Jangan Ada di Rumah! Ini 5 Tanaman Pembawa Sial dan Penghilang Hoki

Sebaiknya jangan pelihara kelima tanaman ini jika tak ingin mendapatkan sial!

19 Mei 2021

Jangan Ada Rumah Ini 5 Tanaman Pembawa Sial Penghilang Hoki
Freepik/senivpetro

Selain sebagai pelepas stres, ternyata tanaman juga memiliki banyak manfaat dan nilai positif seperti keindahan, kecantikan, kesegaran hingga kesehatan serta kesejahteraan.

Meski membawa banyak hal positif pada kehidupan, namun sayangnya ada juga beberapa tanaman yang dipercaya bisa membawa sial dan kemalangan sehingga harus dihindari.

Percaya atau tidak, dalam ilmu arsitektur tradisional Hindu atau yang biasa disebut Vastu Shastra memang ada beberapa jenis tanaman yang dipercaya bisa membawa sial. Maka dari itu, Mama perlu memahami jenis-jenis tanaman yang seharusnya tidak ada dalam rumah.

Hal itu kabarnya berkaitan dengan energi negatif dari tanaman tersebut yang bisa mendatangkan hal-hal kurang baik, apalagi jika tidak segera dikeluarkan.

Lalu, tanaman apa saja yang diyakini bisa membawa sial ke dalam rumah? Dilansir dari laman Boldsky, berikut Popmama.com telah merangkum kelima daftar lengkapnya.

1. Pohon bonsai

1. Pohon bonsai
Freepik/free picture

Menurut filosofi Vastu Shastra, bonsai sebaiknya tidak dipelihara di dalam rumah karena bisa membawa kesialan.

Alasannya, karena tanaman ini melambangkan pertumbuhan yang lambat dan terbatas sehingga bisa menjadi pengaruh buruk bagi kehidupan anggota keluarga di rumah.

Namun, jika kamu masih tetap ingin memelihara bonsai, ada hal yang perlu diperhatikan. Sebaiknya tanaman bonsai berada di ruang terbuka atau ditanam di area kebun.

Editors' Picks

2. Pohon kaktus

2. Pohon kaktus
Freepik/free picture

Pohon kaktus seringkali dianggap sebagai salah satu tanaman pembawa sial. Hal ini dikarenakan bentuk tanamannya yang berduri dan tumbuh di lingkungan yang minim air.

Menurut Vastu Shastra, tanaman ini tidak disarankan untuk diletakkan di dalam rumah karena bisa menimbulkan kesalahpahaman dan konflik antar anggota keluarga. Pasangan suami istri pun bisa lebih sering bertengkar, bahkan karena hal-hal kecil. 

Wah, ngeri ya! Apakah kamu termasuk orang yang juga menanam kaktus di rumah?

3. Tanaman asam jawa atau tamarind

3. Tanaman asam jawa atau tamarind
allrecipes.com

Asam jawa merupakan sejenis buah yang rasanya masam dan biasa digunakan sebagai campuran bumbu dalam berbagai masakan Indonesia.

Beberapa orang biasanya menanam tanaman di dalam rumah untuk keperluan pribadi, seperti bahan dapur hingga obat-obatan. Namun sayangnya, tanaman ini tidak disarankan untuk diletakkan di rumah.

Menurut Vastu Shastra, tanaman asam jawa atau tamarind bisa menarik energi negatif dan roh jahat. Oleh karena itulah, sebaiknya hindari meletakkan tanaman ini di dalam rumah jika kamu serta keluarga tidak ingin tertimpa sial dan kemalangan.

4. Pohon pepaya

4. Pohon pepaya
Flickr.com/Marufish

Berdasarkan kepercayaan tradisional sejak zaman dahulu, pohon pepaya selalu diasosiasikan sebagai pohon yang kurang baik kehadirannya.

Pasalnya, pohon pepaya tak hanya dipercaya membawa energi buruk ke rumah, tetapi juga dianggap sebagai salah satu tempat kesukaan makhluk gaib.

Konon, apabila pohon pepaya ditanam di depan rumah maka akan mengundang mala petaka bagi seisi rumah berupa sakit serta kerugian usaha. Itulah alasan kenapa pohon pepaya disebut tanaman buah pembawa sial.

Mengerikan, bukan?

5. Pohon kapas

5. Pohon kapas
essentialoilsshop.net

Percaya atau tidak, ternyata pohon kapas juga dianggap sebagai jenis tanaman pembawa sial oleh banyak orang, lho! Kok bisa, ya?

Menurut filosofi Feng Shui dan Vastu Shastra, pohon kapas membawa sial karena menjadi perantara yang mudah bagi debu dan kotoran di rumah.

Debu dan kotoran juga dipercaya menjadi sumber kemalangan dan kemiskinan di rumah bila sering dibiarkan. 

Nah, itulah kelima tanaman pembawa sial dan penghilang hoki jika ditanam di rumah. Bagaimana? Apakah Mama masih tertarik untuk memelihara kelima tanaman di atas?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.