Kesalahan yang Kerap Dilakukan Saat Mencuci Baju, Apa Saja?

Jangan sampai mencuci baju malah membuat baju rusak atau kusam. Baca ini agar tidak itu terjadi.

1 April 2020

Kesalahan Kerap Dilakukan Saat Mencuci Baju, Apa Saja
Freepik

Pekerjaan rumah tangga yang tak bisa dihindari salah satunya adalah mencuci baju. Walaupun saat ini sudah ada teknologi mesin cuci yang mempermudah orang tetap saja banyak yang melakukan kesalahan dalam mencuci baju. Akibatnya baju menjadi kusam hingga rusak tak lagi bisa dipakai.

Kira-kira apa saja ya hal-hal yang harus dihindari saat mencuci baju?

Simak penjelasan Popmama.com berikut ini.

1. Tidak memisahkan antara warna baju gelap dengan terang

1. Tidak memisahkan antara warna baju gelap terang
Freepik

Pisahkan baju-baju yang memiliki warna gelap dengan warna terang. Masukkan warna hitam, abu-abu tua, navy, green army, coklat tua, dan warna tua lainnya dalam satu keranjang.

Di keranjang lainnya khusus untuk warna-warna terang, seperti kuning, merah muda, biru muda, hijau muda, dan lain-lain.

Selain itu, sangat disarankan untuk memisahkan pakaian berwarna putih sendiri dari warna apa pun. Warna putih lebih berisiko daripada warna yang lain.

2. Menambahkan detergen tak berarti membuat baju lebih bersih

2. Menambahkan detergen tak berarti membuat baju lebih bersih
Pixabay.com

Jika Mama berpikir semakin banyak detergen yang dimasukkan akan membuat pakaian semakin bersih, sayangnya tidak.

Hal itu justru akan membuat sisa sabun tertinggal di baju. Pemakaian air pun juga akan lebih banyak untuk membilas baju yang sedang dicuci.

3. Jangan taruh detergen langung ke pakaian

3. Jangan taruh detergen langung ke pakaian
freepik.com

Hal yang harus dihindari saat mencuci baju berikutnya adalah menaruh detergen langsung ke pakaian. Seharusnya masukkan dulu pakaian ke dalam mesin cuci.

Kemudian masukkan air. Terakhir barulah detergen.

Editors' Picks

4. Tidak menutup kembali resleting pakaian

4. Tidak menutup kembali resleting pakaian
www.cheatsheet.com

Jangan biarkan resleting pakaian terbuka. Dengan mencuci pakaian dalam kondisi resleting terbuka berisiko akan membuat resleting menjadi rusak atau ada benda yang tersangkut di gerigi resleting.

5. Tapi jangan biarkan kancing terkancing

5. Tapi jangan biarkan kancing terkancing
Pexels/Pixabay

Lain halnya dengan resleting, justru pemasangan kancing tidak disarankan saat Mama mencuci pakaian. Dengan memasang kancing pakaian akan membuat kendur benang yang ada di kancing.

6. Menyikat kain untuk menghilangkan noda

6. Menyikat kain menghilangkan noda
kinstacdn.com

Banyak yang berpikir kalau menyikat kain dengan sikat adalah cara tercepat untuk menghilangkan noda. Tindakan ini justru akan merusak serat pakaian.

Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan mengusap noda dengan air dan sabun.

Selain itu, saat terbaik untuk membersihkan noda adalah ketika noda baru menempel di kain. Jadi segeralah bersihkan kain yang terkena noda.

7. Mengabaikan label petunjuk cara pencucian pakaian

7. Mengabaikan label petunjuk cara pencucian pakaian
cheatsheet.com

Banyak yang mengabaikan label petunjuk cara pencucian pakaian. Hal ini harus dihindari saat mencuci pakaian.

Adanya label yang dibuat oleh brand fashion baju itu dibuat sebagai petunjuk pencucian agar pakaian yang dibeli awet dan tidak cepat rusak.

Beberapa baju disarankan untuk tidak dicuci menggunakan mesin cuci, melainkan manual menggunakan tangan.

8. Tidak melakukan tes luntur warna

Penting untuk melakukan tes warna pakaian yang baru dibeli luntur atau tidak. Jangan sampai baju yang baru dibeli membawa bencana untuk baju kesayangan lainnya.

Perhatikan pakaian-pakaian berwana gelap yang sering mengalami luntur. Walaupun sudah dipisah berdasarkan gelap terang warna pakaian, tetap saja Mama pasti tidak mau ada bercak warna lain di pakaian yang berbeda kan?

Mungkin mencuci pakaian menjadi hal sepele untuk dilakukan karena sudah ada mesin cuci. Tapi jika mengabaikan poin-poin di atas justru akan membuat baju rusak atau menjadi kusam. Jadi penting untuk memerhatikan hal di atas ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.