Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Ahmad Dhani Sebut Ada Sinetron di Acara Siraman El Rumi
Instagram.com/ahmaddhaniofficial
  • Ahmad Dhani menyebut ada “drama sinetron” dalam acara siraman El Rumi yang membuat Shafeea menangis.

  • Ahmad Dhani menenangkan putrinya sambil memberikan penjelasan langsung terkait kejadian tersebut.

  • Ahmad Dhani juga menyinggung konflik lama serta pentingnya nilai keluarga dalam pesannya kepada sang anak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Momen sakral siraman jelang pernikahan El Rumi seharusnya dipenuhi suasana haru dan kebersamaan keluarga. Namun, suasana tersebut justru diwarnai emosi saat Ahmad Dhani membagikan cerita melalui unggahan Instagram pribadinya.

Dalam video yang diunggah, Dhani terlihat menenangkan putrinya, Shafeea Ahmad, yang menangis karena situasi yang ia sebut sebagai “drama sinetron” di acara tersebut. Lewat caption panjangnya, Ahmad Dhani mengungkapkan pandangannya terkait kejadian tersebut, sekaligus menyinggung konflik lama yang disebutnya sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Nah, dalam artikel ini Popmama.com telah merangkum mengenai Ahmad Dhani sebut ada sinetron di acara siraman El Rumi.

Yuk, disimak!

1. Menenangkan Shafeea di tengah “drama” siraman

Instagram.com/ahmaddhaniofficial

Ahmad Dhani mengaku langsung memeluk Shafeea saat putrinya menangis karena situasi yang terjadi di acara siraman. Dhanimenyebut kejadian tersebut sebagai drama layaknya sinetron yang tidak seharusnya muncul dalam acara keluarga yang sakral.

Dalam momen itu, Dhani juga membisikkan penjelasan kepada sang putri mengenai apa yang ia lihat. Ia menilai bahwa kejadian tersebut hanyalah bentuk akting yang menurutnya tidak pantas, sehingga membuat Shafeea terbawa emosi.

“Yang tadi kamu lihat adalah akting yang sangat buruk dari wanita yang mentalnya perlu diperiksa,” ucap Ahmad Dhani kepada putrinya.

2. Menyinggung konflik lama dan tuduhan manipulasi citra

Instagram.com/ahmaddhaniofficial

Dalam unggahannya, Ahmad Dhani juga menyinggung konflik lama yang disebut telah berlangsung selama sekitar 20 tahun. Dhani mengklaim adanya narasi yang dibangun melalui berbagai konten infotainment, termasuk tuduhan perselingkuhan, kesulitan bertemu anak, hingga isu KDRT.

Menurutnya, narasi tersebut tidak sepenuhnya dipercaya oleh pihak hukum, dan ia menyoroti bahwa putusan pengadilan hanya mengabulkan perceraian tanpa tuntutan lain. Dhani juga menyebut adanya keterlibatan pihak media dalam membentuk opini publik terkait konflik tersebut.

3. Pesan untuk Shafeea tentang nilai keluarga

Instagram.com/ahmaddhaniofficial

Di balik situasi tersebut, Ahmad Dhani menyampaikan pesan emosional kepada Shafeea. Ia mengajak putrinya untuk bersyukur memiliki sosok ibu yang dianggapnya mengutamakan keluarga, tidak meninggalkan rumah, dan menempatkan anak sebagai prioritas utama.

"Bersyukurlah kamu punya bunda yang menomorkan satukan keluarga, tidak membabi buta mencari materi dan menomor duakan anak dan tidak pernah pergi meninggalkan rumah meskipun ada masalah sebesar apa pun," ucap Dhani untuk Shafeea.

Pesan ini menjadi penutup dari unggahan Dhani, yang menekankan pentingnya nilai keluarga di tengah berbagai konflik yang terjadi di sekitarnya.

Itulah rangkuman mengenai Ahmad Dhani sebut ada sinetron di acara siraman El Rumi. Unggahan Ahmad Dhani ini pun langsung menarik perhatian publik dan memicu beragam respons, terutama karena dibagikan dalam momen penting keluarga seperti acara siraman.

FAQ Pernyataan Ahmad Dhani di Siraman El Rumi

Apa yang membuat Shafeea menangis di acara siraman?

Shafeea disebut menangis karena menyaksikan situasi yang oleh Ahmad Dhani dianggap sebagai “drama sinetron” di tengah acara keluarga, sehingga memicu emosinya.

Apa isi utama unggahan Ahmad Dhani di Instagram?

Ahmad Dhani membagikan momen saat menenangkan Shafeea Ahmad, sekaligus menyampaikan pandangannya terkait konflik lama dan narasi yang beredar di media.

Apakah pernyataan ini berkaitan dengan konflik masa lalu?

Ya, Ahmad Dhani menyinggung konflik yang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menilai ada pembentukan opini publik melalui media infotainment.

Editorial Team