hanco

7 Tips Tetap Dekat dengan Anak Meski Sibuk Bekerja di Luar Rumah

Jangan sampai anak merasa terabaikan hanya karena Mama tak tahu cara mendekatkan diri, ya

10 Juli 2019

7 Tips Tetap Dekat Anak Meski Sibuk Bekerja Luar Rumah
Unsplash/Remy Baudouin

Setiap orang tua tentu ingin melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya, termasuk ingin selalu mendampingi setiap waktu. Namun bagi orang tua yang bekerja, hal ini kadang terasa sulit.

Tenang saja, Ma. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kedekatan dengan anak meskipun berstatus sebagai ibu pekerja alias working mom.

Meski terlihat sederhana, namun trik ini ampuh untuk membuat si Kecil tetap merasakan kehadiran Mama meskipun tak selalu ada di rumah. Dirangkum Popmama.com dari berbagai sumber, berikut tips yang bisa dilakukan oleh Mama:

1. Jangan lupa peluk dan cium anak setiap hari

1. Jangan lupa peluk cium anak setiap hari
Unsplash/Daniel Filipe Antunes Santos

Komunikasi tak cuma bisa ditunjukkan melalui ucapan, tapi juga lewat tindakan dan sentuhan, Ma. Sebisa mungkin saat sedang berada di rumah, tunjukkan rasa kasih sayang Mama melalui ciuman dan pelukan.

Percayalah, meski anak tampaknya kurang menyukai saat sedang dipeluk atau dicium oleh Mama, tapi hal ini turut memberikan dampak positif baginya. Salah satunya adalah rasa nyaman dan percaya diri.

Biasakan untuk memeluk anak setiap akan berangkat bekerja dan saat tiba di rumah. Lakukan juga saat malam hari, tepatnya setelah Mama menemaninya membaca buku cerita favorit sebelum tidur.

2. Dengarkan setiap cerita yang disampaikan

2. Dengarkan setiap cerita disampaikan
Unsplash/Ann Danilina

Tidak selalu ditemani di rumah oleh Mama membuat anak akan menyimpan beberapa kisah yang dialaminya hari itu. Ia pun akan bersemangat untuk menceritakannya pada Mama sepulang bekerja.

Nah, hal ini kadang-kadang justru yang kerap diabaikan oleh Mama. Akibat lelah bekerja, saat sampai di rumah biasanya Mama akan menjadi enggan mendengarkan celotehan anak.

Hati-hati, Ma. Menjadikan komunikasi hanya sebagai jalan satu arah, apalagi terhadap anak, bisa sangat melukai perasaannya. Tetap sediakan waktu khusus untuk mendengarkan ceritanya setiap hari, ya.

Semakin banyak Mama mau mendengarkan, semakin Mama akan dapat memahami apa hal-hal yang disukai dan tidak disukai oleh anak. Hubungan Mama pun tetap akan dekat meski tidak bersama sepanjang waktu.

3. Hindari langsung menghakimi anak saat terjadi sesuatu

3. Hindari langsung menghakimi anak saat terjadi sesuatu
Freepik

Saat Mama tidak selalu ada di rumah, ketika terjadi sesuatu hal pada anak seringkali cerita yang disampaikan hanya akan sepotong-potong saja. Ingatlah untuk tetap mencari tahu bagaimana kejadian sebenarnya secara keseluruhan.

Misalnya Mama mendengar cerita anak bertengkar dengan tetangga. Sebelum marah, dengarkan dulu cerita anak, apa yang membuat pertengkaran itu terjadi alih-alih langsung menghakiminya.

Langsung menghakimi tanpa mau mendengarkan anak akan membuatnya cengeng dan merasa keberadaannya tidak dihargai. Gali lebih dalam untuk mengetahui apa yang menyebabkan anak bertengkar atau melakukan sebuah kesalahan.

Editors' Picks

4. Beri kejutan

4. Beri kejutan
Unsplash/Anna Sullivan

Siapa yang tak suka dengan kejutan? Anak-anak tentu akan sangat menyukainya, Ma. Tak perlu dengan menyiapkan hadiah mahal atau mewah, cukup lakukan aktivitas-aktivitas sederhana yang disukai oleh anak.

Misalnya dengan menyiapkan camilan favorit anak di kotak makan siang sekolahnya. Bisa berupa kue cokelat kesukaan anak atau camilan lainnya.

Jika Mama memiliki waktu lebih, Mama juga bisa menghias kamar anak dengan balon dan menyiapkan kue saat anak berulang tahun.

Kejutan-kejutan kecil seperti ini bisa membuat anak tetap merasa dicintai meskipun Mama tidak setiap waktu bisa mendampinginya.

5. Perhatikan setiap kata yang diucapkan pada anak

5. Perhatikan setiap kata diucapkan anak
Pixabay/Sathyatripodi

Dilansir Psychology Today, memilih kalimat yang tepat saat berbicara pada anak menjadi sangat penting dan harus dilakukan dengan hati-hati. Ucapan bisa menjadi jembatan bagi dua orang supaya menjadi lebih dekat atau justru sebaliknya.

Meski Mama sedang stres atau emosi karena lelah, sebisa mungkin tetap hindari mengucapkan kata-kata kasar pada anak. Selain bisa menurunkan kepercayaan dirinya, hal ini juga bisa menyakiti hati anak.

Anak pun cenderung akan enggan untuk mendekatkan diri kepada Mama. Terutama jika ia sedang menghadapi masalah.

6. Jangan terlalu sibuk

6. Jangan terlalu sibuk
Freepik/Bearfotos

Sebisa mungkin tetap sediakan waktu sesekali untuk dihabiskan bersama anak. Anak sesungguhnya lebih membutuhkan kasih sayang, kehadiran dan waktu Mama dibandingkan sekadar mainan mahal.

Salah satu cara mudah menerapkan hal ini adalah dengan memberikan waktu akhir pekan benar-benar hanya untuk anak. Hindari tetap bekerja di akhir pekan, ya. Jika perlu, matikan dulu komputer dan ponsel Mama.

Mama bisa mengajak si Kecil pergi keluar rumah untuk sekadar makan bersama, bermain game outdoor favorit anak atau mungkin pergi ke toko buku untuk menemaninya membeli perlengkapan sekolah.

Dikutip dari Very Well Family, apa pun pekerjaan Mama, jangan sampai alasan terlalu sibuk menghalangi kedekatan dan hubungan Mama dengan anak, ya. Ingatlah bahwa anak tumbuh sangat cepat dan masa kecilnya tidak bisa diulang kembali.

7. Ucapkan ‘I Love You’ sesering mungkin

7. Ucapkan ‘I Love You’ sesering mungkin
Unsplash/Thiago Cerqueira

Walaupun kadang rasanya mungkin aneh, tetapi mengucapkan ungkapan cinta pada anak juga penting, Ma. Jangan lupa untuk selalu mengucapkan ‘i love you’ pada anak.

Ucapan ini bisa menjadi salah satu bukti rasa sayang Mama pada si Kecil. Ucapkan pada anak setiap pamit pergi bekerja atau saat meneleponnya di siang hari, ya.

Percayalah, Ma. Hal ini uga akan selalu diingat oleh anak dan membuatnya menjadi kebiasaan yang baik. Anak juga akan menjadi lebih terbuka dan tidak segan untuk menunjukkan rasa sayangnya kepada Mama.

Jadi, komunikasi dan kedekatan pada anak tetap bisa dijaga kan meskipun Mama bekerja setiap hari? Jangan lupa selalu lakukan tips-tips tersebut ya, Ma!

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!