pun terbilang mudah. Mama hanya perlu merebusnya bersama dengan jahe. Minum tiga kali sehari agar khasiatnya maksimal.

Tanaman bunga kenop berasal dari Amerika, tapi ia juga dapat tumbuh dengan baik di Indonesia. Ia membutuhkan banyak sinar matahari, pupuk, dan air. Namun, jika masih dalam tahap kecambah, jauhkan dari sinar matahari langsung agar kecambah tidak rusak.

Selain sebagai tanaman herbal, bunga ini juga dapat mempercantik rumah berkat bentuk dan warna bunganya yang indah.

Itulah tujuh tanaman obat yang bisa Mama tanam sendiri di rumah. Menjaga kesehatan keluarga tidak selalu mahal kan, Ma? Selain segudang manfaat, tanaman-tanaman ini juga berfungsi sebagai penghijauan di rumah Mama. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, mulai berkebun!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.