Jangan Dilakukan! Ketahui 7 Efek Negatif Bertengkar di Depan Anak

Jangan bertengkar terus ya Ma, Pa..

12 Januari 2021

Jangan Dilakukan Ketahui 7 Efek Negatif Bertengkar Depan Anak
Unsplash/Olivier Fahrni

Dalam membina rumah tangga, perjalanan yang harus dilalui sepasang suami istri tidaklah selalu mulus.

Kadang ada perbedaan pendapat atau keributan kecil yang menjadi bumbu. Jika pertengkaran itu terjadi ketika sudah ada anak, Mama dan Papa perlu mempertimbangkan dampaknya.

Anak yang tidak melihat langsung pertengkaran orangtuanya saja bisa terkena dampak, apalagi yang menyaksikan dari dekat?

Tujun halyang telah Popmama.comulas di bawah ini adalah dampak buruk yang terjadi pada anak, jika ia terlalu sering memergoki orangtuanya bertengkar. Simak yuk, Ma agar lebih waspada. Eits, Papa juga harus tahu, ya!

1. Trauma dengan pernikahan

1. Trauma pernikahan
Unsplash/Less Anderson

Dampak yang pertama ini jelas paling fatal dan paling dikhawatirkan oleh para orangtua. Ketika Mama dan Papa bertengkar, semuanya sama-sama dikuasai emosi dan seketika lupa pada sekitar. Termasuk tidak menghiraukan si Kecil yang menyaksikan pertengkaran.

Kalimat-kalimat kasar, teriakan, bahkan makian terlontar begitu saja. Seakan pernikahan yang katanya dilandasi kasih sayang hanyalah dongeng pengantar tidur.

Melihat peristiwa itu, si Kecil akan menyimpannya dengan baik di ingatan. Ia menjadi trauma dan membenci pernikahan.

Di masa dewasanya kelak, pernikahan adalah hantu yang menakutkan tapi terus mengintai sepanjang waktu.

2. Lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah

2. Lebih banyak menghabiskan waktu luar rumah
Unsplash/Mi Pham

Anak yang sering mendapati orangtuanya bertengkar menjadi malas berada di rumah. Dalam benaknya, di rumah itu hanya ada teriakan dan amarah.

Ia lebih memilih menghabiskan waktu di luar rumah, entah bersama temannya atau melakukan apa saja.

Ini bahaya lho, Ma. Usianya yang masih kecil membuatnya rawan disalahgunakan oleh orang tak bertanggung jawab atau dicelakai.

Duh, seram ya!

Editors' Picks

3. Tidak lagi menaati aturan yang dibuat orangtua

3. Tidak lagi menaati aturan dibuat orangtua
Unsplash/Mike Fox

Ketika melihat Mama dan Papa bertengkar, si Kecil menjadi bingung mana yang sebenarnya lebih baik. Haruskah ia memihak Mama yang merawatnya setiap hari, atau Papa yang berjuang mencari nafkah di luar sana.

Kebingungan ini justru membuatnya tidak ingin menaati aturan siapa-siapa. Ia jadi tidak peduli dengan apa yang Mama dan Papa katakan.

4. Sulit berkonsentrasi

4. Sulit berkonsentrasi
Unsplash/Kelly Sikkema

Pertengkaran Mama dan Papa akan terus terngiang-ngiang dalam benak si Kecil. Meski ia belum paham apa itu pereceraian, dari dalam dirinya muncul ketakutan tentang perpisahan.

Hal ini bisa mengganggu konsentrasi belajarnya di sekolah. Ia menjadi kurang fokus dan sulit merasa tenang.

5. Dihantui rasa takut

5. Dihantui rasa takut
Unsplash/Tod Cravens

Anak mana yang tidak takut melihat orangtuanya marah bahkan sampai bersuara dengan nada tinggi?

Meski amarah Mama atau Papa tidak ditujukan padanya, hal itu memberi sugesti negatif pada si Kecil.

Ia jadi lebih sering merasa takut dan terancam. Merasa selalu berada dalam suasana penuh amarah.

Baca juga:

7 Cara Berargumen yang Berbahaya bagi Hubungan Suami Istri

6. Mudah tersulut emosi

6. Mudah tersulut emosi
Unsplash/Samantha Sophia

Anak yang menjadi korban pertengkaran orangtua terbagi menjadi dua ditinjau dari caranya mengolah emosi.

Ada yang menjadi penakut dan lebih banyak diam, sedangkan yang satunya lagi justru menjadi mudah tersulut emosi.

Jika ditangani dengan tepat, mereka masih memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik, meski trauma yang membekas tidak bisa sepenuhnya hilang.

Nah, si Kecil yang menjadi mudah tersulut emosi ini perlu diwaspadai. Ia bisa saja meniru bagaimana cara orangtuanya bertengkar, untuk melakukannya pada orang lain.

Ia cenderung memilih jalan kekerasan sebagai solusi menghadapi masalah.

7. Kehilangan rasa percaya

7. Kehilangan rasa percaya
Unsplash/Annie Spratt

Adakah yang lebih menyedihkan di dunia ini selain kehilangan rasa percaya? Sering melihat orangtuanya bertengkar dan saling menyakiti bisa membuat si Kecil kehilangan kepercayaan pada apa saja. Ia dibuat kecewa oleh sosok terdekat yang selama ini menjadi panutannya.

Kejiwaannya menjadi terguncang sehingga membuatnya takut dan tidak percaya diri ketika berada di lingkungan pertemanannya. Nggak mau kan Ma, melihat anak minder gara-gara melihat pertengkaran orangtuanya. 

Itulah 7 efek jika orangtua bertengkar di depan anak. Hindari agar tidak ada pengaruh yang tidak diharapkan kepada anak-anak ya Ma, Pa.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.