Virus Monkeypox Ditemukan di Peralatan Rumah Tangga

Selalu jaga kebersihan agar terhindar dari penyakit cacar monyet

24 Agustus 2022

Virus Monkeypox Ditemukan Peralatan Rumah Tangga
Pixabay/geralt

Setelah Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menetapkan darurat kesehatan global, monkeypox atau cacar monyet telah menjadi wabah di beberapa negara. Cacar monyet ini dapat menular melalui kontak dekat dengan cairan tubuh, droplet pernapasan, dan benda yang terkontaminasi.

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) dalam Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR), menemukan bahwa keberadaan DNA virus cacar monyet di beberapa objek atau benda di rumah. 

Kali ini Popmama.com merangkum bagaimana virus monkeypox ditemukan di peralatan rumah tangga.

Yuk, simak beberapa faktanya kali ini!

1. Melakukan swab pada 30 benda rumah yang diteliti

1. Melakukan swab 30 benda rumah diteliti
Freepik/randpixi

Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan di rumah dua orang yang positif menderita cacar monyet. Sampel dilakukan dengan swab atau mengusap permukaan benda menggunakan kapas padai 30 objek yang memiliki “kontak tinggi” di 9 area rumah.

Proses swab benda dilakukan pada Mei 2022 setelah kedua penderita monkeypox menjalani isolasi di rumah selama 20 hari. Kemudian sampel tersebut dikirim ke CDC dan dites menggunakan metode PCR untuk memeriksa keberadaan DNA virus monkeypox.

Untuk hasil benda yang positif, maka dilakukan pemeriksaan kultur virus untuk melihat keberadaan virus yang hidup. 

Editors' Pick

2. Terdapat 70 persen dari benda yang diteliti menunjukkan keberadaan virus monkeypox

2. Terdapat 70 persen dari benda diteliti menunjukkan keberadaan virus monkeypox
Pexels/ready made

Di antara 30 benda yang diteliti, sebanyak 21 objek (70 persen) menunjukkan adanya keberadaan DNA virus monkeypox. Benda-benda tersebut meliputi benda kain, kayu, plastik, dan logam. 

Di antaranya ada sofa, selimut, sakelar lampu, gagang toilet, dudukan toilet, gagang kulkas, pembuat kopi, gagang keran, gagang pintu shower, mouse, dan kibor.

3. Tidak ditemukan virus yang hidup

3. Tidak ditemukan virus hidup
Popmama.com/Aristika Medinasari

Dari pemeriksaan kultur virus, tidak ditemukan virus monkeypox yang hidup. Selama periode isolasi pun kedua penghuni rumah dilaporkan menjaga kebersihan dengan cukup baik, yaitu dengan mandi 1-2 kali setiap hari dan mencuci tangan sekitar 10 kali sehari.

Tak hanya itu, mereka juga membersihkan tempat tidur dan pakaian setiap minggu, dan secara rutin membersihkan rumah. Keberadaan DNA virus monkeypox yang terdeteksi dari berbagai objek menunjukkan beberapa tingkat kontaminasi bisa terjadi di lingkungan rumah.

4. Keberadaan DNA virus berbeda dengan keberadaan virus yang hidup

4. Keberadaan DNA virus berbeda keberadaan virus hidup
Popmama.com/Aristika Medinasari

Meskipun ditemukan keberadaan DNA virus monkeypox di beberapa benda, namun tidak ditemukan virus yang hidup. Maka dari itu, masih tidak bisa dipastikan apakah virus tersebut dapat menginfeksi orang lain.

Perlu diingat bahwa untuk terinfeksi virus cacar monyet, keberadaan virus harus cukup banyak dan dalam keadaan hidup. Oleh karena itu, keberadaan DNA virus tidak sama dengan keberadaan virus yang hidup.

Virus cacar monyet yang hidup mungkin saja terdapat di beberapa titik, namun seiring waktu akan terdegradasi. Hal ini mungkin terjadi karena pemilik rumah melakukan pembersihan dan disinfeksi.

Selain itu, kedua pemilik rumah tampaknya hanya menderita cacar monyet dengan tingkat gejala ringan. Ini kemungkinan menjadi faktor tidak ditemukannya virus monkeypox yang masih hidup.

5. Cara mencegah infeksi cacar monyet

5. Cara mencegah infeksi cacar monyet
Pexels/Burst

Penularan virus cacar monyet dapat terjadi melalui kontak dekat dengan penderita, yaitu melalui sentuhan lesi, cairan tubuh, dan sekresi pernapasan dengan penderita. Selain itu, juga dapat melalui transmisi melalui benda atau permukaan yang terkontaminasi. 

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi virus monkeypox, antara lain:

  • Menghindari kontak dengan pasien cacar monyet.
  • Mengenakan masker yang pas.
  • Menghindari menyentuh permukaan yang mungkin terkontaminasi.
  • Menjaga kebersihan tangan dengan baik.
  • Tidak berbagi peralatan makan, pakaian, tempat tidur, atau handuk.
  • Membersihkan rumah secara rutin.

Penularan monkeypox dapat terjadi melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Maka dari itu, disarankan untuk melakukan tindakan pencegahan agar terhindar dari infeksi virus. 

Baca juga:

The Latest