Sebelum Menyerah, Ini 6 Langkah Menyelamatkan Pernikahan

Ingat janji yang pernah diucapkan, begini cara menjaga pernikahan

6 Juni 2020

Sebelum Menyerah, Ini 6 Langkah Menyelamatkan Pernikahan
Pexels/cottonbro

Jika cinta disandingkan dengan ego, maka banyak yang melupakan janji suci yang telah diucapkan saat pernikahan mereka. Sebelum memutuskan mengakhiri hubungan, Popmama.com punya langkah-langkah untuk menyelamatkannya.

Pernikahan merupakan sebuah jalan panjang yang memiliki banyak kisah. Mulai dari kisah romantis hingga yang penuh air mata. 

Bagaimanapun, menyatakan menyerah bukanlah pilihan yang mudah. 

Sebelum memutuskan untuk mengakhiri hubungan, masih ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk menyelamatkannya. Apa saja?

1. Jalin komunikasi yang baik

1. Jalin komunikasi baik
Freepik

Hampir semua masalah pernikahan dimulai dari cara komunikasi yang buruk. Saat ada masalah, mereka lebih senang memendamnya atau malah mengungkapkannya tanpa ingin mendengar solusi dan alasan dari pasangannya. 

Idealnya, komunikasi yang baik harus dilakukan setiap hari. Kamu mungkin saja punya masalah bersama, namun itu bukan berarti harus menghentikan komunikasi dengan pasangan. 

Ungkapkan perasaan dengan cara yang tepat dan perbanyaklah komunikasi dan diskusi dengan pasangan. Hal ini bisa membantu mengurai simpul yang mungkin akan terlalu runyam jika didiamkan begitu saja. 

2. Cari akar masalahnya

2. Cari akar masalahnya
Freepik/jcomp

Saat emosi mengambil alih, maka sumber masalah akan jadi bias. Suatu masalah bisa melebar ke mana-mana jika akarnya tidak diselesaikan terlebih dahulu. 

Saat ada masalah yang tak kunjung selesai, lebih baik duduk dan renungi lagi apa sebenarnya yang jadi pangkal masalah. Apakah kamu sering marah karena efek stres di kantor, atau terlalu lelah mengurus anak?

Jika sudah menemukan masalahnya, segera ungkapkan ke pasangan agar bisa menyelesaikannya bersama. Saat sudah menemukan akar masalah, kamu dan pasangan bisa berjanji untuk menyelesaikannya dengan baik, dan tidak mengulanginya jika gejalanya muncul lagi.

Editors' Picks

3. Jangan menangkan ego dan emosi

3. Jangan menangkan ego emosi
Freepik/Jcomp

Banyak pernikahan berakhir hanya karena salah satu atau keduanya mementingkan ego dan emosi mereka. Saat sedang kesal atau marah dengan pasangan, hindari untuk membalasnya untuk menyakitinya. 

Karena saat sedang marah, sikap dan kata yang keluar dari mulut kamu bisa lebih bahaya dari yang seharusnya. Jika benar-benar ingin marah, kamu bisa diam sebentar, pikirkan apa yang akan kamu katakan dan pertimbangkan apakah itu akan menambah masalah atau tidak. 

Hindari pertengkaran langsung. Ungkapkan bahwa kamu butuh waktu sendiri untuk menenangkan diri. Setelah tenang, kembalilah untuk menyelesaikan masalah bersama. Ingat, pernikahan dibentuk dari cinta, bukan dari ego semata. 

4. Hindari menambah masalah yang tidak perlu

4. Hindari menambah masalah tidak perlu
Freepik/Yanalya

Sangat sulit untuk menahan diri agar tidak menyakiti pasangan jika hubungan sedang buruk. Jika pasangan memiliki sifat buruk yang belum bisa diterima, bukan berarti kamu bisa memiliki alasan untuk mencari kenyamanan pada orang lain. 

Seperti contoh, saat pasangan selingkuh, bukan berarti kamu juga harus selingkuh. Jika dibiarkan terus-menerus, hubungan akan makin hancur sampai tak ada yang bisa diselamatkan lagi.

Berbuat salah adalah hal yang normal dan masih bisa diperbaiki. Namun jika dilakukan berulang, itu bukanlah kesalahan melainkan kebodohan. Ingatlah bahwa kalian menikah untuk membangun satu sama lain, bukan untuk menghancurkannya. 

5. Hindari mengungkit masalah lama

5. Hindari mengungkit masalah lama
thebridalbox.com

Inilah pentingnya menyelesaikan masalah dari akarnya. Saat ada masalah, selesaikan sampai akhir dan menemukan solusinya. Kemudian, tutup masalah tersebut, tak perlu diungkit lagi. 

Mengungkit masalah lama saat sedang marah atau bertengkar hanya membuat keadaan makin buruk. 

Berjanjilah pada pasangan untuk tidak saling melakukan hal ini. 

Cara marah seperti ini seperti pasangan yang belum dewasa dan tidak akan menyelesaikan masalah. 

6. Berpegang pada janji 

6. Berpegang janji 
Freepik

Setelah menyelesaikan masalah, biasanya ada janji yang terucap. Baik itu tidak akan mengulanginya, berjanji akan jadi lebih baik, dan lainnya. 

Sebaiknya, lakukan janji itu sesuai dengan apa yang diucapkan. Jangan jadikan janji sebagai jalan keluar singkat dari pertengkaran dan masalah hubungan. 

Perubahan yang terlihat dari janji yang dijalani akan membuat keadaan lebih baik. Saat kamu melihat kesungguhan dari pasangan, maka kamu tahu bahwa hubungan ini masih bisa diselamatkan. Begitu juga sebaliknya. 

Pada akhirnya, menyelesaikan masalah dan memaafkan pasangan sangatlah penting. Untuk membantu menyelesaikan masalah, tak ada salahnya untuk berlibur bersama pasangan atau keluarga ke tempat yang tenang dan menyenangkan untuk mengisi cangkir kebahagiaan bersama. 

Ingatlah selalu, bahwa kamu telah berjanji di hadapan Tuhan atas hubungan suci ini. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.