6 Tips Menanam Pohon di Pekarangan Rumah

Hati-hati untuk memilih jarak dan jenis pohon ya, Ma!

15 Mei 2021

6 Tips Menanam Pohon Pekarangan Rumah
Pexels/Max Vakhtbovych

Beberapa orang yang menyukai berkebun mungkin akan memilih rumah dengan pekarangan luas, sehingga bisa menyalurkan hobi dan merawat berbagai jenis tanaman. .

Namun, beberapa tanaman mungkin akan cocok ditanam di pekarangan rumah. Maka dari itu, Mama perlu memahami terkait pentingnya memilih tanaman yang cocok. 

Jika ingin suasana yang lebih asri dan sejuk, Mama bisa menanam pohon buah atau jenis lainnya yang bisa ditanami di pekarangan. Tak hanya sejuk, pohon yang berbuah pun bisa dinikmati hasilnya ketika sudah mulai musim panen

Berikut Popmama.com rangkum tips menanam pohon di pekarangan rumah. Intinya, jangan sampai salah pilih pohon dan cara mengatur jarak pohon dengan rumah ya, Ma!

1. Kenali ciri-ciri pohon terlebih dahulu

1. Kenali ciri-ciri pohon terlebih dahulu
Pixabay/LoggaWiggler

Mama perlu mengetahui ciri-ciri pohon yang akan ditanam di sekitar area rumah, mulai dari tinggi, lebar, pertumbuhan akar dan batangnya nanti ke depan. 

Jangan lupa juga untuk memilih jenis tanaman yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan halaman masing-masing.

Pastikan tidak hanya ikut-ikutan atau tertarik dengan pekarangan orang lain. Hal ini dikarenakan belum tentu cocok diterapkan di rumah sendiri lho, Ma.

Misalnya, tidak semua jenis pohon aren cocok ditanam di pekarangan rumah. Sebut saja pohon jenis Palm King yang memiliki akar keras, sehingga berbahaya untuk konstruksi bangunan. Mama harus memiliki ruang terbuka yang cukup luas agar akarnya tidak mencapai ke bangunan rumah.

2. Atur jarak antar pohon

2. Atur jarak antar pohon
bukalapak.com

Jika Mama menanam lebih dari satu pohon di pekarangan rumah, jangan lupa untuk mengatur jarak antar pohon dengan baik. Ini sangat menentukan pertumbuhan pohon ke depannya. 

Harap diperhatikan bahwa jarak minimum antar pohon, yakni tiga meter. Jarak ini diperlukan agar setiap pohon tidak bersaing memperebutkan unsur hara dari tanah.

Hal ini harus diperhatikan agar pohon yang ditanam dapat hidup normal, bahkan dapat bertahan lama.

Editors' Picks

3. Atur jarak pohon dengan bangunan rumah

3. Atur jarak pohon bangunan rumah
Pexels/Jessica Bryant

Perlu diketahui bahwa akar pohon yang besar dapat merusak pondasi. Tergantung pada jenis pohonnya, jarak yang dibutuhkan antara titik yang paling dekat dengan penanaman pohon adalah 1,5 meter.

Artinya, lahan seluas 3x3 meter persegi hanya bisa ditanami satu pohon saja.

Jika menanam lebih dari satu pohon, tidak menutup kemungkinan akan berdampak buruk bagi bangunan. Mama perlu mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

4. Tanam dari awal atau pindahkan pohon

4. Tanam dari awal atau pindahkan pohon
Shopee.co.id

Ada dua pilihan yang bisa dipilih jika ingin menanam pohon di pekarangan rumah. Pilihan pertama, bisa memelihara pohon sejak kecil atau sejak bijinya kecil.

Pilihan kedua, memindahkan pohon yang agak besar dari pot besar atau wadah polybag ke halaman rumah.

Jika ingin hasil yang cepat, Mama bisa memindahkan pohon yang sudah cukup besar tersebut di sekitar rumah.

Saat memindahkan pohon, Mama harus merawatnya secara intensif selama 1-2 bulan terakhir. Membatasi waktu yang diperlukan untuk menyesuaikan pohon setelah dipindahkan ke tempat baru.

5. Gunakan metode pindah pohon

5. Gunakan metode pindah pohon
Pixabay/Victoria_Borodinova

Jika ingin menikmati keindahan pepohonan dengan cepat, Mama bisa menggunakan metode pemindahan tanaman.

Perlu diperhatikan bahwa dalam kurun waktu satu hingga dua bulan, maka pohon akan beradaptasi dan terlihat kering. Namun, setelah itu akan tumbuh kembali.

Jadi untuk adaptasi yang lebih cepat, gunakan penambah root.

6. Pilih pohon yang menghasilkan sedikit sampah atau daun kering

6. Pilih pohon menghasilkan sedikit sampah atau daun kering
Pixabay/MabelAmber

Kehadiran pepohonan di pekarangan, tentunya harus dibarengi dengan kewajiban membersihkan daun-daun kering yang berguguran.

Nah, jika Mama termasuk pemilik rumah yang tidak ingin repot membersihkan, disarankan untuk memilih cabang pohon, seperti Tabebuia, Frangipani atau pohon papan tulis.

Jenis pohon ini cenderung menghasilkan lebih sedikit sampah dibandingkan jenis pohon lainnya.

Wah, menanam pohon di rumah jadi makin menyenangkan jika memperhatikan hal tersebut bukan?

Lakukan dengan metode di atas serta usahakan pohon tidak mengganggu pekarangan rumah orang lain ya, Ma. Semoga informasinya bermanfaat!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.