6 Cara Merawat Tanaman Hias Lavender untuk Pemula

Begini cara merawat tanaman hias lavender agar dapat tumbuh subur

1 Juni 2021

6 Cara Merawat Tanaman Hias Lavender Pemula
Pixabay/S. Hermann & F. Richter

Apakah Mama menyukai tanaman hias yang berwarna indah dan memiliki aroma yang wangi? Nah, tanaman hias lavender bisa menjadi pilihan yang tepat untuk Mama.

Lavender merupakan bunga indah berwarna ungu yang cukup populer di Indonesia, bahkan di dunia. Lavender biasanya digunakan sebagai tanaman hias di taman atau kebun rumah. Tak hanya itu, bunga lavender juga memiliki manfaat lain seperti bumbu masakan dan minyak esensial.

Merawat lavender sebagai tanaman hias bisa terbilang susah susah gampang. Lavender membutuhkan perawatan khusus untuk tumbuh dengan maksimal. Jika Mama tertarik untuk menanam bunga lavender, Mama perlu mengetahui cara yang tepat untuk merawatnya.

Nah, kali ini Popmama.com akan merangkum informasi seputar cara merawat tanaman hias lavender dilansir dari The Spruce. Langsung saja simak informasinya yuk, Ma!

1. Pastikan lavender mendapatkan sinar matahari penuh

1. Pastikan lavender mendapatkan sinar matahari penuh
Pixabay/Couleur

Tanaman hias lavender membutuhkan paparan cahaya matahari yang penuh agar dapat tumbuh dengan maksimal. Jika mendapat sinar matahari yang cukup, tanaman lavender bisa menumbuhkan banyak tunas dan semak yang cukup besar lho, Ma. 

Jangan meletakan tanaman lavender di dalam rumah atau dibawah naungan yang menutupi sinar matahari. Dengan begitu, lavender bisa mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup untuk pertumbuhannya. 

2. Lavender tumbuh di tanah yang kering

2. Lavender tumbuh tanah kering
Freepik/freepik

Tanaman lavender menyukai tanah yang kering dan mengandung konsentrasi minyak yang rendah. Tanah yang kering dapat menyerap air dengan cepat sehingga akar tanaman lavender tidak akan membusuk. Mama bisa menggunakan pupuk organik dan sedikit pasir untuk drainase,

Untuk mengecek apakah tanah cocok untuk ditanam lavender atau tidak, Mama bisa menggali lubang pada tanah dan mengisinya dengan air. Jika air mengering dengan cepat, maka cocok untuk ditanami bunga lavender. Jika air menggenang dan lama terserap, maka Mama harus mengubah tanah atau menemukan media lain untuk menanamnya.

Editors' Picks

3. Jangan terlalu sering disiram

3. Jangan terlalu sering disiram
Unsplash/8lzz

Lavender merupakan tanaman yang cukup kuat jika mengalami kekeringan. Saat pertama kali mulai menanam lavender, Mama bisa menyiramnya secara teratur.  Setelah itu, lavender mampu bertahan di kekeringan yang berkepanjangan.

Jika Mama ingin menyiram tanaman lavender, pastikan tanahnya dalam keadaan kering. Cukup siram selama beberapa menit untuk memastikan akarnya benar-benar basah.

Jika Mama tinggal di daerah yang sering turun hujan, Mama tidak perlu menyiram tanaman lavender. Terlalu banyak air dapat menyebabkan tanaman lavender mengalami penyakit jamur dan akar busuk.

4. Suhu dan kelembapan

4. Suhu kelembapan
Freepik

Tanaman lavender mampu bertahan di berbagai suhu, namun tanaman lavender cenderung tidak menyukai tempat yang lembap. Oleh karena itu, penting untuk meletakan tanaman lavender di ruangan terbuka yang terdapat paparan sinar matahari. 

Saat musim hujan, Mama bisa melindungi tanaman lavender dengan meletakkannya di samping dinding yang dapat memberikan perlindungan, namun tetap mendapatkan aliran udara dan panas yang cukup. 

5. Berikan pupuk agar tumbuh maksimal

5. Berikan pupuk agar tumbuh maksimal
Freepik/freepik

Sebaiknya tambahkan segenggam pupuk kompos ke dalam lubang tanah saat Mama pertama kali menanam tanaman lavender. Setelah itu, Mama bisa memberikan pupuk setiap 2 minggu sekali agar tanaman lavender ternutrisi dan tumbuh lebih subur.

6. Pangkas cabang yang mengganggu

6. Pangkas cabang mengganggu
Unsplash/elli19

Agar tanaman lavender tetap indah dan terbentuk, Mama bisa memangkas cabang-cabang yang mengganggu setiap beberapa minggu sekali.

Tanaman lavender yang lebat akan rentan kering di beberapa sisinya. Selain itu, bagian batang lavender juga berpotensi mengalami kebusukan. Oleh karena itu, sebaiknya Mama rutin memangkas dan merapikan untuk menjaga keindahan tanaman lavender.

Nah, itulah cara merawat tanaman hias lavender agar dapat tumbuh dengan subur. Tanaman lavender dapat hidup hingga 10 tahun, namun akan mengalami penurunan kualitas seiring dengan berjalannya waktu. Jadi, Mama bisa menumbuhkan tunas-tunas lavender agar tetap bisa tumbuh menghiasi kebun atau taman di rumah.

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk