Waspadai, Ini 7 Tanda Pasangan Mulai Jenuh, Ma!

Bisa ditandai dari ketidak adanya ketertarikan dalam percakapan

25 Mei 2020

Waspadai, Ini 7 Tanda Pasangan Mulai Jenuh, Ma
Unsplash/Priscilla Du Preez

Keharmonisan dalam hubungan rumah tangga nampaknya sudah menjadi hal yang diidamkan oleh setiap pasangan.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa perubahan yang terjadi setelah pernikahan.

Meskipun intensitas pertemuan dan kebersamaan menjadi lebih sering, yaitu selama 24 jam penuh. Bukan tidak mungkin akan timbul pertengkaran atau hal lainnya antara Mama dan pasangan.

Apalagi, jika Mama dan pasangan sama-sama disibukkan dengan aktivitas masing-masing di luar rumah.

Waktu pertemuan akan berkurang dan mungkin memicu beberapa perubahan yang cukup signifikan. Bahkan, pasangan bisa saja menunjukkan tanda-tanda bahwa sudah mulai jenuh dalam menjalani hubungan.

Hal tersebut tentu tidak Mama inginkan, bukan? Bagaimana pun, pernikahan berlangsung seumur hidup dan kasih sayang perlu dipupuk agar tetap tumbuh dan terawat.

Jika Mama tidak ingin hal tersebut terjadi, ada baiknya untuk mengenali tanda-tanda kejenuhan pasangan yang mungkin muncul dalam kehidupan rumah tangga dan mengetahui cara mengatasinya.

Berikut Popmama.com berikan beberapa hal yang perlu diwaspadai jika pasangan mungkin tidak tertarik lagi pada Mama dan hubungan. 

1. Mulai tak ingin berkomunikasi

1. Mulai tak ingin berkomunikasi
Unsplash/Priscilla Du Preez

Jika biasanya Mama dengan pasangan menjalin komunikasi cukup sering melalui telepon atau pesan melalui smartphone dan kini intensitasnya berkurang. Bisa jadi pasangan tengah merasa bosan menjalani hubungan.

Akhirnya, Mama yang terus mencoba menghubungi pasangan untuk menanyakan kabar. Padahal, komunikasi penting adanya dalam menjalani suatu hubungan.

Tak usah marah dan berputus asa, jika pasangan tak kunjung melakukan komunikasi dengan Mama, coba lah untuk inisiatif dalam memulai. Cukup berikan kabar jika Mama sudah sampai tempat kerja, tanyakan saat jam makan siang, dan ketika jam pulang kerja.

2. Tak terlibat dalam rencana bersama

2. Tak terlibat dalam rencana bersama
Unsplash/Christin Hume

Dalam memutuskan sesuatu dalam kehidupan rumah tangga, ada baiknya dilakukan berdua. Baik rencana yang kecil atau besar sekalipun. Namun, ketika pasangan cenderung malas untuk terlibat. Hal ini bisa jadi tanda bahwa pasangan mulai jenuh dalam hubungan.

Mama bisa mencoba untuk membicarakan hal ini perlahan, mulai dari hal-hal kecil. Misalnya, meminta pendapat saat menentukan menu masakan di rumah dan libatkan pasangan dalam berbelanja hingga masakan selesai.

Mama juga bisa merencanakan ke suatu tempat atau menjalani hobi pasangan bersama. Biasanya, seseorang cenderung lebih semangat ketika melakukan sesuatu yang  menjadi kegemarannya.

Editors' Picks

3. Tak berusaha untuk selalu ada

3. Tak berusaha selalu ada
Unsplash/Charles

Meskipun pasangan mungkin memiliki kegiatan lain yang cukup menghabiskan waktu, sebaiknya Mama dan pasangan tetap punya waktu berkualitas untuk bersama.

Namun, jika pasangan cenderung lebih sibuk dan tidak pernah meluangkan waktu bersama Mama. Ini bisa jadi tanda bahwa pasangan mungkin sedang merasa jenuh. Bahkan, jika pasangan sudah tidak mau tahu apa saja kegiatan Mama, berarti pasangan sudah tidak peduli lagi.

Mama dan pasangan seharusnya bisa saling memaklumi jika sedang sibuk dalam pekerjaan. Coba lah terbuka satu sama lain mengenai kegiatan di luar rumah dan tetap atur waktu untuk bersama.

