5 Tips Rumah Anti Bocor saat Musim Hujan

Bocor dan rembesan air bisa merusak rumah dalam jangka panjang lho, Ma!

4 Februari 2021

5 Tips Rumah Anti Bocor saat Musim Hujan
Pexels/Nur Andi Ravsanjani Gusma

Musim hujan akan segera datang menggantikan musim kemarau. Yuk, lakukan sejumlah persiapan agar nantinya Mama bisa melewati musim hujan dengan nyaman. Salah satu yang harus dipersiapkan adalah kondisi rumah.

Apakah rumah Mama sudah aman dari bocor dan rembesan air hujan?  Keduanya adalah hal yang tidak boleh disepelekan lho, Ma.

Meskipun terlihat kecil, bocor dan rembesan air hujan bisa merusak rumah dalam jangka panjang. Rangka kayu akan menjadi lapuk dan cat dinding akan mengelupas karena terus menerus terkena air. Selain itu, ia juga bisa merusak perabotan.

Nah, agar rumah Mama terhindar dari bocor dan rembesan air hujan, simak tips dari Popmama.com agar rumah anti bocor berikut:

1. Segera mengganti atap yang rusak

1. Segera mengganti atap rusak
Pexels/Joao Jesus

Atap adalah lapisan pertama yang akan melindungi isi rumah dari air hujan. Sebelum musim hujan datang, sebaiknya luangkan waktu untuk memeriksa keseluruhan atap Mama.

Apakah ada atap yang pecah hingga menciptakan celah? Apakah masing-masing atap sudah merekat dengan kuat?

Hal-hal ini harus diperhatikan untuk menghadapi kondisi yang terburuk. Bisa saja terjadi badai dengan angin kencang nanti.

Jika atap Mama tidak merekat dengan kuat, ia bisa terbang terbawa angin. Selain merusak rumah, tentunya akan berbahaya bagi orang lain.

Editors' Pick

2. Memeriksa kondisi plafon rumah

2. Memeriksa kondisi plafon rumah
Nationalprojects

Tidak hanya bagian luar, periksa juga bagian dalam rumah, yaitu plafon. Pasalnya, ia adalah lapisan kedua yang akan menghalau air hujan ketika atap mengalami kebocoran.

Segera ganti plafon yang sudah rusak atau lapuk, rekatkan kembali jika ada plafon yang sedikit terlepas, dan sumbat celah sekecil apapun yang ada.

Selain menghalau air hujan, kondisi plafon yang baik juga membuat rumah terasa lebih nyaman, bersih, dan cantik lho, Ma!

3. Memeriksa kondisi talang air

3. Memeriksa kondisi talang air
bandeseamlessgutters.com

Talang air adalah bagian penting yang tidak boleh dilupakan ketika membangun rumah. Alat ini mengalirkan air hujan yang tertampung di atap langsung menuju tanah atau wadah penampung. Dengan adanya alat ini, aliran air jadi lebih terarah sehingga tidak membasahi setiap sudut rumah.

Segera periksa kondisi dan bersihkan talang air di rumah sebelum musim hujan datang ya, Ma.

Talang air sangat rawan tersumbat karena berbagai kotoran yang jatuh dari atas, seperti dedauan. Jika tersumbat, talang air tidak bisa berfungsi secara maksimal bahkan bisa jebol.

4. Melapisi atap dan dinding dengan pelapis anti bocor

4. Melapisi atap dinding pelapis anti bocor
Waterproofco

Tips rumah anti bocor lainnya adalah menggunakan pelapis anti bocor untuk menghalau air hujan. Pelapis ini banyak dijual di pasaran dan tersedia dalam dua jenis, coating dan membran.

Pelapis jenis coating dapat diaplikasikan dengan mudah karena bentuknya seperti cat dinding. Sedangkan pemasangan pelapis jenis membran membutuhkan teknik dan zat perekat khusus karena ia berbentuk lembaran.

Pilih jenis pelapis yang sesuai ya, Ma. Umumnya pelapis jenis coating digunakan untuk melapisi dinding. Sedangkan pelapis jenis membran digunakan untuk melapisi atap.

5. Memangkas pohon yang tumbuh di dekat rumah

5. Memangkas pohon tumbuh dekat rumah
lewisathome.com

Keberadaan pohon di dekat rumah bisa membahayakan ketika terjadi badai. Ia bisa roboh karena tertiup angin dan menimpa rumah. Alhasil, rumah jadi berlubang dan air hujan akan masuk.

Oleh karena itu, segera pangkas pohon yang ada di dekat rumah Mama. Tidak perlu dipangkas secara keseluruhan. Cukup pangkas ranting-ranting tua yang rawan patah.

Cara ini juga akan mengurangi beban pohon sehingga akarnya mampu menahan pohon untuk tidak roboh ketika angin kencang bertiup.

Itulah tips rumah anti bocor yang bisa Mama ikuti. Yuk, persiapkan rumah Mama dari sekarang agar nyaman melewati musim hujan!

Baca juga:

The Latest