Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Budi Doremi Cerita soal People Pleasing hingga Kehilangan Diri Sendiri
Popmama.com/FX Dimas Prasetyo
  • Budi Doremi merilis single 'Cinta Diri Sendiri' yang terinspirasi refleksi pribadinya tentang kebiasaan people pleasing dan pentingnya self-love.

  • Budi Doremi menyadari terlalu banyak menguras energi untuk menyenangkan orang lain tidak selalu mendapat timbal balik setara, hingga berisiko membuatnya kehilangan kendali diri.

  • Memasuki usia 40-an, Budi Doremi mulai memprioritaskan kebutuhan diri. Pengalaman tersebut menjadi pesan utama lagunya tentang mengenal dan menghargai diri sendiri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Budi Doremi baru saja merilis single terbaru bertajuk 'Cinta Diri Sendiri' yang mengusung tema self-love. Lewat lagu tersebut, Budi turut membagikan refleksi personal mengenai pengalaman terlalu berusaha menyenangkan orang lain hingga akhirnya menyadari pentingnya mencintai diri sendiri.

Dalam sesi wawancara eksklusif bersama Popmama.com di IDN HQ pada Rabu (23/9/2026), Budi Doremi bercerita bahwa kebiasaan people pleasing pernah memengaruhi caranya menjalani hubungan dan melihat dirinya sendiri. Ia menyadari bahwa memberikan terlalu banyak energi untuk orang lain tidak selalu menghasilkan balasan yang sepadan.

Kini, memasuki usia 40-an, Budi mulai memahami pentingnya memprioritaskan kebutuhan diri sendiri. Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu refleksi yang terasa dekat dengan pesan dalam lagu 'Cinta Diri Sendiri'.

Berikut Popmama.com rangkum cerita Budi Doremi tentang pengalaman people pleasing hingga belajar lebih mengenal dan menghargai diri sendiri.

1. Sadar energinya terkuras karena terlalu ingin menyenangkan orang lain

Dok. Digital Raya Maya

Budi Doremi mengungkapkan bahwa kesadaran mengenai kebiasaan people pleasing muncul ketika ia mulai merasakan banyak energi yang terkuras. Menurutnya, usaha untuk terus menyenangkan orang lain ternyata tidak selalu mendapatkan feedback yang sama.

“Batas kesadaran aku muncul itu ketika, oh ternyata energinya banyak banget keluar. Mending feedback-nya sama, ternyata enggak, dan itu sesat,” ucap Budi Doremi.

Budi menjelaskan bahwa seseorang bisa saja melakukan berbagai hal untuk menyenangkan orang lain tanpa menyadari adanya harapan untuk mendapatkan perlakuan serupa. Ketika dilakukan berulang kali, pola tersebut justru dapat membuat seseorang kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

2. Menganggap sikap terlalu baik sebagai jati diri

Popmama.com/FX Dimas Prasetyo

Menurut Budi Doremi, people pleasing tidak selalu terlihat sebagai sesuatu yang negatif karena bisa muncul melalui perilaku yang dianggap baik, rendah hati, atau selalu mengalah. Namun, di balik sikap tersebut, ia menyadari bisa saja terdapat persoalan dalam diri yang belum benar-benar selesai.

“Kita mengatasnamakan tindak-tanduk kita yang rendah hati, baik sama orang, itu seolah-olah kayak jati diri, padahal ada yang belum selesai dari kita, ya salah satunya people pleasing,” ungkap Budi.

Budi menilai pola tersebut dapat membuat seseorang terus mengulang perilaku yang sama tanpa benar-benar menyadari alasannya. Ia pun pernah mengalami kondisi ketika terlalu fokus memberikan sesuatu kepada orang lain sampai akhirnya kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

3. Belajar memprioritaskan diri sendiri di usia 40

Dok. Digital Raya Maya

Kesadaran untuk mulai memprioritaskan kebutuhan diri sendiri semakin dirasakan Budi Doremi ketika memasuki usia 40 tahun. Ia menyadari bahwa terus mengejar atau berusaha menyenangkan orang yang disayangi justru tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan.

“Ketika aku tuh ngerasa bahwa yang harus diprioritaskan itu adalah hal-hal yang kita butuhin. Aku secara pribadi nih, hal kayak gini baru jadi topik yang membuat aku sadar itu umur 40,” jelas Budi Doremi.

Budi juga mengingat pesan dari orangtuanya yang menjadi salah satu prinsip dalam menjalani hidup. Ia mengatakan bahwa seseorang mungkin saja ditinggalkan oleh pasangan, anak, teman, atau orang-orang terdekat, tetapi diri sendiri tidak boleh sampai ditinggalkan.

Pesan tersebut kemudian menjadi bagian dari refleksi Budi dalam memahami arti mencintai diri sendiri. Melalui lagu 'Cinta Diri Sendiri', ia pun membawa pengalaman tersebut menjadi karya yang lebih ringan, tetapi tetap berbicara tentang proses mengenal dan menghargai diri sendiri.

Itulah rangkuman cerita Budi Doremi mengenai pengalaman people pleasing hingga belajar memprioritaskan diri sendiri.

Semoga kisah Budi Doremi bisa menjadi pengingat bahwa menyayangi orang lain tetap perlu berjalan beriringan dengan kemampuan untuk menjaga dan menghargai diri sendiri.

Curated For You

Editorial Team

Related Article