4 Fakta Pengalaman Sulit Denada Jadi Single Mom

Denada menjadi sosok single mom yang sangat tangguh dalam menghadapi segala ujian

26 November 2021

4 Fakta Pengalaman Sulit Denada Jadi Single Mom
Instagram.com/denadaindonesia

Denada Tambunan merupakan seorang musisi yang kini juga terjun menjadi instruktur sekaligus brand ambassador Zumba. Selain itu, Denada juga menjadi sosok mama tunggal yang merawat seorang anak perempuannya bernama Aisha Aurum. 

Menjadi seorang Mama merupakan hal yang tidak mudah untuk dilakukan, terlebih apabila tidak adanya sosok suami yang mendampinginya. Denada berjuang dengan berbagai ujian yang menerpa saat menjadi single mom

Dalam talkshow Festival Pulih 2021 by Popbela.com yang bertema Belajar Ikhlas dengan Merangkul Ujian Bertubi, Denada menceritakan terkait pengalaman saat dirinya berjuang menemani putri tercinta yang terserang penyakit kanker darah putih. 

Saat itu, Denanda terpaksa harus pindah ke Singapura untuk menjalani proses pengobatan putri tercinta. Sebagai seorang mama tunggal pastinya banyak rintangan yang harus dilalui saat momen pilu tersebut dijalani. 

Seperti apa fakta pengalaman sulit sosok Denada saat menjadi single mom? Berikut ini Popmama.com telah merangkum kisahnya.

Disimak yuk, Ma!

1. Gagal menjalani semua rencana indah yang telah dibuat

1. Gagal menjalani semua rencana indah telah dibuat
Youtube.com/popbela

Sebelum putrinya diketahui menderita penyakit kanker darah, Denada telah menyiapkan berbagai rencana indah untuknya dan Aisha. Denada mengaku telah membeli sebidang tanah yang luas, ia berharap di sanalah tempat mereka hidup dengan berbagai fasilitas. 

Selain itu, putrinya juga telah diterima di salah satu sekolah. Namun, tiba-tiba penyakit yang diderita Aisha mengharuskan mereka pindah ke Singapura. 

"Dan akhirnya semua perencanaan itu jadi udah bubar dan betul-betul nggak bisa dilanjutin lagi," tutur Denada.

Dengan kondisi tersebut, Denada mengubah skala prioritasnya yakni untuk melakukan segala cara untuk kesembuhan Aisha. 

Editors' Picks

2. Merasa kesepian karena sulit berbagi cerita kepada orang lain

2. Merasa kesepian karena sulit berbagi cerita kepada orang lain
Instagram.com/denadaindonesia

Sebagai manusia, menceritakan berbagai keluh kesah terhadap masalah yang terjadi merupakan hal yang biasa. Hal itu bisa menjadi sebuah obat yang menjadikan perasaan lebih tenang.

Lain halnya dengan Denada yang merasa sungkan untuk menceritakan masalahnya kepada orang terdekatnya. Terlebih untuk menceritakan terkait kondisi Aisha yang terbaring di rumah sakit. 

"Misalnya nih aku cerita sama Mama, betapa aku nggak tega melihat Aisha lagi menjalani kemo atau apa pun. Pada saat aku cerita pasti mereka sedih dong," tutur Denada. 

Maka dari itu, Denada tak ingin memberikan cerita pilu kepada orang lain karena tak ingin mereka merasakan kesedihan juga. Lain halnya jika terdapat suatu berita baik atau yang menyenangkan, dirinya tak segan untuk memberitahukan hal tersebut kepada seluruh keluarganya agar mereka turut senang.

"Sehingga, di waktu seperti itu walau sebenarnya aku bisa memilih untuk tidak seperti itu, tetapi karena diriku sendiri, aku merasa alone," ungkap Denada. 

3. Harus terbang ke Indonesia untuk kembali mencari nafkah

3. Harus terbang ke Indonesia kembali mencari nafkah
Instagram.com/denadaindonesia

Proses penyembuhan anak Denada pun telah berjalan hingga dua tahun. Saat itu, Denada harus menjalani keputusan terberat yang dibuat olehnya, yakni terbang ke Indonesia untuk kembali mencari nafkah. 

Hal itu tentunya sangat berat bagi Denada untuk meninggalkan putrinya dan itu tentu kurang ideal baginya. Berbagai hal yang berhubungan dengan kenyamanan dan kebahagiaan Aisha menjadi suatu sebuah kewajiban agar bisa dipenuhi oleh Denada. 

Ketika dirinya sedang tak bisa memenuhi hal tersebut, maka dapat menjadi suatu hal yang sangat berat bagi Denada. 

4. Denada sempat mempertanyakan ujian yang diberikan oleh Tuhan

4. Denada sempat mempertanyakan ujian diberikan oleh Tuhan
Instagram.com/denadaindonesia

Hal ini terjadi ketika awal mula pengobatan Aisha berlangsung, tepatnya ketika sehabis kemoterapi dan kondisi tubuh Aisha justru semakin menurun. Selanjutnya, Aisha harus melakukan transfusi darah berkali-kali hingga Denada merasa tak bisa memberikan bantuan apapun kepad Aisha,. 

"Aku berasa kayak, aku melihat anakku kaya begini tapi aku nggak bisa berbuat apa-apa," tutur Denada. Saat itu, Denada pertama kalinya menangis di depan sang Mama melalui panggilan telepon. 

Saat panggilan telepon bersama sang Mama berlangsung, Denada mengeluarkan keluhan yang terjadi pada dirinya. Salah satunya, yakni mempertanyakan kepada Tuhan mengapa hal ini bisa terjadi. 

Tetapi, sang Mama justru membantah pembicaraan Denada karena menurutnya tidak ada hak sebagai manusia untuk mempertanyakan dan protes hal tersebut kepada Allah. 

Selanjutnya, sang Mama memberikan arahan kepada Denada untuk mengungkapkan semua masalah yang terjadi itu kepada Tuhan. Sang Mama pun meminta kepada Denada untuk ikhlas menjalankan semua ketetapan yang telah diberikan oleh-Nya. 

Semenjak itu, Denada selalu bersujud kepada Tuhan di malam hari saat dirinya sedang merasa kesepian dan merasa kehilangan arah. 

Nah Ma, itulah beberapa fakta tentang kisah Denada yang menjadi single mom saat berjuang merawat putrinya. Semoga kisah ini menjadi inspirasi ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.