Misalnya, pergi makan romantis di resto kesukaan atau menonton film. Hal ini dilakukan untuk membangun kembali ketertarikan pasangan yang mungkin sedang mulai jenuh.

4. Tak bisa diandalkan

4. Tak bisa diandalkan
Unsplash/Jon Asato

Untuk memertahankan hubungan, diperlukan pasangan yang jujur, dapat dipercaya, dan juga bisa diandalkan. Namun, jika Mama berkali-kali menemukan kekecewaan dari pasangan. Hal ini bisa menjadi tanda bahwa pasangan sudah mulai tak tertarik dalam hubungan.

Misalnya, pasangan terus berbohong mengenai jam kerja karena sering dilarang pergi untuk menikmati hobinya.

Sebaiknya, tetap berikan ruang dan waktu untuk pasangan melakukan kegemaran mereka di luar jam kerjanya. Dengan batas-batas yang sudah disepakati sebelumnya sehingga terhindar dari kejadian tak diinginkan.

5. Tidak adanya kedekatan

5. Tidak ada kedekatan
Unsplash/Priscilla Du Preez

Kedekatan secara fisik maupun emosional sangat diperlukan untuk membangun dan memertahankan hubungan yang kuat. Jika pasangan sudah tidak lagi menjadi orang yang perhatian, penyayang, dan terbuka. Hal ini bisa jadi tanda bahwa pasangan sedang jenuh.

Dalam mengatasi ini, tidak ada salahnya jika Mama yang inisiatif terlebih dahulu. Mulai dari memberikan perhatian kecil, seperti bertukar cerita mengenai kegiatan harian sebelum tidur. Diskusi ringan ini dapat memperkuat ikatan antara Mama dengan pasangan.

Kedekatan secara emosional juga dapat dibangun dengan adanya kejujuran satu sama lain, saling memberi perhatian, dan berikan afeksi fisik. Afeksi fisik ini tidak sebatas hubungan seksual saja lho, Ma. Namun, hal-hal kecil, seperti pegangan tangan dan pelukan.

6. Tak lagi mau mendengarkan

6. Tak lagi mau mendengarkan
Unsplash/Priscilla Du Preez

Berada dalam sebuah ikatan atau hubungan berarti benar-benar mendengarkan pasangan. Apabila Mama mendapati bahwa pasangan tidak memerhatikan hal-hal yang dikatakan, berarti pasangan telah kehilangan ketertarikan karena cenderung menyepelekan.

Padahal, adanya kesepakatan bersama sebaiknya dijalani dan saling menghormati satu sama lain. Mengingat hubungan pernikahan diperlukan peran bersama dalam segala hal.

Sebaiknya, Mama tidak langsung marah dan menghakimi pasangan atas hal ini. Coba lah untuk menghadapinya dengan kepala dingin, jika pasangan cenderung tak mau mendengarkan. Beri tahu perlahan dan berikan kesempatan pada pasangan untuk mengutarakan pendapat.

7. Tak tertarik dengan percakapan penting

7. Tak tertarik percakapan penting
Unsplash/The HK Photo Company

Mengenal pasangan dengan berbagai cara merupakan bagian penting untuk menumbuhkan dan mengembangkan hubungan satu sama lain.

Namun, jika pecakapan cenderung pada topik yang dangkal, seperti membahas hal tidak penting daripada membahas tentang berbagai aspek kehidupan. Hal ini bisa menjadi tanda bahwa pasangan mungkin kehilangan ketertarikan dalam hubungan.

Diskusi topik-topik ringan memang perlu sesekali, tetapi ada beberapa hal yang lebih penting. Misalnya, tentang rencana memiliki anak atau tabungan pendidikan dan hari tua. Mengingat dalam kehidupan pernikahan memiliki kebutuhan dan tanggung jawab lebih besar.

Mama dan pasangan bisa memulai pembahasan ini dengan diskusi-diskusi ringan saat makan malam bersama atau sebelum tidur.

Mama juga bisa mengajak pasangan mengikuti seminar tentang keluarga atau menghadiri pameran investasi sesekali.

Itu lah beberapa tanda pasangan mulai tidak tertarik atau jenuh dalam hubungan pernikahan dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat ya, Ma.  

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.