Menanam Tanpa Benih, Sayuran Ini Bisa Ditanam Ulang

Mama bisa tanam dari sisa potongan sayur yang tidak terpakai

2 September 2020

Menanam Tanpa Benih, Sayuran Ini Bisa Ditanam Ulang
Freepik.com/poringdown

Mengonsumsi makanan dari kebun sendiri akan selalu terasa spesial karena diri sendiri berhasil menumbuhkan makanan yang akan dimakan.

Selain memberikan efek bahagia, menghasilkan makanan dari kebun sendiri juga akan menghemat pengeluaran bulanan.

Walaupun butuh perlakuan khusus, nyatanya menanam beberapa sayuran di rumah sangat mudah dilakukan.

Hanya butuh 5-10 menit setiap harinya untuk menyirami atau mengganti air agar sayuran tetap hidup.

Apalagi ada beberapa jenis tanaman yang bisa Mama tanam dari sisa potongan sayur yang tidak terpakai.

Jadi sayuran tersebut bisa ditanam ulang jika bagian sisanya sudah tidak dibutuhkan.

Apa sajakah sayuran itu? Simak informasi dari Popmama.com berikut ini ya.

1. Daun bawang sangat mudah tumbuh dan bisa segera digunakan

1. Daun bawang sangat mudah tumbuh bisa segera digunakan
Pixabay/Congerdesign

Potongan sisa daun bawang bisa ditanam ulang kembali.

Bagian yang dekat akar biasanya tidak digunakan untuk memasak sehingga sering berakhir di tempat sampah.

Tapi bagian dekat akar ini bisa ditanam ulang agar tumbuh daun baru yang bisa dipakai untuk memasak kembali.

Sisakan sekitar 2 cm bagian bawah daun bawang. Lalu, tancapkan ke tanah dan sirami setiap hari.

Dalam waktu seminggu, Mama sudah bisa panen, lho.

Editors' Picks

2. Menanam ulang sayuran wortel di media tanam air

2. Menanam ulang sayuran wortel media tanam air
Freepik

Selain daun bawang, ternyata wortel juga bisa ditanam ulang.

Bagian ujung atas wortel biasanya sering dibuang karena warnanya yang hitam.

Tapi, Mama jangan membuang bagian ujung atas wortel karena masih bisa ditanam ulang di rumah.

Caranya, bagian ujung atas wortel diletakkan di atas air. Lalu, biarkan selama 5 hari hingga tunas muncul sedikit.

Apabila tunas sudah terlihat, Mama bisa memindahkannya ke pot yang sudah diberi media tanam tanah.

Dalam waktu 1-2 bukan berikutnya Mama sudah bisa memanen tanaman wortel ini.

3. Bagian bawah serai yang keras bisa tumbuh kembali

3. Bagian bawah serai keras bisa tumbuh kembali
drweil.com

Bagian bawah serai yang keras ternyata juga bisa ditanam ulang untuk menumbuhkan batang serai yang baru.

Letakkan batang serai ke dalam wadah yang sudah diisi air.

Tunggu sekitar 3 minggu hingga akar keluar dari bagian bawah serai.

Setelah akar keluar, Mama bisa memindahkannya ke media tanam tanah dan letakkan di bagian yang memungkinkan terkena sinar matahari langsung.

4. Sawi dan pokcoy lebih cepat tumbuh jika ditanam di tanah

4. Sawi pokcoy lebih cepat tumbuh jika ditanam tanah
wikimedia.org

Kali ini giliran sayuran hijau yang bisa ditanam ulang di rumah, sawi dan pokcoy.

Dua jenis sayuran serupa ini sangat mudah ditumbuhkan kembali.

Bagian bonggol sawi dan pokcoy sering kali dibuang karena teksturnya keras dan sulit untuk diolah.

Tapi kini Mama bisa memanfaatkannya dengan menanam ulang bagian bonggol sawi dan pokcoy.

Letakkan ujung sayuran ini ke dalam wadah yang sudah diberi air.

Ganti air di dalam wadah 2 hari sekali.

Namun, jika Mama menanamnya langsung ke media tanam tanah, pada umumnya akan lebih cepat tumbuhnya.

5. Jahe butuh satu tahun untuk bisa dipanen

5. Jahe butuh satu tahun bisa dipanen
veggiegardener.com

Sering Mama lihat persediaan jahe di rumah mengeluarkan tunas.

Nah, jahe yang sudah mengeluarkan tunas ini bisa ditanam ulang. Letakkan jahe di media tanam tanah yang sudah dilubangi.

Bagian yang sudah bertunas harus berada di bagian atas. Tutup jahe dengan tanah dengan membiarkan bagian tunas tetap terlihat.

Di antara beberapa jenis tanaman di atas, jahe yang paling lama proses pertumbuhannya.

Menanam beberapa bagian sayuran yang tak terpakai merupakan cara untuk memperpanjang usia makanan.

Hal ini akan bermanfaat untuk kebutuhan dapur jika sewaktu-waktu membutuhkannya. Mama tidak perlu pergi ke tukang sayur karena sudah memiliki persediaannya dari kebun.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.