Sebagai seorang psikolog, Alexandra Gabriella mengatakan bahwa perlu sekali ada pertimbangan bila hubungan sudah semakin tidak sehat.
Terkait perilaku KDRT yang terjadi di dalam hubungan suami dan istri, Mama perlu mengetahui bahwa ada sebuah fase kekerasan yang akan terus berputar seperti roda. Dilansir dari Domestic Violence Roudtable, ada beberapa fase kekerasan yang bisa terjadi dalam sebuah hubungan seperti:
- Fase ketegangan saat kedua pasangan mengalami berbagai masalah sebagai pemicu konflik dalam hubungan.
- Fase kekerasan akan muncul ketika kedua pasangan perlahan-lahan mulai tidak sehat, seperti terjadi kekerasan secara fisik dan verbal.
- Fase penyesalan ketika pelaku mulai menyadari bahwa tindakan KDRT yang dilakukannya selama ini salah.
- Fase bulan madu saat pelaku menyesal dan korban kembali memaafkannya, sehingga pelan-pelan hubungan pasangan ini akan membaik dan mulai diwarnai romantisme lagi.
Menurut Alexandra Gabriella untuk keluar dari hubungan KDRT yang semakin tidak sehat, maka perlu sekali berbicara dengan diri sendiri dengan segala kondisi yang terjadi sepanjang perjalanan rumah tangga ini. Mulailah bertanya mengenai beberapa hal mengenai hubunganmu dengan pasangan, mulai dari:
- Apakah aku layak mendapatkan perlakuan KDRT dari pasangan?
- Apakah aku masih bahagia dengan kondisi rumah tangga seperti ini?
- Apakah aku bisa menerima kondisi seperti ini bisa terjadi dengan anaku kelak?
Kalau ketiga pertanyaan tersebut dijawab dengan kata "tidak", maka mengartikan bahwa sudah saatnya untuk melakukan tindakan agar hubungan KDRT ini terus berlanjut hingga terjadi dampak buruk lain yang tidak diinginkan.
Beberapa informasi mengenai kekerasan dalam rumah tangga di atas semoga bisa menjadi pembelajaran baru ya, Ma. Semoga Mama dan pasangan bisa selalu harmonis dalam menjalani hubungan keluarga!