5 Tips Membeli Sofa yang Tepat untuk Ruang Tamu

Ikuti tips agar tidak menyesal ya, Ma!

20 Januari 2020

5 Tips Membeli Sofa Tepat Ruang Tamu
Pexels/Martin Pechy

Sofa adalah salah satu furnitur penting yang umumnya ada di setiap rumah.

Bahkan, furnitur ini termasuk furnitur multifungsi lho, Ma! Mama bisa meletakannya di ruang keluarga untuk menjadi tempat berkumpul, di kamar tidur untuk beristirahat, ataupun di ruang tamu untuk menerima tamu.

Karena pentingnya peran sofa, ada baiknya Mama mencermati sofa-sofa yang ada di pasaran sebelum menjatuhkan pilihan. Apalagi, sofa termasuk furnitur dengan harga yang lumayan menguras kantong.

Nah, agar Mama tidak menyesal setelah membeli sofa, berikut Popmama.com telah merangkum tips-tips yang dapat Mama cermati:

1. Ukur luas ruangan dan tentukan model sofa yang Mama inginkan

1. Ukur luas ruangan tentukan model sofa Mama inginkan
Pexels/Vecislavas Popa

Sebelum berangkat ke toko untuk melihat-lihat sofa, cermati ruangan Mama terlebih dahulu. Ukur luas dan perhatikan bentuk ruangan Mama. Informasi-informasi ini berguna ketika Mama memilih sofa nantinya.

Mama tentu tidak mau sofa yang Mama beli tidak muat ataupun membuat ruangan sempit bukan?

Selain itu, Mama juga perlu mencermati konsep ruangan agar Mama memilih model dan warna sofa yang sesuai.

Tentu akan mengganggu mata apabila ruangan Mama didominasi warna biru sedangkan sofa Mama berwarna merah. Akan tidak cocok juga apabila ruang Mama memiliki konsep minimalis namun sofa Mama bergaya klasik.

2. Coba dudukan sofa sebelum membeli

2. Coba dudukan sofa sebelum membeli
Pexels/Donald Tong

Ingat Ma, selalu coba sofa terlebih dahulu sebelum membelinya. Fungsi utama sofa adalah untuk duduk dan bersantai. Oleh karena itu, kenyamanan adalah faktor yang harus diutamakan.

Meski sofa tersebut memiliki warna dan model yang menarik, tidak perlu dibeli apabila tidak nyaman saat diduduki.

Nah, sofa yang baik akan terasa seimbang dan kuat saat diduduki. Apabila Mama berasa sofa tersebut tidak seimbang ataupun ada per yang berbunyi, lebih baik cari sofa lain.

Tidak perlu ragu untuk duduk berlama-lama di sofa pilihan Mama. Dengan berlama-lama, Mama akan merasakan kenyamanan ataupun ketidaknyamanan sofa tersebut.

Editors' Picks

3. Tes ketinggian dan kedalaman sofa

3. Tes ketinggian kedalaman sofa
Pexels/Daria Shevtsova

Sebelum membeli sofa, tidak hanya panjang dan lebar sofa yang harus Mama ukur, tapi juga ketinggiannya. Pastikan kaki Mama dan anggota keluarga lainnya tidak menggantung saat duduk di sofa. Pasalnya, posisi kaki yang menggantung akan cepat membuat pegal.

Selain itu, periksa juga kedalaman sofa. Pilih sofa yang tidak terlalu lebar dan tidak terlalu sempit agar Mama dan keluarga bisa bersandar dengan nyaman sesuai dengan postur tubuh.

4. Pilih sofa dengan rangka yang kuat

4. Pilih sofa rangka kuat
Pexels/Vecislavas Popa

Sofa yang baik harus memiliki rangka yang kuat untuk menahan beban tubuh. Umumnya, sofa tersebut menggunakan kayu asli ataupun besi sebagai rangkanya.

Oleh karena itu, cermatilah bahan yang digunakan untuk bagian rangka. Mama juga boleh bertanya pada penjual agar lebih yakin.

Tidak hanya rangka, perhatikan juga bagian sambungan sofa ya, Ma. Pilih sofa yang disambung dengan menggunakan bor.

Sebaliknya, hindari sofa yang hanya disambung dengan lem dan staples. Kedua bahan ini hanya boleh digunakan untuk menyatukan dekorasi sofa, bukan rangka.

5. Cek ketentuan garansi sofa

5. Cek ketentuan garansi sofa
Pexels/Pixabay

Sofa adalah furnitur yang akan digunakan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan daya tahan sofa.

Sebelum membeli sofa, bertanyalah pada penjual apakah bagian tertentu dari sofa tersebut dapat direparasi apabila mengalami kerusakan.

Mama juga bisa menanyakan garansi yang tersedia. Umumnya, toko furnitur yang ada sekarang menawarkan garansi sofa untuk jangka waktu tertentu.

Itulah tips-tips yang bisa Mama cermati sebelum membeli sofa. Ikuti tips tersebut agar tidak menyesal ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!