Mengatasi Masalah Ketika Berkebun, Tanaman Gampang Layu!

Tanaman memiliki karakteristik yang berbeda dalam perawatannya

5 Maret 2021

Mengatasi Masalah Ketika Berkebun, Tanaman Gampang Layu
Pixabay/Free-Photos

Ketika pertama kali mencoba berkebun, mungkin Mama akan mendapatkan kesulitan untuk merawat tanaman-tanaman yang dimiliki.

Sebab, setiap tanaman memiliki perlakukan yang berbeda. Tak heran jika beberapa di antaranya menjadi layu. Bahkan, setelah beberapa kali mencoba untuk menanam tanaman yang sama, tanaman tersebut tetap layu dan tidak bertahan lama.

Ada banyak faktor yang menyebabkan tanaman gampang layu. Hal ini penting untuk diketahui. Apalagi jika Mama masih baru dalam hal berkebun. Pasti akan ada banyak hal baru yang harus diketahui untuk menjaga tanaman agar tetap tumbuh dengan baik.

Untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebab tanaman gampang layu, Popmama.com telah merangkumkan beberapa penyebabnya. Ikuti informasi selengkapnya di bawah ini ya!

1. Pemberian jumlah air yang tidak sesuai dengan jenis tanaman

1. Pemberian jumlah air tidak sesuai jenis tanaman
Freepik/cookie_studio

Air memiliki peran penting untuk menjaga kondisi tanaman. Tetapi, setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan air yang berbeda. Ada yang senang jika diberi air banyak. Ada juga yang akan cepat layu jika diberikan air yang banyak.

Antara tanaman indoor dan outdoor pun berbeda. Tanaman indoor biasanya cenderung menyukai kondisi tanah yang tidak terlalu basah.

Jadi hanya sesekali menyiram tanaman indoor. Jika terlalu banyak memberikan air, akibatnya tanaman gampang layu dan mati. Kalau pun disiram setiap hari, tidak perlu memberi air terlalu banyak atau bahkan beberapa hanya perlu disemprot saja. 

Sebaliknya, tanaman outdoor cenderung membutuhkan air yang cukup banyak. Sehingga, tanaman tersebut harus disiram secara rutin.

Bahkan, bisa sehari dua kali, yaitu pagi dan sore. Tetapi tidak menutup kemungkinan ada juga tanaman outdoor yang tidak menyukai kondisi tanah yang terlalu basah. Jadi, kenali terlebih dahulu karakteristik tanamannya.

2. Posisi meletakkan tanaman yang kurang tepat

2. Posisi meletakkan tanaman kurang tepat
Freepik

Penyebab tanaman gampang layu bisa jadi karena posisi meletakkan tanaman yang kurang tepat. Sebab, ada tanaman yang harus diletakkan di tempat yang mendapatkan banyak cahaya matahari dan ada juga tanaman yang hanya membutuhkan sedikit sinar matahari.

Biasanya, tanamanindoor lebih menyukai tempat yang tidak terlalu banyak matahari. Kalaupun diletakkan di luar rumah, mereka akan lebih suka berada di tempat yang timbun, seperti di bawah pohon misalnya.

Lalu, ada juga tanaman yang menyukai kondisi sinar matahari yang banyak. Pertumbuhan tanaman ini akan lebih cepat jika berada di tempat yang mendapatkan sinar matahari penuh. Biasanya, tanaman ini adalah tanaman sayur-sayuran atau buah-buahan. Ada juga tanaman hias yang suka berada di bawah teriknya matahari.

Editors' Picks

3. Kondisi tanah yang kurang nutrisi dan kering

3. Kondisi tanah kurang nutrisi kering
Freepik

Tanah yang gembur sangat baik bagi pertumbuhan tanaman. Gemburnya tanah dapat mempermudah penyerapan nutrisi oleh akar. Sehingga penting untuk memberikan pupuk secara berkala.

Jika tanaman dibiarkan tanpa diberi pupuk, tanah bisa menjadi kurang nutrisi dan menjadi kering. Padahal kondisi tanah yang baik sangat menentukan kesehatan tanaman. Akibatnya, tanaman gampang layu dan ukurang daun menjadi kecil atau batang menjadi pendek.

4. Terlalu memberikan banyak pupuk pada tanaman

4. Terlalu memberikan banyak pupuk tanaman
Freepik/jcomp

Pupuk sangat bermanfaat dalam memberikan nutrisi bagi tanaman untuk tumbuh dengan subur. Tetapi, jika memberikan pupuk yang terlalu banyak justru akan menyebabkan tanaman gampang layu.

Pupuk cenderung memiliki sifat panas. Jika terlalu banyak memberikan pupuk ke tanaman, justru akan mengganggu pertumbuhan sehingga tanaman gampang layu.

Pemberian pupuk terlalu banyak juga akan membuat kadar garam pada tanah menjadi tinggi. Sedangkan pupuk menjadi menumpuk di bagian atas tanaman yang mengakibatkan tanaman menjadi kekurangan air. Hal ini dapat membuat luka pada tanaman.

5. Tidak melakukan pemindahan pot saat tanaman sudah membesar

5. Tidak melakukan pemindahan pot saat tanaman sudah membesar
Freepik

Seperti manusia, semakin besar manusia tumbuh maka semakin besar juga kursi yang diperlukan untuk duduk.

Tanaman pun demikian. Semakin besar tanaman itu tumbuh maka ia juga membutuhkan pot yang lebih besar. 

Hal tersebut disebabkan oleh kebutuhan tanaman yang juga perlu ruang gerak. Terutama ruang gerak akar sebagai penopang tanaman. Jika ruang gerak akar terganggu bisa menyebabkan tanaman gampang layu.

6. Drainase yang buruk sehingga membuat akar menjadi busuk

6. Drainase buruk sehingga membuat akar menjadi busuk
Freepik

Drainase pada pot atau kondisi tanah untuk tanaman sangat berpengaruh pada tanaman. Jika pot atau wadah tertutup rapat tanpa ada lubang di bawahnya akan menyebabkan air terjebak di bagian bawah. Hal ini dapat menyebabkan akar menjadi busuk dan tanaman gampang layu.

Kondisi tanah juga dapat memengaruhi drainase pada tanaman. Jika kondisi tanah terlalu kering atau tandus sehingga menyebabkan air menggenang di atasnya maka hal tersebut sangat berpengaruh pada kondisi tanaman.

Akar menjadi kekurangan sumber air sehingga perlahan tanaman akan menjadi layu.

7. Terkena serangan hama, jamur, kutu yang menghambat pertumbuhan

7. Terkena serangan hama, jamur, kutu menghambat pertumbuhan
Freepik/wirestock

Penyebab lainnya yang membuat tanaman gampang layu adalah adanya hama, jamur, atau kutu. Hal ini sangat memengaruhi pertumbuhan tanaman.

Sebab, mereka tidak hanya merusak tetapi juga mengambil nutrisi dan mengganggu pertumbuhan tanaman. Maka tak heran jika tanaman terkena hama, jamur, atau kutu menjadi gampang layu.

Setiap tanaman memiliki karakter yang berbeda untuk bisa tumbuh. Jika tidak mengenali penyebab yang membuat tanaman gampang layu jangan heran jika tanaman tersebut mati. Penting untuk mencari tahu karakteristik tanaman saat menanamnya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.