8 Antisipasi Penularan Covid-19 di Rumah Demi Cegah Gelombang Ketiga

Gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia diprediksi terjadi pada akhir tahun 2021

26 Oktober 2021

8 Antisipasi Penularan Covid-19 Rumah Demi Cegah Gelombang Ketiga
Unsplash/Bermixstudio

Kasus Covid-19 di Indonesia memang mulai melandai. Namun, potensi kenaikan kasus masih ada. Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito memprediksi gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia terjadi pada akhir 2021. 

Prediksi itu berkaca dari lonjakan kasus Covid-19 pada akhir 2020 dan pertengahan 2021. Pasalya, mobilitas masyarakat diprediksi akan meningkat saat libur Natal dan Tahun Baru 2022. 

Prediksi gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia itu mengingatkan Mama dan kita semua tentang pencegahan penularan virus corona yang bisa dimulai dari lingkungan rumah. 

Sebab, virus corona bisa menyebar secara cepat melalui tetesan droplet yang keluar saat batuk atau bersin. Penularan Covid-19 juga bisa terjadi ketika menyentuh benda-benda yang telah terkontaminasi virus. 

Mama tidak perlu panik karena Popmama.com telah merangkum delapan cara mencegah penularan Covid-19 di rumah sebagai bentuk antisipasi gelombang ketiga Covid-19. 

1. Biasakan pakai masker di rumah

1. Biasakan pakai masker rumah
Unsplash/Kellysikkema

Memakai masker dalam waktu lama memang terasa tidak nyaman, apalagi jika menggunakannya di rumah. Penularan Covid-19 umumnya terjadi di rumah karena anggota keluarga akan abai terhadap protokol kesehatan. 

Mama dan anggota keluarga sebaiknya membiasakan diri untuk memakai masker saat beraktivitas di rumah, terutama jika tinggal bersama kelompok-kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan lansia. 

Penggunaan masker bukan hanya dianjurkan di rumah saja. Mama dan anggota keluarga wajib menggunakan masker dengan benar ketika keluar rumah. Bahkan, saat ini, pemerintah telah menganjurkan penggunaan masker dobel sebagai perlindungan lebih dari penularan Covid-19. 

2. Memiliki ventilasi yang baik di rumah

2. Memiliki ventilasi baik rumah
Unsplash/Brianbabb

Mulailah perhatikan kondisi sekitar rumah. Untuk mencegah penularan virus corona melalui droplet, rumah sebaiknya memiliki ventilasi yang baik. 

Ventilasi yang baik akan membuat pertukaran udara menjadi lancar, sehingga kualitas udara tetap terjaga. Sebaliknya, ventilasi yang buruk menyebabkan risiko penularan Covid-19 melalui droplet semakin tinggi. 

3. Menjaga jarak aman antar anggota keluarga

3. Menjaga jarak aman antar anggota keluarga
Unsplash/Chris_greene

Walau terdengar aneh dan sulit untuk dilakukan, Mama sebaiknya membiasakan diri saling menjaga jarak antar anggota keluarga. Menjaga jarak dengan anggota keluarga memang sulit dilakukan, namun cara tersebut dinilai mampu mencegah penularan Covid-19. 

Apabila Mama ingin berdekatan dengan anggota keluarga lain, pastikan kondisi satu sama lain dalam keadaan sehat. Terapkan protokol jaga jarak ketika salah satu anggota keluarga sedang sakit atau menunjukkan gejala-gejala terkena Covid-19. 

Editors' Picks

4. Rutin mencuci tangan

4. Rutin mencuci tangan
Unsplash/Cdc

Mencuci tangan menjadi salah satu cara yang tepat untuk mencegah penularan virus corona. Pasalnya, Mama mungkin secara tidak sadar menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus.

Oleh karena itu, mencuci tangan bisa mengurangi risiko penularan dan membunuh kuman, virus, dan bakteri yang menempel di tangan. 

Mama dan anggota keluarga sebaiknya membiasakan mencuci tangan setelah batuk atau bersin, membuang sampah, menyentuh hewan peliharaan, keluar dari kamar mandi, hingga sebelum dan sesudah makan. 

Untuk menghindari penularan, sebaiknya juga hindari kebiasaan menyentuh mata, mulut, atau hidung sebelum mencuci tangan. Lakukan cuci tangan secara benar, yakni menggunakan air mengalir dan sabun selama 20 menit. 

5. Menjaga kebersihan lingkungan rumah

5. Menjaga kebersihan lingkungan rumah
Unsplash/Cdc

Seperti diketahui, virus corona menyebar melalui droplet pernapasan. Droplet pernapasan bisa menempel di benda atau melayang di udara. Itulah sebabnya, Mama perlu membersihkan lingkungan rumah secara rutin untuk membunuh virus dan bakter. 

Jika benda-benda di rumah jarang dibersihkan, maka risiko penularan Covid-19 akan semakin tinggi. Sebab, Mama bisa secara tidak sengaja menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus, kemudian menyentuh area mata, mulut, atau hidung. 

6. Menjaga daya tahan tubuh anggota keluarga

6. Menjaga daya tahan tubuh anggota keluarga
Unsplash/Leohoho

Mulailah menyediakan beragam suplemen atau vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Apabila Mama dan anggota keluarga memiliki imunitas rendah, maka virus corona akan mudah masuk dan menyerang tubuh. 

Sebaliknya, jika imunitas tinggi, maka virus akan mati sebelum menyerang tubuh. Salah satu cara untuk meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh adalah mengonsumsi vitamin, suplemen, sekaligus mengonsumsi makanan sehat. 

7. Menerapkan pola hidup sehat

7. Menerapkan pola hidup sehat
Unsplash/Katetrifo

Minum suplemen atau vitamin saja tidak cukup untuk melindungi tubuh dari virus corona. Mama perlu mengimbanginya dengan menerapkan pola hidup sehat agar daya tahan tubuh tetap tinggi. 

Kebiasaan-kebiasaan yang bisa dilakukan untuk menjalani pola hidup sehat, yakni dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak minum air putih, menghindari alkohol, berhenti merokok, dan olahraga secara rutin.

Biasakan juga berjemur di pagi hari untuk mendapatkan asupan vitamin D, hindari begadang serta pastikan istirahat yang cukup. 

8. Biasakan belanja online

8. Biasakan belanja online
Unsplash/Enginakyurt

Terakhir, cobalah untuk memanfaatkan teknologi untuk belanja online. Mama sebaiknya meminimalisasi pergi ke luar rumah untuk sekadar belanja kebutuhan pokok. 

Siapkan budget khusus untuk belanja dari rumah, sehingga Mama tidak berinteraksi dengan sembarang orang. Jika budget terbatas dan menuntut Mama belanja ke luar rumah, pastikan tidak semua anggota keluarga ikut belanja dan terapkan protokol kesehatan selama belanja. 

Nah Ma, itulah delapan cara mengantisipasi penularan Covid-19 yang dimulai dari lingkungan rumah. Meski kasus mulai melandai, Mama sebaiknya tetap mematuhi protokol kesehatan, baik di dalam rumah maupun luar rumah.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.