Tanpa Ribet, Ini 5 Cara Merawat Rosemary di Rumah

Tanaman multifungsi ini sangat mudah ditanam lho!

18 Juni 2021

Tanpa Ribet, Ini 5 Cara Merawat Rosemary Rumah
Freepik/Jcomp

Rosemary merupakan sebuah tanaman herbal yang berasal dari Eropa, tepatnya Mediterania. Tanaman ini sudah cukup terkenal karena manfaat dan kegunaannya.

Mama mungkin pernah menggunakan rosemary sebagai bumbu masakan. Aroma khas yang terdapat pada rosemary membuatnya menjadi salah satu bumbu penyedap masakan yang banyak digunakan.

Selain untuk bumbu, rosemary juga bisa digunakan untuk teh herbal dan aromaterapi juga. Cara merawat tanaman rosemary juga tidak sulit lho, Ma!

Bagi Mama yang tertarik untuk menanam rosemary sendiri di rumah, berikut 5 cara merawat tanaman rosemary yang sudah Popmama.com rangkum. 

1. Tanah yang kering dan lembap

1. Tanah kering lembap
Freepik/Jcomp

Jika Mama mau menanam rosemary, maka pastikan tanah yang menjadi media tanamnya itu memang benar-benar kering.

Mama bisa menggunakan tanah berpasir yang sudah dikeringkan dengan baik. Demi rosemary tumbuh dengan baik dan lebih maksimal, maka keringkan di bawah sinar matahari selama 6 hingga 8 jam.

Tanaman rosemary dapat tumbuh subur pada lingkungan yang hangat dan lembap. Tanaman ini tidak dapat bertahan pada suhu yang dingin.

Editors' Picks

2. Penyiraman yang cukup

2. Penyiraman cukup
Freepik/valeria_aksakova

Penyiraman tanaman rosemary tetap diperlukan karena butuh tanah yang lembap. 

Mama perlu berhati-hati ketika menyiram karena rosemary juga tumbuh baik apabila di tanah yang kering. Sebaliknya, apabila Mama menyiram terlalu banyak, maka daun rosemary akan menghitam dan akarnya akan membusuk.

Mama hanya perlu melakukan penyiraman secukupnya sekitar 1 kali sehari atau 2 hari sekali, sehingga tanaman rosemary bisa tumbuh dengan baik dan subur.

3. Tanam pada pot

3. Tanam pot
Freepik

Rosemary memang sebaiknya ditanam dalam wadah seperti pot. Hal ini bertujuan agar tanaman rosemary mudah untuk dipindahkan.

Ketika musim hujan tiba, Mama tentunya tidak ingin agar tanaman rosemary kelebihan kandungan air dan justru malah membuatnya lebih cepat membusuk.

Maka dari itu, tanaman rosemary harus dimasukkan ke dalam ruangan apabila musim hujan tiba. Mama mungkin bisa memilih pot terra cotta sebagai pot yang sesuai, sehingga memungkinkan tanaman rosemary kering lebih cepat apabila sudah disiram.

Meskipun dipindahkan ke dalam ruangan, rosemary tetap butuh diletakkan di bawah sinar matahari paling sedikit 6 jam. 

4. Pemangkasan secara berkala

4. Pemangkasan secara berkala
Freepik/jcstudio

Jika Mama ingin melihat tanaman rosemary ini tumbuh lebih lebat, maka perlu pemangkasan sesekali.

Mama dapat menggunting tangkainya terutama saat rosemary berhenti mekar. Saat memangkas, potongan tepat di atas sambungan daun. Usahakan tidak boleh mengambil lebih dari sepertiga tanaman saat memotongnya.

Selain itu, pemangkasan juga diperlukan apabila ditemukan tanaman rosemary yang layu atau bahkan mati.

5. Tidak perlu beri pupuk

5. Tidak perlu beri pupuk
Freepik/racool_studio

Tanaman rosemary sangat jarang memerlukan pemupukkan. Sebagai gantinya, Mama mungkin dapat memberikan kapur untuk meningkatkan tingkat basa dalam tanahnya.

Apabila dirasa tanaman ini tumbuh dengan lambat ataupun terlihat kuning pucat, maka Mama dapat berikan pupuk sesekali untuk memberikan nutrisi.

Jika mengaplikasikan dengan tepat, maka pupuk serbaguna cair maupun kering dapat berfungsi.

Itulah 5 cara merawat tanaman rosemary di rumah untuk pemula. Apakah Mama tertarik untuk menanam sendiri?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.