Rumah merupakan lingkungan utama untuk keluarga termasuk si Kecil.
Jika belum banyak kegiatan di luar rumah, anak-anak bisa menghabiskan 8 hingga 20 jam setiap harinya di dalam rumah, sehingga keamanan rumah harus tetap diperhatikan secara menyeluruh.
Bukan hanya lantai rumah saja yang harus dibersihkan setiap hari, namun kebersihan dinding juga harus dijaga.
Ini dikarena dinding termasuk salah satu area atau medium penularan bakteri. Namun, banyak orang yang justru tidak peduli terhadap kebersihan dinding rumah.
"Dari survey independen kepada orangtua, sebanyak 76% orangtua setuju bila dinding rumah dijadikan tumpuan ketika anaknya belajar berdiri atau berjalan dan 80% orangtua juga menyebutkan bahwa anak mereka kontak langsung dengan dinding ketika bermain. Meski demikian, 80% orangtua mengakui tidak memperhatikan kebersihan dinding layaknya lantai," ujar Jon Tan Hon Yiu selaku CEO Decorative Paints PT. Nipsea Paint and Chemicals (Nippon Paint Indonesia) saat ditemui 2 Oktober 2018 lalu di Sekretariat PB Ikatan Dokter Indonesia.
Menurut dr. Ulul Albab, SpOG selaku Perwakian Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) ada berbaga bakteri di area dinding rumah seperti bakteri E. coli, MRSA hingga Staphylococcus.
Bakteri-bakteri inilah yang harus bertanggung jawab saat si Kecil terkena penyakit diare, iritasi kulit, demam bahkan infeksi saluran pernapasan.
Sebelum berbagai bakteri ini mengenai si Kecil, ada baiknya orangtua perlu mengurangi potensi terhadap penyebaran bakteri di dalam rumah termasuk pada dinding.
Demi memenuhi standar sebagai rumah sehat dan aman untuk si Kecil, berikut rangkuman tips dari Popmama.com dalam menjaga kebersihan dinding di rumah.
