Waspada! Kenali 12 Tanaman Hias Ini Bisa Menyebabkan Alergi

Jangan salah pilih karena tanaman hias ini bisa menimbulkan alergi

7 Desember 2021

Waspada Kenali 12 Tanaman Hias Ini Bisa Menyebabkan Alergi
Freepik/Rawpixel.com

Di rumah Mama, pastinya paling tidak ada beberapa pot tanaman hias, bukan?

Jenis bunga-bungaan atau tanaman berdaun sangat cocok untuk menambah warna interior maupun pekarangan rumah. Apalagi ketika stres bekerja, melihat dedaunan hijau sangat membantu dalam menghilangkan stres dan meningkatkan suasana hati.

Kendati demikian, tahukah Mama kalau ada sejumlah tanaman hias yang menyebabkan alergi? Dalam hal ini, Mama perlu hati-hati ketika memilih tanaman untuk dijadikan dekorasi sebab mereka bisa memicu sesak napas, bersin, gatal, bahkan gejala lainnya.

Supaya tidak salah pilih tanaman hias, berikut Popmama.com telah merangkum 12 tanaman hias yang dapat menyebabkan alergi. Dibaca dan dicatat ya, Ma!

1. Palem

1. Palem
Pixabay/MabelAmber

Di rumah, mungkin Mama menanam palem. Namun, penting sekali bagi Mama untuk lebih hati-hati dalam merawatnya. Hal ini karena palem atau Arecaceae sebenarnya merupakan tanaman hias yang dapat menyebabkan alergi lho, Ma.

Namun, Mama mungkin berpkir bahwa tanaman di rumah tidak membuat alergi. Benar, sebab tidak semua palem menimbulkan reaksi alergi. Hanya tanaman jantan sajalah yang perlu dihindari sebab mereka mengeluarkan serbuk sari.

Maka dari itu, jika ingin punya sepot palem di rumah, pilihlah tanaman palem betina. Selain tidak menimbulkan alergi, daunnya halus dan ramping sehingga bebas jamur dan tidak menarik debu.

2. Krisan

2. Krisan
Pixabay/Suppenkasper

Tidak bisa dinafikan, krisan sangatlah bagus dijadikan hiasan rumah. Hanya saja, Mama yang memiliki alergi sebaiknya tidak menanam krisan.

Hal ini karena bunga dengan warna kuning mencolok tersebut mudah berdebu dan menghasilkan banyak serbuk sari yang mudah terbawa angin. Sebagai informasi juga, jurnal Allergy mengatakan kalau krisan merupakan penyebab utama alergi pada karyawan yang bekerja di rumah kaca.

Wah, kalau bisa jangan didekati ya, Ma.

3. Aster

3. Aster
Pixabay/manfredrichter

Mama tentu sudah tahu dengan bunga yang satu ini, bukan? Yup, aster banyak digemari karena warna-warni yang ia suguhkan. Bunga yang berasal dari Tiongkok ini juga bisa tumbuh dan mekar di musim kapan saja.

Meskipun cantik, aster juga termasuk ke dalam tanaman hias yang menyebabkan alergi. Hal ini karena terdapat senyawa penyebab iritasi dalam getah bunga aster.

Perlu diingat pula bahwa tidak semua orang sensitif terhadap bunga yang sering dijadikan karangan ini. Akan tetapi, apabila Mama memiliki kulit sensitif, maka getahnya bisa menyebabkan dermatitis atau sejenis ruam kulit.

4. Kuping Gajah

4. Kuping Gajah
Pixabay/manfredrichter

Tanaman hias yang dapat menyebabkan alergi selanjutnya, yakni Anthurium atau kuping gajah. Tanaman yang satu ini masih satu keluarga dengan aglaonem sehingga tampilan dan bentukannya cukup mirip.

Akan tetapi, Mama harus hati-hati ketika di dekatnya, ya. Pasalnya, daun dan batang dari kuping gajah mengandung kalsium oksalat.

Senyawa tersebut cukup mengkhawatirkan apabila terkena kulit dan mulut karena dapat menyebabkan gatal-gatal hingga pembengkakan.

5. Hyacinthus

5. Hyacinthus
Pexels/Pixabay

Hyacinthus sangat dikenali dari bentuk bunganya yang mirip lonceng. Tanaman yang berasal dari dataran Mediterania dan Afrika ini sering dijadikan sebagai hiasan taman, balkon, dan tempat lainnya. Selain keindahannya pula, Hyancinthus juga mengeluarkan bau yang harum.

Hanya saja, tanaman ini juga bisa menimbulkan alergi pada kulit, Ma. Di dalam tanaman berbunga abadi ini, terdapat kristal oksalat yang mampu melukai permukaan kulit.

Kristal tersebut juga bisa diterbangkan oleh angin, sehingga ruam sangat mungkin muncul secara tiba-tiba pada kulit yang sensitif.

Editors' Picks

6. Bonsai

6. Bonsai
Pixabay/20706085

Bonsai sangatlah unik. Teknik penanaman yang satu ini seolah membuat miniatur dari sebuah tanaman atau pohon. Akan tetapi, ada jenis bonsai yang sebaiknya perlu Mama jauhi jika ingin menanamnya di rumah.

