Bahayakah Menyimpan Makanan Panas di Wadah Plastik?

Wadah plastik merupakan wadah yang sangat efisien untuk digunakan menyimpan makanan

31 Oktober 2020

Bahayakah Menyimpan Makanan Panas Wadah Plastik
unsplash/@wiaone72

Wadah plastik merupakan peralatan dapur yang sering ditemukan di dalam rumah. Bahannya yang ringan dan tidak mudah pecah membuat wadah plastik cukup diminati. Apalagi para orangtua yang memiliki anak masih berusia di bawah 5 tahun.

Selain itu, wadah plastik dianggap lebih praktis untuk digunakan. Harga wadah plastik juga relatif terjangkau.

Maka tidak heran kalau wadah plastik sering dijadikan pilihan untuk tempat menyimpan makanan.

Apalagi jika Mama sering memesan makanan di tempat makan dan membungkusnya untuk dibawa pulang.

Plastik biasanya sering dijadikan pilihan untuk membungkus makanan yang dipesan.

Biasanya, makanan yang dipesan masih panas karena baru selesai dari proses masak.

Tetapi, amankah menyimpan makanan panas di wadah plastik? Yuk, simak penjelasan Popmama.com berikut ini!

1. Komponen berbahaya yang terdapat di dalam wadah plastik

1. Komponen berbahaya terdapat dalam wadah plastik
Pixabay/derneuemann

Untuk membuat wadah plastik yang kuat membutuhkan suatu komponen resin yang dikenal  dengan nama Bisphenol-A (BPA). Komponen ini banyak ditemukan di berbagai macam wadah plastik. Biasanya, BPA digunakan pada wadah plastik dengan kode daur ulang 7, yaitu polikarbonat atau PC.

Tidak hanya BPA, wadah plastik juga ada yang menggunakan komponen phthalate. Komponen ini ditemukan pada wadah plastik dengan kode daur ulang 3, yaitu polivinil karbonat (PVC).

Jika menyimpan makanan panas di wadah plastik yang memiliki komponen tersebut. Sebab, akan menyebabkan beberapa masalah kesehatan, baik itu jangka pendek maupun jangka panjang.

Editors' Picks

2. Apakah plastik BPA free sudah aman?

2. Apakah plastik BPA free sudah aman
wegotedge.com

Melihat dampak yang membahayakan kesehatan dari kandungan BPA, akhirnya banyak produsen wadah plastik yang menghilangkan kandungan tersebut. Mereka mengganti BPA dengan BPS (Bisphenol-S) atau BPF (Bisphenol-F). Maka dari itu, sekarang kita sering menjumpai wadah plastik dengan label BPA free.

Walaupun sudah tidak menggunakan komponen BPA, tetapi beberapa penelitian menemukan bahwa BPS atau BPF sama berbahayanya dengan BPA. Sehingga, walaupun sudah menggunakan label BPA free, menyimpan makanan panas di wadah plastik tidak benar-benar aman.

3. Dampak yang ditimbulkan akibat bahan kimia plastik

3. Dampak ditimbulkan akibat bahan kimia plastik
Freepik/xb100

Seperti yang sudah disinggung pada poin-poin sebelumnya bahwa kandungan yang terdapat di wadah plastik dapat membahayakan kesehatan. Bahaya yang ditimbulkan memiliki efek dalam jangka pendek dan juga jangka panjang.

Kandungan BPA sendiri ternyata memiliki sifat yang menyerupai hormon estrogen. Dengan kata lain, BPA memengaruhi kesehatan reproduksi.

Selain itu, beberapa dampak kesehatan bahan kimia dari wadah plastik antara lain:

  • Mengganggu perkembangan janin

  • Menyebabkan gagal ginjal akut

  • Terbentuknya batu pada saluran kemih

  • Meningkatkan risiko penyakit kanker

Oleh karena itu, sangat berbahaya menyimpan makanan panas di wadah plastik. 

4. Cara menyimpan makanan panas yang benar

4. Cara menyimpan makanan panas benar
Unsplash/@swell

Jika Mama harus bergegas menyimpan makanan yang masih panas, lebih baik gunakan wadah yang terbuat dari stainless steel, kaca, keramik, atau kayu.

Bahan-bahan tersebut lebih aman terhadap panas sehingga bisa digunakan untuk menyimpan makanan yang masih panas. 

Apabila hendak memanaskan makanan, jangan gunakan wadah plastik ke dalam microwave sekalipun terdapat keterangan microwave safe. Pindahkan terlebih dahulu ke wadah yang lebih aman.

Menyimpan makanan panas di dalam wadah plastik sudah terbukti membahayakan kesehatan.

Mengganti wadah stainless steel, kaca, keramik, atau kayu akan lebih aman terhadap suhu panas.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.