6 Tips Bangun Rumah agar Aman dari Banjir

Banjir dapat dicegah dengan memperhatikan struktur bangunan rumah dan penataan lingkungan sekitarnya

24 Mei 2022

6 Tips Bangun Rumah agar Aman dari Banjir
Unsplash/Chriswebdog

Banjir menjadi masalah yang paling ditakutkan oleh masyarakat perkotaan, terutama yang tinggal di pinggir sungai. Banyaknya perumahan yang dibangun di perkotaan disinyalir menjadi penyebab banjir setiap musim hujan.

Sebab, perkotaan umumnya berada di dataran rendah dan air tidak bisa mengalir secara maksimal. Oleh karena itu, masyarakat perkotaan perlu membangun rumah yang aman dari banjir dengan memperhatikan beberapa hal, mulai dari struktur bangunan hingga penataan lingkungan sekitar rumah. 

Dilansir dari Archdaily, berikut Popmama.com rangkum beberapa tips membangun rumah di lokasi rawan banjir agar lebih aman

1. Meninggikan bangunan

1. Meninggikan bangunan
Unsplash/Churchoftodd

Tips pertama agar rumah aman dari banjir, yakni meninggikan bangunan di atas level banjir. Mama perlu mencari informasi terlebih dahulu seberapa tinggi permukaan banjir di lokasi perumahan. Informasi tersebut bisa menjadi acuan untuk membangun fondasi rumah. 

Fondasi rumah sebaiknya dibangun lebih tinggi dari permukaan banjir, salah satu caranya ialah membangun struktur di atas kolom atau panggung. Dengan metode tersebut, rumah bisa aman dari rendaman banjir. 

2. Pilih material tahan banjir

2. Pilih material tahan banjir
Unsplash/Imacdonald3

Setelah membangun fondasi rumah yang kokoh, selanjutnya pilihlah material yang tahan banjir. Sebab, air banjir dapat mengakibatkan dinding fondasi rumah bergeser, struktur rumah runtuh, hingga bangunan rumah retak. 

Contoh material yang tahan banjir dan tahan lama terhadap kelembapan ialah beton, bata berlapis kacal, ubin keramik, lem tahan air, dan banyak lagi. 

Mama juga bisa membangun pelapis tahan banjir untuk mencegah masuknya air. Pelapis tahan air bisa berupa pelapis sealant dan veneer yang terdiri dari lapisan bata yang didukung oleh membran tahan air untuk menahan fondasi dari penetrasi air.

Pelapis sealant juga bisa digunakan pada fondasi, dinding, hingga pintu rumah untuk mencegah keretakan saat banjir terjadi. 

Editors' Picks

3. Pasang perpipaan dan alat kelistrikan lebih tinggi dari permukaan banjir

3. Pasang perpipaan alat kelistrikan lebih tinggi dari permukaan banjir
Unsplash/Chriswebdog

Tips ketiga yang bisa dilakukan, yakni menempatkan peralatan servis seperti perpipaan, alat mekanik, dan alat kelistrikan lebih tinggi dari permukaan banjir. Peralatan servis tersebut bisa menyebabkan kebakaran akibat hubungan arus pendek listrik ketika terendam banjir dalam waktu singkat. 

Jika perlu, Mama perlu melindungi peralatan servis itu menggunakan penutup kedap air atau teknik lainnya agar tidak terjadi kerusakan akibat banjir.

4. Pasang pompa banjir

4. Pasang pompa banjir
Unsplash/Weanimalsmedia

Pompa banjir perlu dipasang di rumah agar banjir yang masuk bisa cepat surut dan keluar dari rumah. Pompa ini merupakan jenis peralatan yang berfungsi memompa air keluar dari ruang bawah tanah. 

Mama perlu memiliki cadangan baterai untuk pompa air agar bisa tetap berfungsi saat listrik padam. Pompa air sebaiknya dipasang di rumah yang dibangun di lokasi rawan banjir atau berada pinggir sungai untuk mengurangi kerusakan yang ditimbulkan oleh air banjir. 

5. Memasang penghalang khusus banjir

5. Memasang penghalang khusus banjir
Unsplash/Npi

Penghalang khusus banjir dari beton atau bata perlu dibangun di sekitar rumah untuk mencegah banjir memasuki area rumah. Mama juga bisa membangun tanggul yang terbuat dari lapisan tanah yang dipadatkan. 

Penghalang banjir memang tidak sepenuhnya mencegah banjir masuk ke rumah. Namun, penghalang banjir maupun tanggul bisa mengurangi kerusakan akibat banjir.

6. Menempatkan rumput di depan rumah

6. Menempatkan rumput depan rumah
Unsplash/Wwwynand

Tips terakhir ialah membuat halaman rumput di depan rumah, sehingga air bisa terserap secara maksimal saat musim hujan. Halaman rumput perlu dibangun miring ke arah luar rumah. Dengan begitu, air hujan tidak akan menggenangi rumah. 

Halaman rumput harus menggunakan tanah yang berat misalnya tanah liat dan pasir, sehingga aliran permukaan dapat dialirkan ke talang jalan. 

Nah Ma, itulah beberapa tips membangun rumah agar aman dari banjir. Meski tidak dapat melindungi rumah sepenuhnya, tips di atas bisa dicoba untuk melindungi rumah dari kerusakan akibat banjir. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk