5 Tips Menjaga Rumah Tetap Aman saat Musim Hujan

Antisipasi kerusakan yang terjadi di rumah akibat hujan deras!

16 September 2021

5 Tips Menjaga Rumah Tetap Aman saat Musim Hujan
Pixabay/tienthinhphoto

Hujan deras disertai angin kencang dapat menyebabkan masalah pada struktur rumah. Beberapa masalah yang kerap terjadi, yakni atap bocor, dinding rembes, akhirnya beberapa area rumah jadi lembap dan berjamur.

Oleh karenanya, penting untuk mengecek kembali kondisi rumah untuk melihat apakah ada bagian yang membutuhkan perbaikan darurat. Selain itu, pertimbangkan juga untuk memanggil jasa tukang bangunan.

Hal ini agar kita bisa mengantisipasi segala macam risiko yang datang ketika musim hujan. Dengan begitu, Mama dan keluarga bisa tinggal di rumah dengan aman dan nyaman tanpa khawatir lagi.

Nah Ma, berikut beberapa tips menjaga rumah tetap aman saat musim hujan tiba. Kali ini Popmama.com telah merangkumnya dari berbagai sumber.

Disimak ya!

1. Periksa atap rumah untuk menghindari kebocoran

1. Periksa atap rumah menghindari kebocoran
midshoreexteriors.com

Atap adalah bagian pertama dari rumah yang tersentuh air hujan. Periksa apakah ada kerusakan di atap, misalnya letak genteng longgar atau ada yang pecah.

Pastikan juga antena TV atau parabola telah terpasang dengan benar. Gunakan teropong untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. 

Bila tidak ada yang bisa naik ke atap, sebaiknya panggil jasa tukang bangunan yang memang ahli dan memiliki peralatan lengkap. Daripada memaksakan diri untuk naik, bisa-bisa jatuh dan malah menambah kerusakan pada atap rumah.

Editors' Picks

2. Menambal dinding yang retak agar tidak rembes

2. Menambal dinding retak agar tidak rembes
Freepik/kues1

Retakan pada dinding muncul akibat perubahan iklim. Jika dibiarkan dapat merusak struktur rumah. Terutama saat musim hujan, air bisa merembes ke dalam rumah melalui celah retakan di dinding.

Sebaiknya segera perbaiki dinding dengan menambalnya dengan wall filler atau campuran semen khusus untuk mengatasi retak. Kemudian, olesi dengan cat plamir untuk meratakan dinding dan mencegah keretakan. Terakhir, amplas dinding agar permukaannya lebih halus dan lapisi dengan cat.

Idealnya proses ini harus dilakukan sebelum musim hujan karena untuk memberi banyak waktu sampai dinding benar-benar kering dan strukturnya kembali kokoh. 

3. Pastikan rumah tidak lembap dan berjamur

3. Pastikan rumah tidak lembap berjamur
truevalue.com

Saat musim hujan, suhu di rumah akan terasa lembap. Apabila kelembapannya sudah memengaruhi kondisi ruangan, bagian dinding, plafon, bahkan furnitur bisa-bisa ditumbuhi jamur.

Cara mencegahnya adalah dengan memastikan sirkulasi udara bekerja dengan baik. Pastikan rumah memiliki cukup ventilasi agar terjadi pertukaran udara segar yang masuk dan keluar. Ukuran normal untuk kelembapan udara, yakni 60 persen hingga 70 persen RH.

Kelembaban juga disebabkan karena uap yang terperangkap di dalam rumah. Jadi, pasang kipas angin agar terjadi perputaran udara dari satu ruangan ke ruangan lainnya.

Selain itu, biarkan semua jendela terbuka setidaknya di siang hari.

4. Lindungi pintu dan jendela agar tidak keropos

4. Lindungi pintu jendela agar tidak keropos
Pixabay/MartinHarry

Pintu dan jendela menjadi bagian yang paling terdampak saat hujan. Terutama jika terbuat dari material kayu, strukturnya bisa-bisa keropos karena terkena percikan air hujan dalam waktu lama.

Pastikan kusen pintu dan jendela telah dilapisi dengan cat khusus yang tahan air.

5. Bersihkan saluran air dari sampah

5. Bersihkan saluran air dari sampah
Pixabay/manfredrichter

Bersihkan pipa-pipa saluran pembuangan secara rutin. Cek selokan di dekat rumah. Tumpukan sampah seperti dedaunan dan puing-puing bisa menghambat pembuangan air.

Pasang jaring kawat, fungsinya untuk menahan sampah agar tidak terbawa aliran air hujan. Hal ini juga dapat membantu mencegah banjir.

Nah Ma, itulah beberapa tips menjaga rumah tetap aman saat musim hujan. Yuk, mulai perbaiki kerusakan yang terjadi di rumah! 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.