Panduan Memilih Benih bagi Kamu yang Ingin Fokus Berkebun di Rumah

Ketahanan pangan di rumah bisa tertolong dengan cara melakukan bercocok tanam

13 Agustus 2020

Panduan Memilih Benih bagi Kamu Ingin Fokus Berkebun Rumah
Unsplash/Joshua Lanzarini

Ini adalah waktu dimana kita harus mulai berkebun, mengapa? nyatanya ketahanan pangan masing-masing rumah bisa tertolong disaat-saat kritis seperti pandemi seperti ini dengan hasil kebun ataupun cocok tanam walau tidak masif.

Selain menjadikannya sebagai pemenuh kebutuhan pangan, berkebun di rumah juga mampu menjadi media kesenangan yang luar biasa dalam menuangkan cinta kasih terhadap alam.

Kamu harus mengakuinya Ma bahwa ini adalah salah satu hiburan favorit saat kapanpun kamu mulai memikirkannya. Faktanya, saat redaksi menulis ini seluruh tim merasa sangat bersemangat untuk keluar dan mulai menanam! 

Karena, pandemi belum berakhir dan kita harus menunggu. Tidak ada salahnya  memikirkan bagaimana kita mendapat biji lobak terbaik dengan beberapa benih sayuran hijau yang kuat bagi kebun "kecilmu" di rumah.

Untuk hal itu Popmama.com akan memandu Mama agar kamu bisa mendapatkan benih atau biji terbaik untuk berkebun di taman kecil yang kamu miliki di rumah. Simak ulasannya!

1. Alasan kamu harus menemukan metode dalam menemukan bibit yang benar dan baik

1. Alasan kamu harus menemukan metode dalam menemukan bibit benar baik
Unsplash/Frasesco Gallaroti

Sekarang kita akan membicarakan tentang cara memilih benih yang tepat untuk tamanmu di rumah Ma, karena dapat menjadi tugas yang berat bagimu untuk memeriksa semua katalog benih yang kamu miliki dan menentukan apa yang semestinya kamu tanam.

Mungkin awalnya kamu akan tergoda untuk membeli salah satu dari semua atau bisa saja kamu beli semuanya, percayalah itu pasti kamu lakukan atas nama "memulai hobi baru", maka kamu harus bisa menemukan metode efektif dalam membeli benih.

Kamu mungkin berpikir, “Jenis tomat apa yang harus saya pilih?  Haruskah saya mendapatkan benih yang diserbuki terbuka, non transgenik, pusaka, organik atau hibrida, dan apa perbedaannya?

Perusahaan benih mana yang harus saya beli, dan apakah itu nantinya akan berpengaruh pada hasil tanam? Haruskah saya menanam benih terong misalnya, meskipun saya membenci terong? 

Kesemua itu adalah pertanyaan-pertanyaan penting sebelum akhirnya kamu mulai untuk membeli benih. Ini mampu menuntunmu hingga memiliki metode yang bagus dalam menemukan benih yang akan kamu tanam.

Editors' Picks

2. Perusahaan Benih Mana Yang Harus Saya Beli?

2. Perusahaan Benih Mana Harus Saya Beli
Unsplash/Christian Jaudrey

Ini adalah tempat yang baik untuk memulai, karena pada pandangan pertama sepertinya semua perusahaan benih itu sama masuk akalnya. Maka akan lebih masuk akal lagi jika sebuah toko tanaman mana yang menjual benih paling murah, tetapi jelas bukan itu masalahnya. 

Pilihan pertama ketika memilih benih adalah pergi ke sebuah toko yang ada di dekat areal rumahmu. Selain alasan mendukung bisnis lokal, alasan utamanya adalah karena penyedia benih lokal telah mengembangkan benih yang disesuaikan dengan wilayah spesifik yang juga dekat denganmu. 

Ini berarti mereka umumnya akan tumbuh lebih baik di tempatmu dan memiliki lebih banyak ketahanan saat menghadapi cuaca serta iklim di daerahmu.

Jika daerahmu tidak memiliki toko benih lokal, atau jika toko tanaman benih lokal tidak menyediakan semua benih yang kamu inginkan, carilah toko benih yang lebih besar yang dikenal memiliki benih berkualitas tinggi. 

3. Memahami jenis-jenis benih dilihat dari pelabelan yang Berbeda?

3. Memahami jenis-jenis benih dilihat dari pelabelan Berbeda
Unsplash/Devi Puspita Amartha Yahya

Mungkin sulit untuk memahami arti semua label yang berbeda pada jenis-jenis yang akan kamu jumpai saat mulai mencarinya. Apakah kamu harus peduli atau tidak dengan hal ini. Tentu saja merupakan keputusan pribadi, tetapi Popmama.com akan memberi tahumu mengenai hal itu.

  • Label penyerbukanterbuka, benih yang kamu dapatkan dari tanaman berlabel ini akan “berkembang biak dengan benar”, artinya akan menghasilkan tanaman yang sama atau sangat mirip dengan induknya, yang penting untuk penyimpanan benih.
  • Dengan label hibrida - Benih ini merupakan hasil persilangan dua varietas tanaman yang berbeda.  Tanaman yang dihasilkan seringkali memiliki lebih banyak kekuatan di alam, tetapi bijinya tidak akan “berkembang biak dengan benar”.
  • Berlabel pusaka - Ini adalah varietas benih yanb biasanya diserbuki secara terbuka atau alamiah, yang telah disimpan selama beberapa generasi.
  • Label organik - Ini adalah benih yang berasal dari tanaman yang memenuhi standar organik USDA.
  • Label non-GMO - Ini adalah benih yang tidak ditanam dengan "rekayasa genetika".  Semua jenis benih dapat menjadi GMO atau rekayasa genetika (penyerbukan terbuka, hibrida, pusaka), kecuali bersertifikat organik atau non-GMO. Penting bagimu Ma untuk mengetahui benih yang kamu punya GMO atau tidak.

