7 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Bertengkar dengan Pasangan

Lakukan hal ini agar masalah selesai dengan sepenuhnya

8 November 2020

7 Hal Harus Dilakukan Setelah Bertengkar Pasangan
Freepik/cookie_studio

Dalam sebuah hubungan, bertengkar adalah hal yang wajar. Agar tidak berulang dan berlarut, Popmama.com punya 6 hal yang bisa kamu coba lakukan setelah bertengkar. 

Rasanya tidak mungkin jika sebuah hubungan tidak disertai dengan pertengkaran. Bahkan, pertengkaran yang sehat bisa membuat hubungan lebih kuat dan masing-masing pribadi bisa lebih baik. 

Namun, ada juga pertengkaran yang selalu berulang dan seakan tak ada habisnya.

Untuk menghindari hal tersebut, lakukan 6 cara ini. Semua demi hubungan yang lebih sehat, Ma.

1. Pertama, tenangkan dirimu sendiri

1. Pertama, tenangkan dirimu sendiri
Freepik

Saat kesal, tak ada ujung dari pertengkaran. Setelah selesai bertengkar, bukan hanya beristirahat dan kemudian melanjutkannya lagi, namun usahakan untuk menyelesaikan. 

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah menenangkan diri. Jika pikiran dan emosi sudah lebih stabil, maka tindakan yang dilakukan akan lebih rasional. 

Hal ini akan lebih memudahkan kalian berdua menyelesaikan masalah sampai tuntas. 

2. Ketahui apa yang sedang dirasakan

2. Ketahui apa sedang dirasakan
Freepik

Setelah meluapkan emosi, jangan langsung melupakannya. Ketahui apa yang sebenarnya sedang kamu rasakan. Apakah kesal, sedih, takut, atau lainnya?

Biarkan emosi pikiran dan tubuh mencerna perasaan tersebut. Beri waktu untuk menelaah dan merasakan segala perasaan tidak nyaman itu. Sehingga, kamu bisa lebih fokus saat menyelesaikan masalah nantinya. 

Editors' Picks

3. Ingat atau tulis hal dan kalimat yang bisa membuat pasangan merasa kesal 

3. Ingat atau tulis hal kalimat bisa membuat pasangan merasa kesal 
Freepik/Racool_studio

Ketika marah, biasanya seseorang menjadi sangat berbeda. Yang biasanya berkata halus, bisa saja sangat kasar. Bahkan, saking kesalnya, kamu bisa saja kelepasan melempar sesuatu ke pasangan. 

Ketahui apa saja yang bisa menyakiti dan membuatnya kesal saat kamu meluapkan emosi. Tulis dalam jurnal dan pastikan kamu tidak mengulanginya lagi. 

Hal inilah yang bisa membuat hubunganmu lebih kuat dan saling menghormati. Inilah yang dinamakan bertengkar dengan sehat. 

4. Jujur mengenai kapan bisa bicara lagi pada pasangan

4. Jujur mengenai kapan bisa bicara lagi pasangan
Freepik

Saat kesal, sudah pasti kamu enggan bicara dengan pasangan. Namun jangan hanya diam dan tidak memerdulikan begitu saja. 

Beritahu pasanganmu berapa lama kamu butuh waktu untuk mengelola emosi. Serta, kapan kamu bisa kembali bicara padanya. 

Dengan begitu, pasanganmu takkan menyangka kamu masih marah. 

Hal ini juga bisa dilakukan oleh pasangan dan kamu harus menghormati kebutuhan waktunya untuk mengelola emosi tersebut. 

5. Arahkan pembicaraan ke dirimu sendiri

5. Arahkan pembicaraan ke dirimu sendiri
Freepik

Setelah selesai bertengkar, baiknya ada sesi penyelesaian dengan kepala yang dingin. 

Di sesi ini, ada cara tersendiri untuk menghindari pertengkaran kembali terjadi. 

Alih-alih menyalahkan dirinya dengan menggunakan kata "kamu", pilih kata "aku". Seperti contoh, "tapi aku merasa sedih saat kamu berteriak padaku" dan sejenisnya. 

Dengan begitu, pasangan bisa tahu apa yang sebenarnya kamu rasakan. Begitu juga ia bisa sadar bahwa perlakuannya padamu ternyata berpengaruh negatif. 

6. Dengarkan penjelasannya tanpa menyela

6. Dengarkan penjelasan tanpa menyela
Freepik/Bearfotos

Apapun yang ia katakan, meski mungkin tidak tepat atau sebenarnya tidak seperti itu, hindari menyela pembicaraan dia. Biarkan pasangan mengungkapkan perasaannya setelah bertengkar tadi. 

Jika ada beberapa poin yang tidak kamu setujui, utarakan setelah ia selesai bicara. 

Hal ini bisa membantu kamu menyelesaikan masalah dan mengurangi membuat masalah baru. Selain itu, pasanganmu akan melakukan hal yang sama juga padamu. 

7. Jangan ragu untuk mencairkan suasana 

7. Jangan ragu mencairkan suasana 
Pexels/cottonbro

Seringnya, perempuan akan gengsi jika berbaikan lebih dahulu. Padahal, hal ini sebenarnya tidaklah penting. Siapapun yang benar atau salah, segeralah berbaikan dan temukan solusi bersama. 

Jika setelah berdiskusi ternyata keadaan masih canggung, kamu bisa mencoba mencairkan suasana. Bicarakan hal lain atau bercanda dengan cara kalian pun bisa dilakukan. 

Cara ini bisa membuat pasangan lebih cepat lunak dan menutup buku atas masalah yang baru terjadi. 

Daripada menghabiskan waktu dengan saling bertengkar, lebih baik perbanyak waktu romantis bersama. Kita tak tahu sampai kapan bisa terus bersama pasangan tersayang. Habiskan waktu bersama dengan bijak. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.