Jenis yang dimaksud, yakni bonsai Juniper. Berdasarkan penjelasan dari Allergy & Asthma Network, bonsai juniper menghasilkan serbuk sari yang dapat menyebabkan gejala mirip flu yang parah.

Terlebih lagi ketika memelihara bonsai, Mama perlu memangkasnya secara teratur. Tentu serbuk sari juniper akan terbang ke mana-mana dan malah membuat Mama alergi. Maka dari itu, sebaiknya memilih jenis yang lain.

7. Iris

7. Iris
Pixabay/pixel2013

Iris merupakan tanaman yang termasuk ke dalam famili Iridaceae. Namanya dalam bahasa Yunani berarti pelangi.

Selain itu, iris ternyata dapat menjernihkan air lho, Ma. Lebih jelasnya, akar tanaman ini mampu menyerap zat polutan, seperti limpasan pertanian, dalam air.

Kendati demikian, iris juga menyebabkan alergi. Tanaman ini mengandung senyawa irisin yang dapat memicu gatal, kemerahan, bahkan menyebabkan sensasi panas menyengat pada kulit.

Harus hati-hati kalau di dekat tanaman hias ini, Ma.

8. Adas Sowa

8. Adas Sowa
Pixabay/andreas160578

Adas sowa atau daun Dill mudah ditemukan di Pulau Jawa. Bunga dari tanaman ini berwarna kuning dan mengeluarkan bau cukup menyengat.

Perlu diketahui juga, tanaman yang berasal dari keluarga Apiaciae ini juga dapat memancing reaksi alergi. Cairan yang ada di dalamnya dapat menyebabkan gatal dan kemerahan pada kulit.

Meskipun begitu, bunga adas sowa ini ternyata dijadikan sebagai bumbu dapur dan pelengkap masakan. Bahkan di daerah Rusia dan Skandinavia, adas sowa ditambahkan ketika memasak ikan, sup, kue, pilaf, dan kaserol.

9. Ficus

9. Ficus
Pexels/Max Vakhtbovych

Ficus bukanlah spesies atau jenis tanaman ya, Ma, melainkan genus dari semua pepohonan Ara.

Tanaman ini sangat umum dijadikan hiasan indoor. Hanya saja, getah pada daunnya akan menciptakan alergen kuat apabila bereaksi dengan debu.

Di samping itu, Ficus juga sebaiknya dihindari oleh Mama yang alergi terhadap lateks. Sebab, tanaman ini memiliki kemiripan struktur dengan protein lateks. Dalam hal ini, Mama sebaiknya jauh-jauh dari pohon beringin ataupun karet.

10. Ranunculus

10. Ranunculus
Pixabay/Capri23auto

Ranunculus, atau juga dikenal sebagai Buttercup Persia, merupakan salah satu tanaman hias yang dapat menyebabkan alergi. Mama yang memiliki kulit sensitif sebaiknya tidak memilih bunga ini sebagai dekorasi rumah.

Soalnya, Ranunculus mengandung senyawa protoanemonin dalam getahnya. Jika terkena kulit, getah tersebut dapat memicu timbulnya ruam.

Tidak hanya itu, semua jenis Ranunculus umumnya beracun. Apabila tidak sengaja dimakan, Mama akan mengalami gejala keracunan, seperti diare berdarah, dihasilkannya air liur secara berlebihan, kolik abdomen (nyeri perut), hingga lepuh pada mulut, selaput lendir, dan saluran pencernaan.

11. Anggrek

11. Anggrek
Pexels/Miguel Marmolejos Fernández

Buat Mama pencinta bunga anggrek, mulai dari sekarang harus lebih berhati-hati, ya.

Sebab, bunga yang paling umum ada di pekarangan rumah Indonesia ini bisa menyebabkan reaksi alergi ketika kontak langsung dengan kulit.

Memang, serbuk sari yang dihasilkan sebenarnya lengket sehingga tidak mudah dibawa angin. Hanya saja, Mama tetap perlu waspada. Menurut buku Orchids as Aphrodisiac, Medicine or Food, seseorang bisa menderita gejala parah, seperti wajah yang membengkak hingga syok anafilaksis (reaksi syok akibat alergi). 

12. Tulip

12. Tulip
Pixabay/kareni

Tanaman hias yang dapat menyebabkan alergi terakhir, yakni tulip. Siapa sangka bunga yang identik dengan negara Belanda ini ternyata harus dihindari oleh Mama yang punya kulit sensitif.

Lebih tepatnya, bagian umbinya menghasilkan getah yang merupakan sebuah alergen. Ketika terkena kulit, Mama bisa mengalami kemerahan dan gatal-gatal di bagian kulit. Bahkan, reaksi alergi yang disebabkan tulip punya sebutan tersendiri, yaitu Tulip Itch (gatal akibat tulip).

Mama sudah baca informasi tentang beberapa jenias tanaman hias yang dapat menyebabkan alergi. Meskipun cantik sebagai dekorasi rumah, sebaiknya Mama memilih tanaman hias lainnya, ya. Ingat, kesehatan harus lebih diutamakan.

Semoga informasi tadi bermanfaat dan menambah pengetahuan ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.