Jadi apapun jenisnya mulai dari penyerbukan terbuka, hibrida, ataupun pusaka pilihlah yang berlabel non-GMO, kamu pasti akan selalu khawatir tentang apakah benih itu secara teknis "organik" atau tidak alias rekayasa genetika (GMO).

Benih dengan label GMO memiliki perdebatan panjang mengenai keamanannya bila dikonsumsi manusia dan juga mampu memengaruhi pertumbuhan tanaman di sekitar kebunmu.

Bila kamu memperoleh benih yang berlabel penyerbukan terbuka dan pusaka, itu adalah hal yang luar biasa. Disamping kealamian yang diperoleh, kamu juga bisa menanam varietas tua yang sangat keren yang telah diuji sepanjang waktu. Terlebih bila kamu memiliki rencana untuk menyimpannya benih di rumah.

Sementara beberapa orang menentang benih berlabel hibrida, nyatanya mereka masih memiliki tempat di kebun (selama benih itu non-GMO).

Tanaman dengan label hibrida sering kali memiliki "kekuatan hibrida" yang membantu para pemula dalam berkebun dan juga mampu berproduksi dengan kualitas lebih baik dari benih unggul lainnya. 

Hanya saja selain kamu harus merogoh kocek cukup dalam, jangan berharap benih dari tanaman hasil produksi hibrida akan menghasilkan sesuatu yang serupa dengan induk hibrida yang telah kamu panen.

4. Benih apa yang harus ditanam?

4. Benih apa harus ditanam
Unsplash/CDC

Nah, untuk menjawab pertanyaan ini, mari bayangkan, pernahkah kamu memikirkan untuk membeli banyak benih tomat? Banyak sekali hingga membuat kepala pusing, dan kamu serius untuk menumbuhkan pohon tomat di rumah! 

Kecuali jika kamu memang memiliki bisnis penanaman tomat, ini mungkin keputusan terbaik dan secara finansial.

Maka bersiaplah, untuk beberapa aturan umum dalam memilih varietas benih. Pilih benih yang bisa membuat tanaman yang bisa dikonsumsi. Ini cukup sederhana. 

Jika semua orang di keluargamu sangat membenci terong, maka jangan menanam terong, meskipun kamu sendiri sangat ingin menanamnya.

Meskipun demikian, sayuran rumahan memiliki caranya senidiri untuk membuat orang menyukai hal-hal yang sebelumnya tidak pernah mereka sukai, jadi terkadang tidak ada salahnya untuk mencobanya. Hanya saja, jangan berlebihan.

Pilih benih yang tumbuh dengan baik di wilayah kamu ya. Inilah sebabnya direkomendasikan membeli dari toko benih lokal, karena akan memiliki jenis benih yang tepat untuk tumbuh di daerahmu.

Penjelasannya begini, jika kamu tinggal di iklim yang sangat panas, kamu mungkin tidak akan cocok dengan tanaman yang menyukai dingin, dan sebaliknya. Lakukan penelitian tentang apa yang ditanam secara tradisional di daerahmu Ma.

Pilih berbagai benih, jangan sampai semuanya tomat! Cobalah salad hijau, kacang polong, paprika, zucchini, wortel, kemangi, dan kangkung. Dapatkan beberapa varietas yang suka ditanam di awal musim dan yang lain yang bisa ditanam nanti.

Dapatkan juga jenis akar-akaran, tanaman rambatan, herba, daun, bunga, dan buah-buahan (tomat masuk ke kategori buah). Jika keluargamu menyukai kangkung, dapatkan beberapa jenis kangkung dan lihat mana yang menjadi favorit untuk dimakan bersama!

Pilih benih berdasarkan tujuan, apakah kamu berencana melakukan banyak pengalengan atau penyimpanan sebagai simpanan musim dingin? Bila demikian belilah benih dalam jumlah yang cukup jangan terlalh banyak hingga kamu bingung akan menyimpan hasil panennya.

Cobalah menanam tanaman yang baru. Akan selalu bagus untuk mencoba sesuatu yang baru. Coba saja satu hal yang belum pernah kamu miliki atau kembangkan sebelumnya dan lihat apakah kamu bisa menyukainya! 

Biasanya makanan rumahan terasa sangat lebih enak daripada makanan dari toko, jadi jika kamu cenderung membeli selada yang layu itu dari toko, ada baiknya untuk mencoba dan menumbuhkannya sendiri.

5. Intinya, selamat bersenang-senang!

5. Intinya, selamat bersenang-senang
Unsplash/Markus Spiske

Cobalah untuk tidak terlalu memikirkannya! Meskipun sangat tidak menyarankan menghabiskan pendapatan sebulan penuh untuk membeli benih, tetapi tidak apa-apa jika kamu mau sedikit royal dengan hal itu.
 
Beli dari beberapa sumber berbeda dan lihat mana yang paling kamu sukai. Biarkan anak-anak kamu juga memilih paket benih pilihan mereka dan itu bisa menjadi tanaman untuk disiram bersama-sama menyaksikannya tumbuh, dan makan!

Sungguh, melihat katalog benih seperti merencanakan masa depan keluarga kamu. Masa depan makanan yang baik dan juga sehat!  Kita semua akan segera berjemur di bawah sinar matahari, berolahraga, dan menanam benih. Pastinya kamu sudah tidak sabar!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.