Tips Merapikan Barang yang Menumpuk di Rumah

Barang yang menumpuk akan memengaruhi kenyamanan dan kesehatan keluarga lho!

21 Februari 2020

Tips Merapikan Barang Menumpuk Rumah
tiendatoois.cl

Sebagian besar dari kita terbiasa membeli barang hingga tidak sadar barang di rumah sudah menumpuk.

Padahal, rumah yang penuh barang akan membuat kenyamanan berkurang lho, Ma. Barang-barang tersebut akan mengurangi ruang gerak di rumah dan membuat rumah lebih panas karena sirkulasi udara terhalang.

Tidak hanya kenyamanan, tumpukan barang dapat menjadi tempat debu berkumpul hingga menjadi sarang nyamuk dan kecoa. Alhasil, kesehatan keluarga pun berisiko terganggu.

Nah, jika Mama sudah merasakan dampak-dampak negatif tersebut, segera rapikan barang yang menumpuk di rumah yuk, Ma. Jika dilakukan dengan tepat, merapikan barang bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan lho.

Untuk membantu Mama, berikut Popmama.com telah merangkum lima tips merapikan barang yang menumpuk di rumah:

1. Lakukan secara bertahap

1. Lakukan secara bertahap
hearstapps.com

Merapikan barang yang menumpuk di rumah bisa menjadi pekerjaan yang melelahkan. Pasalnya, ada banyak ruangan di rumah, seperti kamar tidur, ruang keluarga, ruang tamu, dan dapur.

Agar tetap efektif dan tidak membuat Mama kelelahan, sebaiknya rapikan secara bertahap ya. Tidak apa-apa jika Mama membutuhkan waktu beberapa hari untuk menyelesaikan semuanya.

Apabila Mama bersikeras merapikan semua barang di rumah sekaligus, Mama hanya akan kelelahan dan kembali menumpuk barang dengan sembarangan.

2. Buang barang yang sudah tidak dibutuhkan

2. Buang barang sudah tidak dibutuhkan
imimg.com

Coba Mama perhatikan barang-barang yang ada di rumah. Apakah semuanya Mama butuhkan?

Mengutip ucapan Marie Kondo, seorang ahli merapikan barang dari Jepang, setiap orang harus tahu barang apa yang layak disimpan dan yang harus dibuang. Untuk itu, coba refleksikan ke diri Mama sendiri ya. 

Jika tidak ingin membuangnya, Mama bisa menyumbangkan barang-barang tertentu yang masih layak kepada yang membutuhkan. Tentu, hal tersebut akan lebih bermanfaat.

Editors' Picks

3. Siapkan dua wadah agar proses merapikan lebih praktis

3. Siapkan dua wadah agar proses merapikan lebih praktis
amazon.com

Sebelum mulai merapikan barang, sebaiknya Mama menyiapkan dua buah wadah. Satu wadah untuk menyimpan barang-barang yang akan disimpan dan satu wadah untuk menyimpan barang-barang yang akan dibuang.

Pilih wadah yang cukup besar agar Mama dapat memasukan banyak barang ya, Ma. Mama bisa menggunakan plastik ataupun kardus. Keberadaan wadah ini akan membuat kegiatan merapikan barang lebih praktis lho.

4. Kategorikan barang sesuai jenisnya

4. Kategorikan barang sesuai jenisnya
atlantainsurance.com

Ketika barang di rumah sudah terlalu banyak, terkadang penempatannya tercecer di beberapa tempat. Misalnya, mangkuk yang seharusnya disimpan di dapur menumpuk di ruang keluarga atau buku yang seharusnya disimpan di rak menumpuk di meja makan.

Nah, Mama bisa merapikan barang sekaligus mengategorikan sesuai jenis agar nantinya lebih mudah dipindah atau disimpan kembali di tempat yang seharusnya.

5. Manfaatkan organizer untuk menata barang

5. Manfaatkan organizer menata barang
styledegree.sg

Nah, agar rumah lebih rapi lagi, Mama bisa memanfaatkan organizer untuk menata barang. Organizer sangat membantu untuk menyimpan pernak-pernik ataupun barang-barang kecil.

Mama bisa menggunakan organizer untuk menyusun koleksi make up, menyusun alat tulis, sepatu, hingga peralatan dapur.

Itu dia tips yang bisa Mama ikuti untuk merapikan barang menumpuk di rumah. Semoga dengan tips ini, rumah Mama semakin rapi ya! Jika rumah rapi, tentu tinggal di rumah akan semakin nyaman dan juga sehat.

Nah, selain merapikan, hal yang tidak kalah penting adalah menjaga kerapihan tersebut. Oleh karena itu, biasakan anggota keluarga untuk disiplin meletakkan barang di tempatnya ya, Ma. Jangan lupa untuk lebih bijak setiap Mama ingin membeli barang baru.

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.