3 Macam Kekerasan dalam Hubungan Suami Istri

Kamu pernah mengalam hal ini tidak?

13 Oktober 2019

3 Macam Kekerasan dalam Hubungan Suami Istri
Freepik/Noxos

Saat menjalin hubungan sebagai suami dan istri, tentu kita akan memiliki komitmen yang disepakati bersama. Kasih sayang dari orang terdekat tentu akan berpengaruh besar bagi kehidupan.

Di dalam hubungan rumah tangga ada saatnya kamu dan suami akan merasa bahagia, saling menyayangi dan penuh harmoni. Namun, ada juga masa dimana kamu dan suami memiliki perbedaan kemudian berdebat lalu berujung kepada pertengkaran.

Tahap perselisihan yang wajar di dalam hubungan adalah ketika kamu memiliki perbedaan pendapat atau pandangan tetapi kamu dan suami tetap saling menghargai dan mendukung satu sama lain.

Ketika perselisihan yang terjadi sampai menimbulkan kekerasan fisik bahkan sampai mencederai pasangan, itu sudah melebihi batas wajar. Kamu dan suami mungkin perlu waktu untuk membicarakan perilaku satu sama lain setelah mengalami pertikaian yang begitu hebat.

Dari berbagai macam kekerasan yang bisa terjadi atau pernah kamu alami apakah ini salah satunya?

Berikut popmama.com rangkum informasi macam-macam kekerasan yang bisa terjadi di dalam hubungan rumah tangga.

1. Kekerasan pasangan secara situasional

1. Kekerasan pasangan secara situasional
Freepik/ Wavebreakm

Dalam menjalani kehidupan berumah tangga tentu kita sering mempunyai perbedaan berbagai hal dengan suami, terlebih hubungan kamu dan suami sudah lama tentu permasalahan yang sudah dialami sangat banyak sekali.

Tentunya kamu pernah beradu argumen dengan suami lalu perselisihan yang terjadi berakhir dengan melibatkan kekerasan di dalamnya.

Kekerasan yang terjadi pada situasi tertentu merupakan cara yang dilakukan oleh salah satu pihak diantara kamu ataupun suami untuk melampiaskan amarah yang sedang memuncak dan sebenarnya pasangan atau kamu mungkin tidak bermaksud untuk melukai dan saling menyakiti.

Pasangan yang melakukan kekerasan dalam situasi tertentu, tidak akan menjadikan kekerasan sebagai suatu cara untuk menyelesaikan setiap masalah.

Kekerasan situasional menunjukkan perilaku seperti mendorong, menjambak, melempar benda-benda, memukul, dan menampar. Kekerasan ini tidak berujung membuat pasangan mengalami cedera atau bahkan masuk ke rumah sakit.

Jika kamu dan pasangan pernah mengalami kekerasan pada situasi dan kondisi tertentu, besar kemungkinan kamu dan pasangan sedang lelah dan sama-sama butuh waktu untuk sendiri.

Editors' Picks

2. Kekerasan terorisme intim

2. Kekerasan terorisme intim
Freepik/Ksandrphoto

Terorisme intim adalah tipe kekerasan yang bisa terjadi di dalam suatu hubungan, pada kekerasan tahap ini pasangan atau kamu sering kali melakukan kekerasan sebagai bentuk pengendalian pada apapun yang dilakukan oleh pasangan.

Pasangan yang melakukan kekerasan seperti ini tergolong sebagai orang yang cenderung memiliki sifat psikopat dan terlalu bergantung pada hubungannya.

Bentuk kekerasan yang terjadi bisa melukai sampai mencederai, perilaku pasangan kamu yang seperti ini sudah tidak wajar bahkan semakin lama akan semakin meningkat.

Kekerasan bisa berupa pelecehan secara fisik, seksual, psikis, dan ekonomi. Korban kekerasan ini sangat membutuhkan pertolongan orang-orang sekitar bahkan pertolongan medis sebab korban akan mengalami trauma yang begitu mendalam, stress, depresi bahkan menyebabkan kematian.

3. Resistensi kekerasan

3. Resistensi kekerasan
Freepik/ Vgstockstudio

Resistensi kekerasan merupakan korban yang melakukan pertahanan dengan kekerasan, kamu atau pasangan yang menjadi korban kekerasan dalam suatu hubungan pasti akan mengalami emosi yang memuncak dan tak terkendali akibat selama ini bungkam saat terisolasi dan mengalami banyak pelecehan kekerasan.

Reaksi kekerasan yang terjadi bisa sangat berbahaya apabila kamu atau pasangan yang menjadi korban merasa bahwa dirinya satu-satunya yang mendapatkan beban dan perlakuan yang amat buruk.

Pasangan akan mendendam dan bahayanya ia bisa berpikir untuk membunuh pasangan yang telah melakukan terorisme intim terhadapnya.

Hal ini sungguh ironis sebaiknya jika kamu berada di dalam tahapan ini kamu dan pasangan jangan sampai berpikir bahwa satu-satunya jalan keluar dari permasalahan hubungan ini dengan melakukan hal yang tidak terkendali karena itu akan berdampak buruk.

Cintai dan kasihi pasangan kamu agar tercipta hubungan yang bahagia dan harmonis.

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!