Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Rumah Kebanjiran, Katon Bagaskara Desak Pramono Anung Bertindak
Instagram.com/katonbagaskara
  • Rumah Katon Bagaskara di Kebayoran Baru kembali terendam banjir akibat luapan Kali Grogol setelah hujan deras mengguyur Jakarta pada awal Mei 2026.
  • Katon memperlihatkan kondisi rumahnya yang tergenang hingga ke kamar tidur dan studio pribadi, menunjukkan parahnya rembesan air dari berbagai sisi bangunan.
  • Melalui media sosial, Katon mendesak Gubernur Pramono Anung mengambil tindakan konkret mengatasi banjir berulang, seruannya mendapat dukungan luas dari publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Musisi senior Katon Bagaskara kembali menjadi sorotan setelah rumahnya di kawasan Kebayoran Baru terendam banjir untuk kesekian kalinya pada awal Mei 2026. Lewat unggahan media sosial, Katon memperlihatkan kondisi rumah yang dipenuhi air hingga masuk ke kamar dan kamar mandi. 

Katon bahkan secara langsung meminta perhatian Gubernur Pramono Anung karena banjir disebut berasal dari luapan Kali Grogol yang tak kunjung tertangani. Kondisi ini memicu simpati publik sekaligus menyoroti persoalan banjir yang terus menghantui kawasan elite Jakarta Selatan. 

Berikut Popmama.com merangkum momen rumah Katon Bagaskara kebanjiran menjadi sorotan publik.

Rumah Katon Bagaskara Kembali Terendam Banjir

Instagram.com/katonbagaskara

Banjir yang melanda kediaman Katon terjadi setelah hujan deras mengguyur Jakarta dan menyebabkan aliran Kali Grogol meluap. Air bahkan masuk ke sejumlah ruangan pribadi hingga bathtub di kamar mandi pun ikut terisi air genangan.

Dalam video yang dibagikannya, terlihat genangan cukup tinggi hingga membuat kondisi rumah memprihatinkan. Ini bukan kali pertama rumah Katon terdampak banjir, sebelumnya kejadian serupa juga terjadi pada Maret 2026.

Area Kompleks hingga Area Kamar Tidur Ikut Terendam

Instagram.com/katonbagaskara

Banjir yang melanda rumah Katon terjadi di kawasan Kompleks Sinabung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Air tak hanya menggenangi halaman dan teras, tetapi juga merembes masuk ke kamar mandi, kamar tidur, hingga studio pribadinya. 

Kondisi semakin parah karena air disebut muncul dari sela-sela lantai, rembesan dinding hingga tembok yang bocor, membuat genangan datang bukan hanya dari luar rumah tetapi juga dari berbagai sudut bangunan.

“Kamarku sudah kayak kolam, gokil ya,” ujar Katon dalam unggahan di media sosial. 

Seruan tersebut menjadi bentuk keresahan sekaligus harapan agar pemerintah daerah segera turun tangan menangani masalah banjir berulang di wilayah tersebut.

Katon Bagaskara Minta Perhatian Gubernur Jakarta soal Penanggulangan Banjir

Instagram.com/katonbagaskara

Merasa banjir terus berulang tanpa solusi nyata, Katon secara terbuka meminta bantuan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melalui media sosialnya. Ia menyoroti perlunya langkah konkret pemerintah untuk mengatasi luapan Kali Grogol dan sistem drainase yang dinilai semakin memburuk. 

“Tolong Pak Pram, rumah saya makin kebanjiran. Harus ada solusi nyata,” tulis Katon dalam unggahannya. 

Seruan tersebut langsung mendapat respons luas dari publik, dengan banyak warganet menyampaikan dukungan sekaligus menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap persoalan banjir yang masih terdampak di sejumlah kawasan Jakarta, termasuk Kebayoran Baru. 

Dukungan publik pun mengalir karena Katon dianggap mewakili keresahan banyak warga ibu kota yang menghadapi persoalan serupa.

FAQ Rumah Katon Bagaskara Kebanjiran

Bagaimana respons publik terhadap kondisi rumah Katon?

Banyak warganet bersimpati sekaligus menyoroti pentingnya solusi pemerintah terhadap masalah banjir Jakarta.

Apa penyebab rumah Katon Bagaskara kembali kebanjiran?

Banjir diduga dipicu luapan Kali Grogol setelah hujan deras, ditambah buruknya sistem drainase di kawasan sekitar.

Seberapa parah banjir yang merendam rumah Katon?

Banjir tidak hanya menggenangi halaman dan teras, tetapi juga masuk ke kamar tidur, kamar mandi, studio, serta merembes dari sela lantai dan tembok.

Editorial Team