Waspada Sebelum Membeli, Kasur Terlalu Lunak Bisa Timbulkan Penyakit

Mama perlu waspada nih, sebelum membeli kasur untuk si Kecil

10 Juli 2020

Waspada Sebelum Membeli, Kasur Terlalu Lunak Bisa Timbulkan Penyakit
Pexels/Andrea Piacquadio

Bagaimana kondisi tubuh Mama saat bangun tidur pagi tadi?

Apakah Mama merasa segar atau justru sakit punggung dan pegal-pegal?

Jika rasa tidak nyaman yang Mama rasakan, jangan-jangan ada yang salah dengan pemilihan kasur.

Jika ya, kasur yang seharusnya menjadi tempat paling nyaman untuk beristirahat jurstru berubah menjadi sumber datangnya penyakit.

Kasur seharusnya menjadi pendukung posisi natural tubuh seseorang. Lekuk tulang belakang, posisi kepala, bahu, bokong, sekaligus tumit seharusnya memiliki posisi yang selaras saat Mama tidur. 

Lalu sebenarnya, manakah jenis kasur yang mendukung posisi natural tubuh? Apakah kasur yang empuk adalah jenis kasur yang baik?

Untuk mengetahuinya, berikut rangkuman Popmama.com mengenai efek dari kasur yang terlalu lunak dan cara memilih kasur yang sesuai dengan kebutuhan.

1. Apakah kasur terlalu lunak bisa membuat nyaman?

1. Apakah kasur terlalu lunak bisa membuat nyaman
Pexels/Andrea Piacquadio

Dilansir dari situs Bewelbuzz.com, peneliti asal Spanyol meneliti 313 partisipan untuk mengganti kasur mereka.

Sebanyak 50% dari partisipan menggunakan kasur dengan tingkat kelembutan 2,3 dari 10 (medium hard), sementara sisanya menggunakan kasur dengan tingkat kelembutan 5,6 dari 10 (medium soft).

Mereka pun menggunakan kasur tersebut selama 90 hari. Hasilnya, 80% partisipan yang menggunakan kasur medium-hard justru mengalami sakit punggung, sementara hanya 70% dari pengguna kasur medium-soft yang alami sakit punggung.

Tak hanya itu, dilihat dari rasa tidak nyaman dalam menjalani hari, sebanyak 50% dari mereka yang tidur di kasur medium-hard ternyata merasa tidak nyaman, sedangkan hanya 30% dari mereka yang tidur di kasur medium-soft yang merasakan ketidaknyamanan.

Lalu apakah kasur empuk lebih baik? Ternyata tidak juga lho, Ma.

Editors' Picks

2. Kasur empuk menyebabkan sakit

2. Kasur empuk menyebabkan sakit
Pexels/Ivan Oboleninov

Sekilas Mama pasti membayangkan nyamannya tidur di kasur yang sangat empuk. Padahal, kasur yang terlalu empuk membuat posisi tulang punggung menjadi tidak natural, karena terlalu ‘tenggelam’ dalam kasur. 

Saat hal ini terjadi, maka paru-paru tidak mampu mendapatkan oksigen dalam jumlah banyak. Hal itu dapat membuat tidur Mama menjadi tidak nyenyak.

Tak hanya itu, posisi tulang belakang yang tidak nyaman juga bisa menyebabkan sakit tulang belakang yang berkepanjangan.

3. Bagaimana cara memilih kasur yang sesuai dengan kebutuhan kita?

3. Bagaimana cara memilih kasur yang sesuai kebutuhan kita
Pexels/Andrea Piacquadio

Pada dasarnya, ada dua hal yang mesti diperhatikan saat Mama ingin memilih kasur.

Yang pertama adalah kemampuannya menyokong tubuh. Kemampuan ini didapat dari per (spring) yang ada di dalamnya.

Semua merek menyediakan 2 - 3 jenis per yang berbeda. Semakin banyak jumlah per, kemampuannya lebih baik namun harganya lebih mahal.

Jika Mama menyukai kasur yang tanpa per, pilih yang tebal dan desainnya memang khusus sehingga bisa menggantikan peran per.

Hal kedua yang harus diperhatikan adalah kenyamanan. Kenyamanan ini tergantung lapisan yang ada di atas per.

Tidak ada patokan soal kenyamanan ini karena selera tiap orang berbeda. Jadi, percayakan saja pada kategori nyaman menurut Mama. Jika Mama merasa nyaman, jenis itulah yang harus dipilih.

4. Kasur yang cocok untuk si Kecil

4. Kasur cocok si Kecil
Pexels/Dominika Roseclay

Jika Mama sedang mencari kasur untuk si Kecil. Kasur yang tidak terlalu keras (medium-firm) adalah pilihan yang paling tepat.

Kasur dengan kekerasan sedang dianggap tepat karena mampu menopang bagian belakang, sekaligus memberikan kenyamanan untuk bagian lain.

Kasur yang terlalu lunak juga tidak dianjurkan karena tidak bisa menyangga tulang dengan baik. Bagi penderita asma dan alergi, debu dan tungau bisa menyebabkan tidur terganggu.

Indonesia yang bersuhu tinggi dan kelembaban juga tinggi, memang sangat memungkinkan tumbuhnya jamur dan tungau. Agar tak mudah terkena tungau, pilihlah kasur yang tidak terbuat dari bahan organik.

Bahan organik sering digunakan pada kain, dan ada pula yang menggunakannya pada lapisan kasur itu sendiri.

Jadi, sesuaikan pilihan dengan kebutuhan, dan yang pasti dengan kantong Mama.

Jadi, Mama sudah temukan kasur yang cocok untuk keluarga? Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.