Ketahuan Selingkuh, Istri Tega Aniaya Suami Pakai Tabung Gas dan Golok

Ketahui faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan kekerasan dalam rumah tangga

24 Januari 2020

Ketahuan Selingkuh, Istri Tega Aniaya Suami Pakai Tabung Gas Golok
Freepik

ES (34) menganiaya suaminya berinisial IH (44) di rumah kontrakannya di Desa Triwungan, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo pada Rabu (22/1/2020).

Diketahui ES memukul wajah IH yang sedang tidur dengan tabung gas dan menebas lehernya dengan golok hingga mengalami luka serius. Padahal sebelumnya ES ketahuan selingkuh oleh suaminya.

Pasutri ini diketahui memiliki usaha tahu bulat. Kepala Desa Triwungan, Jamaluddin Joni mengatakan, sebelum mengontrak di Desa Triwungan, pasangan yang berasal dari Pasuruan tersebut sempat mengontrak di Desa Pondok Kelor, Kecamatan Paiton.

"Saat tinggal di Desa Pondok Kelor, perselingkuhan ES dengan laki-laki lain sudah diketahui oleh suaminya. Kemudian si suami mengancam ES akan dibunuh. Mereka kerap berantem sejak tinggal di Pondok Kelor hingga pindah kontrakan ke Triwungan." kata Joni.

Menurut Joni, perselingkuhan menjadi motif penganiayaan tersebut. "IH dianiaya saat tidur. Ia dipukul pakai tabung gas lalu disabet pakai golok," ujar Joni.

Usai menganiaya suaminya, ES ditangkap polisi dan dibawa ke Polsek Kotaanyar. Sedangkan IH dirawat di RSUD Waluyo Jati.

Kapolsek Kotaanyar Iptu Agus Sumarsono menuturkan, pemicu penganiayaan diduga kuat karena isu perselingkuhan saat keduanya masih tinggal di Desa Pondok Kelor. Kemudian mereka pindah kontrakan ke Desa Triwungan sejak tiga hari lalu.

Dari keterangan pelaku, sebelumnya memang mereka sering cekcok. Suaminya malah pernah mengancam untuk membunuh pelaku. "ES dan IH menikah siri sejak 20 tahun lalu. Suaminya pernah memergoki ES selingkuh dengan pria lain." ujar Agus. Polisi membawa barang bukti sebuah golok dan tabung gas yang digunakan pelaku.

Dari kasus ini, kita semua menyadari bahwa kekerasan dalam rumah tangga bisa dirasakan oleh siapa saja dan tidak menutup kemungkinan terjadi pada laki-laki. Kekerasan dalam rumah tangga tentunya terjadi karena beberapa faktor.

Berikut ini Popmama.com telah merangkum faktor apa saja yang menyebabkan seseorang melakukan kekerasan dalam rumah tangga.

1. Faktor sifat bawaan

1. Faktor sifat bawaan
Freepik

Sifat bawaan pasangan menjadi salah satu yang mungkin menyebabkan seseorang melakukan kekerasan terhadap pasangannya.

Sifat bawaan di sini contohnya seperti suami atau istri yang memiliki sifat pemarah, tempramental dan kasar.

Sifat ini bisa saja memicu pertengkaran, faktor bertengkar dengan pasangan membuat seseorang 3,95 kali lebih tinggi akan mengalami kekerasan fisik maupun seksual.

2. Faktor ekonomi keluarga

2. Faktor ekonomi keluarga
Freepik

Pasangan yang memiliki tingkat ekonomi rendah cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Seseorang yang memiliki pasangan pengangguaran berisiko 1,36 kali lebih besar akan mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Tidak bisa dipungkiri jika faktor ekonomi menjadi aspek yang memiliki andil besar dalam kehidupan, hal ini tentu bisa menjadi pemicu kekerasan jika faktor ekonomi kurang mendukung.

Editors' Picks

3. Faktor pasangan

3. Faktor pasangan
Freepik

Menurut survey yang dilakukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) tahun 2016 menyebutkan jika pernikahan siri baik secara agama, kontrak, adat, dan lainnya berpotensi 1,42 kali lebih besar mengalami kekerasan fisik dan seksual.

Selain itu, faktor perselingkuhan yang dilakukan pasangan juga bisa menjadi pemicu adanya kekerasan ini. Hal ini karena pasangan yang berselingkuh memiliki risiko 1,34 kali lebih besar mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

4. Faktor sosial budaya

4. Faktor sosial budaya
Freepik

Siapa sangka faktor sosial budaya juga bisa menjadi pemicu terjadinya kekerasan dalam rumah tangga.

Seperti halnya seseorang yang tinggal di perkotaan memiliki rasa khawatir dengan kejahatan yang mengancam di luar sana. Kekhawatiran yang dialami ini justru memiliki risiko tinggi seseorang akan mengalami kekerasan tersebut.

Itulah informasi tentang penganiayaan yang dilakukan seorang istri pada suaminya. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk bisa lebih berpikir secara jernih tanpa melakukan tindak kekerasan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.